01 Feb 10 - 7:33 am
Total Topics: 62
Total Posts: 5124
Ustadz kondang di Bandung, bp. Athian Ali, pernah menyampaikan dalam satu kesempatan ceramahnya, sering pertanyaan ini disampaikan oleh ibu-ibu majelis taklim :”Apakah saya bisa kembali bertemu dan hidup bersama suami saya di surga nanti..??”, sambil tertawa meledek pak ustadz lalu melanjutkan bahwa sudah puluhan tahun dia menjadi ustadz, belum pernah sekalipun ada pertanyaan yang sama datang dari bapak-bapak. Tentu saja hal ini kemudian mengundang ketawa para pendengarnya, terutama para bapak-bapak yang hanya bisa nyengir. Pertanyaan ini juga berkaitan dengan ‘serangan-serangan’ yang dilakukan oleh netters Kristen di forum ini :”Ketika laki-laki Muslim disediakan 72 bidadari di surga, lalu wanitanya bisa apa..??, apa cuma bengong melihat kaum laki-lakinya ‘berpesta-pora’..??. Terdapat kesamaan antara pertanyaan yang diajukan oleh ibu-ibu majelis taklim tersebut dengan apa yang digugat oleh netters Kristen, sekalipun dengan sudut-pandang yang berbeda. Persamaannya adalah : keduanya sama-sama menilai kondisi yang ada di akherat berdasarkan apa yang mereka alami di dunia, sedangkan perbedaannya, bagi ibu-ibu majelis taklim, pertanyaan didasari oleh kecintaan mereka kepada suami-suami mereka, sedangkan pertanyaan dari netters Kristen berdasarkan sikap dengki dan sinis terhadap ajaran Islam.
Al-Qur’an mengajarkan bahwa hubungan antar manusia di akherat kelak berbeda dengan apa yang ada di dunia ini :
[23:101] Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya.
Di dunia ini kita harus menjalani kehidupan dengan ikatan yang saling kait-berkait dengan individu lainnya, kita terlahir dari rahim seorang ibu yang mengandung karena dibuahi oleh seorang ayah, maka otomatis kita sudah terlahir mempunyai orang-tua, lalu dari hubungan anak dan orang-tua tersebut muncul hak dan kewajiban yang ditetapkan oleh ajaran agama. Demikian pula ketika kita beranjak dewasa dan sudah cukup umur, kita lalu menikah, maka hubungan pernikahan tersebut membuat kita terkait dengan individu lain yang juga memunculkan adanya hak dan kewajiban yang diatur oleh ajaran agama. Hubungan tersebut diciptakan Tuhan dengan dibungkus oleh perasaan : antara cinta dan benci, terpaksa dan sukarela, suka dan tidak suka, semuanya berproses silih berganti yang menjadi dasar adanya dinamika peradaban manusia. Lalu disaat Tuhan membangkitkan semua manusia diakherat untuk diminta pertanggung-jawabannya terhadap apa yang dilakukan mereka sehubungan dengan hak dan kewajiban dunia tersebut, maka semua ikatan termasuk perasaan yang melandasinya akan dihapus. Jangan anda kira ketika anda sebagai seorang ayah/ibu yang sedang dituntut atas segala perbuatan anda di dunia, lalu anak-anak anda akan melakukan pembelaan karena ‘tidak tega’ melihat anda diadili, demikian pula sebaliknya. Semua individu akan mempertanggung-jawabkan diri mereka sendiri :
[6:94] Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan pada mulanya, dan kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepadamu; dan Kami tiada melihat besertamu pemberi syafa'at yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu. Sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kamu dan telah lenyap daripada kamu apa yang dahulu kamu anggap (sebagai sekutu Allah).
