Member : Log-In | Register   Forum Arsip 2002 - 2008   
  online :     



.: ALLAH BERSUMPAH DEMI MAKHLUK :.
Author
Post   Bookmark and Share  
archa

18 Dec 09 - 6:51 am Total Topics: 62
Total Posts: 5124
archa's avatar

Archives 
Komentar Forum lama dari 2002 s/d 2008 ada juga di halaman archives
Pertanyaan ini juga sering diajukan oleh netters Kristen di forum ini. Biasanya dalam pertanyaan tersebut ada nuansa gugatan :”Koq bisa Tuhan yang Maha Kuasa bersumpah demi sesuatu yang lebih rendah..?? karena sumpah seharusnya dilakukan demi hal yang lebih tinggi..”. Dari beberapa kali diskusi, saya menemukan suatu kesimpulan adanya persamaan persepsi dari netters Kristen, ketika terjadi sumpah demi sesuatu, maka sesuatu tersebut diposisikan sebagai pihak yang berkuasa untuk menghakimi si pembuat sumpah apabila isi sumpah yang diucapkan tersebut tidak benar, atau pihak yang bersumpah tidak menepati apa yang disumpahkannya. Jadi ketika mereka menemukan dalam Al-Qur’an, Allah bersumpah demi matahari, bulan, bintang, waktu, langit, dll, maka pertanyaannya :”Mana mungkin matahari berkuasa untuk menghakimi Tuhan, apabila Tuhan tidak menepati apa yang telah disumpahkan-Nya..?”.

Total Reply 250 | Comment 2134 hits |  Beritahu Teman |  Print | Baca Seluruh Artikel  
ais

Total Topics: 0
Total Posts: 725
16 Feb 10 - 4:28 pm
Tiohart : etika tuhan tidak sanggup menyelamatkan yesus yang Ia ciptakan (sebelumnya)"dari pengejaran dan penyaliban", bahkan ketika yesus akan segera dihinakan, maka ia bukan Tuhan saat itu..--->>>IA (TUHAN) MENCIPTAKAN YESUS???? Lhooo....taunya yesus itu diciptakan oleh Tuhan yaa....padahal katanya Yesus itu tuhan....piye to iki.

dengan kata lain, Tuhan tidak bisa menghinakan dirinya sendiri yang Ia tidak sanggup menolongnya... --->>> TUHAN TIDAK SANGGUP MENOLONG DIRI NYA SENDIRI???.....Gimana mau menolong umatnya (orang2 kristen/katolik)...
kecuali Ia mengubah sifat2 ke-Ilahian-Nya, akibatnya, Ia tidak lagi menjadi Tuhan saat itu.--->>> Filosofi soal ketuhanan membingungkan....saat ia mengubah sifat ke Ilahiannya saat itu bukan tuhan lagi...weleh....weleh.....aneh banget ya...
Kirim Komentar
Ismail Marzuki

Total Topics: 0
Total Posts: 709
16 Feb 10 - 2:22 am
To TF
paradoks masih bisa diterima dengan akal sehat (walaupun malas mikir),
Tf kata si Korektor apa bila dapat diterima dengan akal sehat maka Dia bukan lagi Tuhan. Tapi kenapa pendapatmu dan pendapat Korektor kok kok beda, bahkan Kontradiksi?



kontradiksi tidak bisa diterima akal sehat (walaupun harus berpikir keras).
Betul sekali kawan. Mengapa terjadi kontradiksi? Karena Konsep dasar yang kau gunakan tidak sesuai dengan apa yang ada di dalam Al Qur'an. Al-qur'an menyatkan Allah swt menciptakankan sesuatu sesuai dengan KEHENDAKNYA. dan bukan sesuai dengan Sifat-Nya. Bila kau terus berpegang dengan sesuai sifatnya maka hasilnya akan terus kontradiksi. Bagi kaum muslimin tidak menemui hal yang kontradiksi tersebut karena kami memegang Al-Qur'an.
Kirim Komentar
Ismail Marzuki

Total Topics: 0
Total Posts: 709
16 Feb 10 - 2:10 am
to Tf
ismail, kita cari contoh yang mudah aja deh tentang sifat dulu baru kehendak, atau kehendak dulu baru sifat...

Sebaiknya kita tidak usah nyari contoh karena ayatnya sudah jelas
Bahwa “ Allah swt menciptakan sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya”
Kalau anda terus memaksakan kehendak dengan mengubah ayat tersebut menjadi sesuai sifat-Nya maka sampai kapan pun hasilnya tidak akan sesuai dengan Al qur’an bahkan kontradiksi terus. Dan untuk itu kau telah membuktikannya sendiri dengan contoh-contoh yang kau ajukan sehingga hasilnya ya Kontradiksi seperti yang kau ungkapan itu

Jadi supaya hasilnya tidak kontradiksi melulu maka kembalilah melihat petunjuk yang ada di dalam Al-qur’an itu. Pasti hasilnya Klop. Dan pas. Tidak Kontradiksi lagi. Gitu.