Bukan cuma manusia lain yang dulunya punya hubungan nasab dengan kita, bahkan sesuatu yang kita jadikan sandaran kita di dunia juga tidak bisa berbuat apa-apa, sandaran tersebut bisa berbentuk : Tuhan yang lain, atasan, penguasa, guru, kiyai, pendeta, dll, semuanya menghadap Allah mengurus diri sendiri. Bahkan bisa saja terjadi, seorang anak yang di dunia telah kita terlantarkan, atau seorang istri yang tidak pernah kita didik untuk patuh dan taat kepada Allah, bersaksi terhadap segala kezaliman kita tersebut, dan kesaksian mereka akan menyeret kita masuk neraka.
[16:111] (Ingatlah) suatu hari (ketika) tiap-tiap diri datang untuk membela dirinya sendiri dan bagi tiap-tiap diri disempurnakan (balasan) apa yang telah dikerjakannya, sedangkan mereka tidak dianiaya (dirugikan).
Bagaimanakan cara kita menggambarkan perasaan dan ikatan kita satu sama lain nantinya di akherat..?? apakah kita bisa membayangkan perasaan kita terhadap anak kita yang saat ini kita sayangi, atau suami/istri yang kita kasihi, ketika nanti dikaherat semua perasaan tersebut sudah dihapus..??. Sebenarnya apa yang diinformasikan oleh Al-Qur’an ini bisa kita jelaskan melalui akal sehat kita. Kalaulah perasaan yang melandasi hubungan kita satu sama lain di dunia masih berlaku di akherat kelak, maka seorang ayah/ibu yang masuk surga tidak akan merasa nyaman dan tenteram disana ketika ternyata anaknya bernasib sial masuk neraka, demikian pula sebaliknya, bagaimana mungkin seorang istri yang sangat mencintai suaminya ‘sampai ke pojok surga’ bisa hidup bahagia ketika mengetahui ternyata si suami yang didambakan dijebloskan di neraka..??. Maka keputusan Allah untuk menghilangkan hubungan nasab dan perasaan yang melandasinya di akherat tersebut merupakan suatu keniscayaan dan bisa diterima akal sehat kita, karena memang demikianlah seharusnya. Allah menjelaskan bagaimana perasaan manusia nanti di surga :
[7:43] Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka;
[15:47] Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.
Tidak ada lagi perasaan tersinggung, cemburu, sakit hati terhadap perilaku penghuni surga yang lain.
Al-Qur’an menyuruh kita untuk berpikir soal ini dengan cara memperbandingkannya dengan kehidupan kita di dunia :
[56:60] Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-sekali tidak akan dapat dikalahkan, [56:61] untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (dalam dunia) dan menciptakan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui. [56:62] Dan Sesungguhnya kamu telah mengetahui penciptaan yang pertama, maka mengapakah kamu tidak mengambil pelajaran (untuk penciptaan yang kedua)?
Ayat tersebut menginformasikan bahwa bagaimana persisnya keadaan kita di akherat kelak merupakan suatu yang tidak bisa kita bayangkan karena belum pernah ada bandingannya di dunia ini. Ibarat kita menyodorkan kalkulator kepada masyarakat primitif, mereka tentu saja punya alat untuk melakukan penghitungan seperti batu dan ranting kayu, lalu ketika diberikan kalkulator untuk melakukan penghitungan, maka pastilah mereka akan kebingungan karena buat kaum primitif, kalkulator merupakan benda ‘yang tidak pernah terbayangkan’ sebelumnya, sekalipun kalkulator merupakan penyempurnaan dari sarana berhitung yang ada pada mereka. Demikian juga dengan manusia, saat ini kita punya tubuh dan pranata/sistem yang kita kenal dalam menjalani kehidupan, apakah kita mampu membayangkan bagaimana persisnya bentuk tubuh dan sistem kehidupan yang merupakan penyempurnaan dari apa yang kita miliki saat ini..?? Namun secara cerdas, ayat Al-Qur’an tersebut menggiring kita untuk memikirkannya, ketika Allah menyatakan ‘Dan Sesungguhnya kamu telah mengetahui penciptaan yang pertama, maka mengapakah kamu tidak mengambil pelajaran’, artinya Allah menyuruh kita untuk melihat perumpamaannya. Kita bisa membayangkan kalau seandainya kita dilahirkan kembali ke dunia, memulai lagi proses kelahiran dari rahim seorang wanita, lahir, menjadi bayi dan tumbuh dewasa, apakah kita akan berusaha mengulangi kembali kehidupan kita yang dahulu..?? apakah kita akan mencari-cari istri yang kita cintai pada kehidupan terdahulu..?? apakah kita akan berusaha kembali mengumpulkan anak-anak yang kita sayangi dulu..?? Apakah kita akan 'dibakar api cemburu' ketika tahu istri kita dahulu yang telah menitis kepada sosok yang lain ternyata menemukan jodohnya yang lain pula, atau marah-marah melihat anak kita di kehidupan terdahulu ternyata menitis menjadi anak orang lain..?? Anda juga bisa memakai perumpamaan ini untuk periode sebaliknya, jika kehidupan anda saat ini adalah titisan dari hidup anda sebelumnya, apakah saat ini anda sedang mencari-cari dimana istri anda dulu..?? atau berusaha menemukan ayah-ibu anda dahulu..??
Tentu saja tidak demikian, kita akan berproses sesuai jalur kehidupan yang sudah ditentukan, mencari jodoh sesuai takdir kita, melahirkan anak yang berbeda. Demikianlah desain hidup kita dahulu, maka itu juga yang berlaku bagi kita pada kehidupan selanjutnya.
Perintah untuk berpikir melalui perumpamaan tersebut sebenarnya sudah bisa memberikan gambaran bagaimana nantinya kita di akherat terkait hubungan antara manusia, bahwa kita akan menjalani kehidupan yang baru sebagai bentuk penyempurnaan kehidupan kita di dunia..
Jadi bagi ibu-ibu majelis taklim, jangan khawatir terhadap suami anda nantinya, apakah masih bersama anda atau sudah ‘dibajak’ oleh para bidadari. Yang sebaiknya anda lakukan adalah mendo’akan suami dan anak-anak agar mereka selalu dilindungi Allah dan mendapat kebaikan kelak di akherat, memastikan apakah suami dan anak-anak selalu bisa menjalankan apa yang diperintah oleh Allah, disamping tetap berusaha untuk memperbaiki diri terus-menerus, menjadi istri yang salehah. Suami dan keluarga adalah sarana anda untuk berbakti kepada Allah, menjadi ‘medan tempur’ yang bisa anda manfaatkan untuk meraup pahala sebanyak-banyaknya. Mencintai suami sepenuh jiwa dan raga tentu saja merupakan sikap yang mulia, namun hal tersebut tetap harus dikaitkan dengan kecintaan anda kepada Allah semata. Bagi netters Kristen yang sinis dan dengki, mudah-mudahan tulisan ini bisa menjawab dan menghapus penyakit yang ada dalam hati anda dalam melihat kebenaran dan keagungan ajaran Islam, bahwa pertanyaan yang selama ini anda ajukan, hanya datang dari kebekuan hati sehingga tidak mampu lagi menuntun pikiran anda melihat persoalan secara jernih.
Wis gini aja... menurut km orang yg disucikan itu seperti apa? Karena bagi kami apa yg disampaikan Alqur'an tanda2 ayat Alqur'an dibawah adalah sudah cukup...
menurut aku orang yang disucikan itu orang yang dibersihkan. dalam hal ini, karena urusan sorga ma neraka, so orang itu pastinya bakalan bersih sebersih-bersihnya..
dalam ayat dibawah tidak disebutkan bahwa manusia disucikan...
ini penting, sebab pak archa bilanng setiap wanita mendapat apa yang ada dalam nalurinya...(naluri jg ada naluri jahat bukan??)
saya merasa ayat tersebut tidak menggambarkan kondisi manusia yang disucikan, karena jelas sekali ayat tersebut menyatakan manusia hanya mendengar..tidak ada kalimat bhw manusia mengucapkan kata2 suci dll.