Kirim Komentar
Ismail Marzuki

Total Topics: 0
Total Posts: 709
16 Feb 10 - 1:38 am
yang bener yang mana? najis itu ditentukan siapa? kita atau Tuhan?


Sekali lagi Tf, yang menyebutkan ini Najis atau itu najis adalah kita sendiri berdasarkan petunjuk dari-Nya. Tolong kalau mau menggris bawahi jangan sepotong-sepotong ya



Kirim Komentar
Ismail Marzuki

Total Topics: 0
Total Posts: 709
16 Feb 10 - 1:26 am
To Tf
apa alasan Allah menimpakan kejahatan pada suatu kaum?

Allah swt mempunyai rencana dan tidak ada satu mahlukpun yang tahu akan Rencana-Nya kecuali Kalau Dia sendiri yang membukakan tabir rencana tersebut. Sama halnya dengan : Allah swt telah merencanakan Nabi Adam a,s tanpa ibu dan bapak, nabi Isa a.s lahir tanpa ayah, dll semua itu adalah rencana dari Allah swt. Kita mahluknya hanya bisa mengira-ngira saja tentang rencana yang telah Dia Perbuat. Tetapi Tentang Rencana yang belum Dia Ciptakan kita tidak bakalan tahu kecuali kalau Dia sendiri yang memberitahukan kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Ilmu yang telah Dia berikan kepada kita ibarat setetes airdi samudra yang luas.
Kirim Komentar
Ismail Marzuki

Total Topics: 0
Total Posts: 709
16 Feb 10 - 1:13 am
to tf
logika sederhana:
Allah SWT menciptakan Kejahatan
Allah SWT menciptakan segala sesuatu sesuai dengan sifat-Nya
maka, salah satu sifat dari Allah SWT adalah jahat.

Allah SWT menciptakan hal2 najis
Allah SWT menciptakan segala sesuatu sesuai dengan sifat-Nya
maka, salah satu sifat dari Allah SWT adalah najis.

benar begitu?

Nggak benar.
Yang benar
Allah SWT menciptakan Kejahatan
Allah SWT menciptakan segala sesuatu sesuai dengan Kehendak-Nya
maka, salah satu Kehendakdari Allah SWT adalah menimpahkan kejahatan pada kaum yang dikehendaki-Nya.

Allah SWT menciptakan hal2 najis bagi manusia
Allah SWT menciptakan segala sesuatu sesuai dengan Kehendak-Nya
maka, salah satu Kehendakdari Allah SWT adalah menciptakan hal-hal yang najis bagi manusia.
Silahkan kau logikakan postingan yang aku postkan ini. ya
Kirim Komentar
Ismail Marzuki

Total Topics: 0
Total Posts: 709
16 Feb 10 - 1:04 am
To Tf. Sory bro. baru bisa jawab. Soalnya beberapa waktu yang lalau kayak aku kesulitan untuk load ke SM.
entah apakah al quran pernah menuliskan bahwa Allah SWT tidak bisa berdosa, dll.

Ini maksudnya apa?
Kirim Komentar
archa

Total Topics: 62
Total Posts: 5124
15 Feb 10 - 6:19 pm
archa's avatar
btw, kalau untuk suatu hal yang ghaib dan diluar kemampuan manusia (i.e. surga-neraka) untuk menggambarkannya Allah SWT HARUS memakai perumpamaan, maka kenapa dalam al quran penggambaran Allah SWT malah lebih jelas?

makanya saya tanya, mengapa dalam al quran penjelasan mengenai ciptaan lebih sulit (sampai2 harus pakai perumpamaan) dibandingkan penjelasan tentang Sang Pencipta??


nggak ngerti mas, mengapa anda bilang dalam Al-Qur'an 'penggambaran' Allah lebih jelas, apa yang anda maksud dengan 'lebih jelas'..?? yang saya kemukakan dibawah ini soal ciptaan Allah yang bersifat ghaib, karena manusia tidak punya referensi soal bentuknya, kalau saya bilang : gunung, laut, awan, hujan, anda tentu bisa membayangkannya karena anda sudah punya referensi mengenai bentuknya, kalau saya bilang : montir memperbaiki motor atau pabrik Toyota membuat mobil, anda tentu bisa membayangkan bagaimana prosesnya karena anda punya referensi di pikiran anda.

Kalau saya bilang : surga dan neraka, anda mau membayangkan apa..?? kalau saya bilang : Allah menciptakan makhluk, anda mau membayangkan prosesnya seperti apa..??

Disitu gunanya perumpamaan...

Kirim Komentar
archa

Total Topics: 62
Total Posts: 5124
15 Feb 10 - 9:27 am
archa's avatar
aku sudah kasih contoh: timbul sifat serakah dulu baru berniat korupsi..


siapa yang menciptakan sifat serakah..??

silahkan dijawab..
Kirim Komentar
archa

Total Topics: 62
Total Posts: 5124
15 Feb 10 - 5:50 am
archa's avatar
disebut Maha Kudus, tapi menciptakan dosa


'Dosa' adalah suatu kondisi yang diciptakan Tuhan bagi kehidupan manusia, arti dosa 'semua perbuatan yang melanggar aturan Tuhan', jadi adanya dosa karena adanya aturan, apakah aturan yang ditetapkan Tuhan bagi manusia sama dengan 'aturan' yang ditetapkan Tuhan bagi diri-Nya..??