Ooo... km nunggu jawaban tho...? aku pikir udah ngerti!!! Wis gini aja... menurut km orang yg disucikan itu seperti apa? Karena bagi kami apa yg disampaikan Alqur'an tanda2 ayat Alqur'an dibawah adalah sudah cukup...
lanjut juga boleh tuh...daripada sepi...mungkin ini tahun ajaran baru buat seminari yah...apa senior kristen sedang sibuk jadi panitia? soale sepi sih...
saya merasa ayat tersebut tidak menggambarkan kondisi manusia yang disucikan, karena jelas sekali ayat tersebut menyatakan manusia hanya mendengar..tidak ada kalimat bhw manusia mengucapkan kata2 suci dll.
Betul betul betul Wong. Itu Bukan hanya perasaan kau saja tapi memang kenyataannya begitu. Hanya orang-orang yang kotor saja yang perlu disucikan. dan Di surga itu nanti tidak ada lagi orang yang kotor, jadi untuk apa disucikan lagi? orang yang masuk ke surga itu adalah orang yang sudah suci.
oklah bro holy...
TAPI
saya merasa ayat tersebut tidak menggambarkan kondisi manusia yang disucikan, karena jelas sekali ayat tersebut menyatakan manusia hanya mendengar..tidak ada kalimat bhw manusia mengucapkan kata2 suci dll.
Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa, akan tetapi mereka mendengar ucapan salam. (Qs Al-Waaqi'ah 10-26)
bg holy, sbnre maksud pertanyaan saya tuh gini nih, apakah dengan masuk sorga semua orang pasti disucikan seccara otomatis??
Ya pastilah... Kalo belum suci mana mungkin masuk sorga? wah pertanyaan km tuh memang rada aneh wong! masa km tuh ga bisa ngelogika sih?...
Dalam Alqur'an sediri udah dijelaskan surga dalam Islam tuh adalah tempat kembali yg terbaik! karena disana ada rahmat Allah didalamnya.
Kalo neraka Adalah tempat orang2 yg penuh dengan dosa dan penuh laknat Allah didalamnya... Lha kalo masih belum suci! ya dimasukkan neraka aja!!! ngapain Allah masukkan sorga??? wkwkwkw... Ada2 aja loe...
iya Bang Syahrir...kasian banget si wong malang ini....gak yakin ma kekristenannya tapi juga belum mau menerima petunjuk__Nya...yaitu Alqur'an dan Hadist
misal saya dan semua orang tidak mendengar adanya letusan petasan disini pada jam 7 pagi saat kami duduk2, kan bisa disimpulkan bahwa tdk mendengarnya karena memang tidak ada yang nyalakan mercon disitu...ya gak ...
betul bro....
TAPI...
bagaimana kalau??
orang itu ga suka main mercon, tapi sukanya main bomb??
atau
belum lagi klo ternyata kamu suka main mercon, emang kmu bakal nunggu orang lain dulu nyalain mercon baru kamu nyalain mercon??
sepertinya ketikan saya membuat banyak kesalah pahaman
sorry for that...
Lanjut!!!
bg holy, sbnre maksud pertanyaan saya tuh gini nih, apakah dengan masuk sorga semua orang pasti disucikan seccara otomatis??
nah anda jawab dgn ayat ini :
Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa, akan tetapi mereka mendengar ucapan salam. (Qs Al-Waaqi'ah 10-26)
Dari ayat tersebut tercantum sangat jelas! didalam surga sudah tidak ada lagi perkataan yang sia2 tidak ada pula perkataan yg menimbulkan dosa, akan tetapi mereka didalmnya senantiasa mendengar ucapan salam! So! secara ga langsung barang siapa saja yg masuk surga fikiranya pun akan disucikan.
saya merasa ayat tersebut tidak menggambarkan kondisi manusia yang disucikan, karena jelas sekali ayat tersebut menyatakan manusia hanya mendengar...
Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa, akan tetapi mereka mendengar ucapan salam. (Qs Al-Waaqi'ah 10-26)
jadi sistemny nanti manusia yang msk sorga bakal disucikan pikirannya.begitu?
counter by holy :
Dari ayat tersebut tercantum sangat jelas! didalam surga sudah tidak ada lagi perkataan yang sia2 tidak ada pula perkataan yg menimbulkan dosa, akan tetapi mereka didalmnya senantiasa mendengar ucapan salam! So! secara ga langsung barang siapa saja yg masuk surga fikiranya pun akan disucikan.
koment wong ;
bro, mendengar tidak sama dengan mengucapkan..
jadi ayat yang anda sadurkan tidak bisa mendasari koment anda
thx
holy menjawab ;
Yg nyamakan sapa memang? tapi masa km ga bisa pake logika wong? kasihan banget deh...
Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa, akan tetapi mereka mendengar ucapan salam. (Qs Al-Waaqi'ah 10-26)
Baca lagi yg gwe bold!
Tidak bisa mendasari coment? apa km yg ga bisa melogika bro?
kalo acuannya si wong adalah mereka tidak mendengar, lagian ngapain mereka mengatakan yang sia2 toh seluruh penghuni surga termasuk yang berkata, seandainya terjadi yang disangkakan wong juga tidak bisa mendengarkan? (jika memang logikanya begitu) tapi menurut saya sih kalimat tsb mudah sekali dipahami, tdk mendengar kata sia2 berarti memang tidak ada yang berkata sia2...misal saya dan semua orang tidak mendengar adanya letusan petasan disini pada jam 7 pagi saat kami duduk2, kan bisa disimpulkan bahwa tdk mendengarnya karena memang tidak ada yang nyalakan mercon disitu...ya gak ...
ah wong..wong...mesti di kalibrasi neh kayaknya,ditera ulang, biar gak terlalu subjektiv... objektiv dong...kan dari dulu ku dah bilang, kosongkan pikiran, jernihkan, anggap aja kamu di zona netral antara islam dan nasrani....jadi hatinya terbuka, memahami, merenungi, menyimpulkan, trus mengakui kebenaran...syukur mau menggapai hidayah-Nya...
acuannya jangan kek orang berperang....jadi tidak menganggap ini kawan ini lawan, tetapi anggaplah wong ini seperti hakim agar bisa mengambil kesimpulan untuk memutuskan sesuatu, sebenarnya yang bener, masuk akal, terjamin, asli dari Allah itu yang mana...agar tdk lupa bahwa di ayat tersebut tertulis kata "[bold]tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa" [/bold]
maaf banget yah wong....jika terkesan kek menggurui, sama sekali tidak ada maksud untuk itu loh..
Yg nyamakan sapa memang? tapi masa km ga bisa pake logika wong? kasihan banget deh lu...
...Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa, akan tetapi mereka mendengar ucapan salam.(Qs Al-Waaqi'ah 10-26)
Baca lagi yg gwe bold!
@Wong
jadi ayat yang anda sadurkan tidak bisa mendasari koment anda
Tidak bisa mendasari coment? apa km yg ga bisa me-logika bro?
Yg nyamakan sapa memang? tapi masa km ga bisa pake logika wong? kasihan banget deh...
Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan [/b]tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa[/b], akan tetapi mereka mendengar ucapan salam. (Qs Al-Waaqi'ah 10-26)
Baca lagi yg gwe bold!
jadi ayat yang anda sadurkan tidak bisa mendasari koment anda
Tidak bisa mendasari coment? apa km yg ga bisa melogika bro?
wong kalo kamu bukan anak SD pasti sudah tahu kalo tidak mendengar berarti tidak ada yang ngomong....
ckckckckckckckckckckckckckck beginian kok bisa kuliah yah?? nyogok pake apa wong?
adaa aja alasan untuk tdk menerima kebenaran....kayaknya memang si wong ini diliputi, dibibing dan dipengaruhi oleh roh "kudus" kejahatan...heheheh, sehingga yang sudah jelas2 ada petunjuk, cahaya yang terang masih berusaha mencari alasan utk menolak, agar sesuai dengan ego-nya,bahkan sudah tidak lagi menggunakan logika, akal, rasio dll dlm berfikir, semata2 hanya mengandalkan ego...berprinsip "biar salah asal ngeyel", "biar sesat yang penting bangga"...biar tahu yang penting emoh... heheheh
ketahuan nih mas tio ga paham arah diskusinya...
coba pahami dulu baru ngomong..
thx
adaa aja alasan untuk tdk menerima kebenaran....kayaknya memang si wong ini diliputi, dibibing dan dipengaruhi oleh roh "kudus" kejahatan...heheheh, sehingga yang sudah jelas2 ada petunjuk, cahaya yang terang masih berusaha mencari alasan utk menolak, agar sesuai dengan ego-nya,bahkan sudah tidak lagi menggunakan logika, akal, rasio dll dlm berfikir, semata2 hanya mengandalkan ego...berprinsip "biar salah asal ngeyel", "biar sesat yang penting bangga"...biar tahu yang penting emoh... heheheh
Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa, akan tetapi mereka mendengar ucapan salam. (Qs Al-Waaqi'ah 10-26)
bro, mendengar tidak sama dengan mengucapkan..
Dari ayat tersebut tercantum sangat jelas! didalam surga sudah tidak ada lagi perkataan yang sia2 tidak ada pula perkataan yg menimbulkan dosa, akan tetapi mereka didalmnya senantiasa mendengar ucapan salam! So! secara ga langsung barang siapa saja yg masuk surga fikiranya pun akan disucikan.
jadi ayat yang anda sadurkan tidak bisa mendasari koment anda
thx
jadi sistemny nanti manusia yang msk sorga bakal disucikan pikirannya.begitu?
Gwe jawab berdasar Al-Qur'an juga!
Dan orang-orang yang beriman paling dahulu, Mereka itulah yang didekatkan kepada Allah. Berada dalam jannah keni'matan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian, Mereka berada di atas dipan yang bertahta emas dan permata, seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk, dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik. Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan. Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa, akan tetapi mereka mendengar ucapan salam. (Qs Al-Waaqi'ah 10-26)
Dari ayat tersebut tercantum sangat jelas! didalam surga sudah tidak ada lagi perkataan yang sia2 tidak ada pula perkataan yg menimbulkan dosa, akan tetapi mereka didalmnya senantiasa mendengar ucapan salam! So! secara ga langsung barang siapa saja yg masuk surga fikiranya pun akan disucikan.
wah si wong banci kaleng belum naik cara berpikirnya, ini syarat untuk masuk surga :
(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam SURGA yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. (QS. 4:13)
Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (SURGA). (QS. 4:31)
dari syaratnya saja sudah terlihat hanya manusia yang baik dan beriman yang dapat masuk ke dalam surga dan salah satunya adalah mengendalikan keinginan jahat.
jadi sistemny nanti manusia yang msk sorga bakal disucikan pikirannya.begitu?
wah si wong banci kaleng belum naik cara berpikirnya, ini syarat untuk masuk surga :
(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam SURGA yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. (QS. 4:13)
Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (SURGA). (QS. 4:31)
dari syaratnya saja sudah terlihat hanya manusia yang baik dan beriman yang dapat masuk ke dalam surga dan salah satunya adalah mengendalikan keinginan jahat.
Wong untuk anda ketahui bahwa para netter muslim disini selalu bersandar pada Al-Qur'an dan Hadist. jadi dalam menanggapi postingan yang berhubungan dengan Islam kami tidak pernah lepas dari landasn tersebut. Kalaupun kami mengembangkan pola pikir ataupun membuat semacam ungkapan-ungkapan tentang islam, maka semua itu bersumber dua hal tersebut.
oklah klo begitu...tunjukin dalil anda mengenai postingan anda dibawah "untuk anda ketahui bahwa para penghuni sorga itu baik laki-laki maupun perempuan sudah tidak mempunyai naluri jahat lagi. Naluri jahat itu adanya didunia ini"
halo budeng...kemana aje...bulan madu ma pakdeng y..??
manusia yang masuk surga sudah tidak punya keinginan jahat lalu semua keinginannya dikabulkan apa ada yang membingungkan dik wong? (seperti ngajar anak SD aja)
iya nih bu guru, anda ngomong kaya gitu ada ayatnya ga?
katanya segala keinginan akan terpenuhi...gimana sih..
Wong. Ini saya beri perumpamaan ya.
andaikan keinginan / naluri jahat itu kita beri simbol warna hitam dan keinginan yang lainnya (semua keinginan yang lain dari keinginan jahat kita beri simbol semua warna selain warna hitam.
maka nanti di Surga itu Simbol Warna hitam itu tidak ada lagi. semua simbol warna ada disurga itu kecuali simbol warna hitam. Mengapa? Karena simbol warna hitam itu tempatnya ada di Neraka. Ingat wong ini adalah perumpamaan saja.
untuk anda ketahui bahwa para penghuni sorga itu baik laki-laki maupun perempuan sudah tidak mempunyai naluri jahat lagi. Naluri jahat itu adanya didunia ini.
Respon wong
wow....
dasar ayat qur'anny ada??
Wong untuk anda ketahui bahwa para netter muslim disini selalu bersandar pada Al-Qur'an dan Hadist. jadi dalam menanggapi postingan yang berhubungan dengan Islam kami tidak pernah lepas dari landasn tersebut. Kalaupun kami mengembangkan pola pikir ataupun membuat semacam ungkapan-ungkapan tentang islam, maka semua itu bersumber dua hal tersebut.
Selain itu kawan. Apabila diantara kami netter muslim disini mempostingkan tentang Islam YANG TIDAK BERDASARKAN PADA AL-QUR'AN DAN HADIST, maka pastilah netter tersebut akan dipertanyakan oleh para netters muslim tersebut tentang postingan yang telah dia perbuat.
Semoga penjelasan ini dapat memberikan pemaham anda tentang kami.OKe?
untuk anda ketahui bahwa para penghuni sorga itu baik laki-laki maupun perempuan sudah tidak mempunyai naluri jahat lagi. Naluri jahat itu adanya didunia ini.
Respon wong
wow....
dasar ayat qur'anny ada??
Wong untuk anda ketahui bahwa para netter muslim disini selalu bersandar pada Al-Qur'an dan Hadist. jadi dalam menanggapi postingan yang berhubungan dengan Islam kami tidak pernah lepas dari landasn tersebut. Kalaupun kami mengembangkan pola pikir ataupun membuat semacam ungkapan-ungkapan tentang islam, maka semua itu bersumber dua hal tersebut. Semoga penjelasan ini dapat memberikan pemaham anda tentang kami.OKe?
manusia yang masuk surga sudah tidak punya keinginan jahat lalu semua keinginannya dikabulkan apa ada yang membingungkan dik wong? (seperti ngajar anak SD aja)
untuk anda ketahui bahwa para penghuni sorga itu baik laki-laki maupun perempuan sudah tidak mempunyai naluri jahat lagi. Naluri jahat itu adanya didunia ini.
wow....
dasar ayat qur'anny ada??
atau jawaban anda ini hanya berdasar hati nurani anda saja??
apakah disorga nanti, wanita2 tsb akan mendapatkan smua keinginan yang berasal dari naluri jahat mereka seperti membunuh orang, menginginkan suami orang dll...???
untuk anda ketahui bahwa para penghuni sorga itu baik laki-laki maupun perempuan sudah tidak mempunyai naluri jahat lagi. Naluri jahat itu adanya didunia ini. Nanti wong kita-kita yang ada didunia ini akan ditempatkan pada dua tempat. yaitu sorga dan neraka. Sorga adalah tempat orang-orang yang semasa didunia ini selalu taat dan selalu melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah swt. Neraka adalah orang yang memasa di dunia ini yang tidak taat dan selalu melanggar perintah Allah swt.
Sekarng kita berbicara naluri. Naluri itu ada 2 naluri baik dan naluri jahat. Bil orang yang semasa di dunia ini taat dan menjalankan perintah Allah swt serta menjauhi larangannya dan dapat menekan naluri jahatntya maka insya'Allah orang itu akan ditempatkan di sorga tetapi apa bila kebalikan dari itu. maka tempatnya di Neraka.
Kesimpulannya sifat jahat, iri, dengki sifat negatif lainya tidak dimiliki oleh para penghuni sorga. Kalaupun hal itu ada maka ia pasti ditempatkan dineraka. Mudah-mudahan dapat cerna.
Hihihihihi...pada stress ngadepin banci indiots ya????
maklum aja, yayangngnya si korek blom muncul2 makanya si wong banci otaknya jadi semakin konslets
kalau saya sih maklum sama pemikiran si wong ini...
soalnya di alkitab (di surganya kristen) kalau kita baca matius 25, maka isinya adalah perempuan-perempuan yang b0d0h dan ada yang bijaksana tapi pelit dan penuh intrik... (penuh niat jahat dan perbuatan jahat & pelit).
dia kepingin (memaksakan diri) supaya (isi) surganya islam, sama dengan surganya kristen....
karena tidak ada yang mampu menjawab.
maka bisa dismpulkan bahwa sorga muslim buat para cewek adalah sorga yang akan mengabulkan segala keinginan para penghuninya termasuk keinginan2 jahat...
lho..khan sudah dijawab : anda bertanya : cewek dapat apa di surganya orang Muslim, sudah dijawab : mereka memperoleh apa yang sesuai dengan naluri mereka...
anda malah ngelantur ngomong soal keinginan jahat, naluri jahat..
jadi kelihatannya anda sendiri yang tidak mengerti apa yang anda tanyakan...
atau begini saja dah..., maunya anda kita ini harus menjawab apa..??
karena tidak ada yang mampu menjawab.
maka bisa dismpulkan bahwa sorga muslim buat para cewek adalah sorga yang akan mengabulkan segala keinginan para penghuninya termasuk keinginan2 jahat...
apakah disorga nanti, wanita2 tsb akan mendapatkan smua keinginan yang berasal dari naluri jahat mereka seperti membunuh orang, menginginkan suami orang dll...???
lho..khan sudah dijawab dengan jelas, bahwa keinginan jahat tidak ada di surga karena penyebab munculnya keinginan tersebut tidak ada..
sekarang melantur ngomong soal : naluri jahat.. mana ada naluri jahat..??
ngerti nggak apa yang dimaksud dengan naluri..?? padahal sudah disampaikan definisinya berdasarkan ajaran Kristen sendiri..
na·lu·ri (noun)
1 dorongan hati atau nafsu yg dibawa sejak lahir; pembawaan alami yg tidak disadari mendorong untuk berbuat sesuatu; insting;
2 Psi perbuatan atau reaksi yg sangat majemuk dan tidak dipelajari yg dipakai untuk mempertahankan hidup, terdapat pd semua jenis makhluk hidup;
3 Bio serangkaian kegiatan refleks terkoordinasi, masing-masing terjadi apabila yg sebelumnya telah diselesaikan; reaksi yg tidak bergantung pd pengalaman
mana ada yang namanya naluri jahat..?? yang ada itu keinginan jahat, muncul karena adanya penyebab..
Saat ini ada8guests
dan 0members browsing forum diskusi
Online Now
:
Hits : 3312668
Hak cipta
dilindungi oleh Allohu Subhanahu wa Ta'ala TIDAK DILARANG KERAS mengcopy, memperbanyak, mengedarkan
untuk kemaslahatan ummat syukur Alhamdulillah sumber dari forum-swaramuslim.net
dicantumkan
Questions & suggestion or problems regarding
this web site should be directed to
webmaster