Manusia membunuh manusia lain, itu adalah dosa karena Tuhan melarang manusia membunuh, harimau membunuh kijang bukan dosa karena tidak ada larangan harimau membunuh kijang. Manusia berzina (melakukan hubungan seksual tanpa ikatan pernikahan) adalah berdosa, kucing melakukannya tanpa pernikahan bukan dosa..

Tuhan menciptakan dosa (sebagai suatu kondisi yang ada dalam kehidupan manusia) bukan berarti Tuhan telah berbuat dosa..

Coba sampaikan penjelasan ini kepada Oma anda, saya jamin dia akan mengerti..

Kirim Komentar
archa

Total Topics: 62
Total Posts: 5124
15 Feb 10 - 5:43 am
archa's avatar
"TriTunggal itu bisa dibedakan, tapi tidak bisa dipisahkan"
ya, benar. Mereka dipisahkan oleh Pribadi.
Bapa # Putra/Logos # Roh Kudus


Ini paradoks atau kontradiksi..?? atau anda tidak bisa membedakan antara paradoks dengan kontradiksi..

menurut bapak "manusia" itu jamak atau tunggal?
ada berapa manusia kah diseluruh bumi dari zaman Adam sampai manusia terakhir yang hidup?


'manusia' merupakan kata berbentuk tunggal menunjukkan suatu komunitas yang terdiri dari individu-idividu, dan didalam 'manusia' terjadi saling berkasih-sayang juga saling bunuh-membunuh.

[23:91] Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu,


alasan yang logis bukan..??

Kirim Komentar
archa

Total Topics: 62
Total Posts: 5124
15 Feb 10 - 5:34 am
archa's avatar
hahahaha.... jangan2 72 bidadari aslinya jauh dari bayangan manusia selama ini... karena manusia melihat fisik (cantik, langsing) eh, ga taunya Allah SWT melihat hati. dapet deh yang gembrot2 ala preety ashmara


kata 'bidadari' berasal dari kata 'huur' yang netral kelamin, gambaran kita tentang 'huur' di surga tergantung apa obsesi/keinginan kita di dunia, yang pasti dengan menyatakan bahwa penghuni surga akan ditemani 'huur' artinya Allah menyediakan 'masyarakat' bagi setiap penghuni surga karena kodrat manusia yang tidak pernah bisa hidup sendiri..

http://forum-swaramuslim.net/more.php?id=4337_0_15_0_M
Kirim Komentar
tiohart

Total Topics: 0
Total Posts: 204
09 Feb 10 - 9:31 am
ketika tuhan tidak sanggup menyelamatkan yesus yang Ia ciptakan (sebelumnya)"dari pengejaran dan penyaliban", bahkan ketika yesus akan segera dihinakan, maka ia bukan Tuhan saat itu..

dengan kata lain, Tuhan tidak bisa menghinakan dirinya sendiri yang Ia tidak sanggup menolongnya... kecuali Ia mengubah sifat2 ke-Ilahian-Nya, akibatnya, Ia tidak lagi menjadi Tuhan saat itu.
Kirim Komentar
tiohart

Total Topics: 0
Total Posts: 204
09 Feb 10 - 9:15 am
to bang archa barang kali kita semua juga sependapat yah..apa kata tf yang ini....

makanya diawal (dgn big david) sudah saya katakan: ketika tuhan tidak sanggup mengangkat batu yang Ia ciptakan (sebelumnya), bahkan ketika batu itu tercipta, maka ia bukan Tuhan saat itu..

dengan kata lain, Tuhan tidak bisa menciptakan batu yang Ia tidak bisa angkat... kecuali Ia mengubah sifat2 ke-Ilahian-Nya, akibatnya, Ia tidak lagi menjadi Tuhan saat itu.



ketika baru yesus tercipta saja maka, yahweh bukan tuhan lagi setelah itu...jika yesus itu sebagai tuhan..

coba tanya apakah suatu yang mustahil/tdk bagi Allah? kok untuk menyelamatkan manusia dia harus merasakan jadi manusia? lalu dibunuh, dihinakan pula...bukankah dia menciptakan ruhul qudus?menciptakan manusia juga termasuk yesus? saya rasa hal yang mustahil jika dia membuat dirinya jadi ruhulkudus n yesus..
Kirim Komentar
True Faith

Total Topics: 0
Total Posts: 1218
09 Feb 10 - 9:10 am
Pemahaman Tuhan paradoks bisa didapat Oma anda kalau dia 'tidak mau mikir' karena makin dipikirkan makin bingung, sebaliknya pemahaman Allah dalam ajaran Islam bisa didapat kalau dia 'tidak perlu mikir', buat apa memikirkan sesuatu yang sudah diterima oleh akal dengan gampang..??

paradoks masih bisa diterima dengan akal sehat (walaupun malas mikir),
kontradiksi tidak bisa diterima akal sehat (walaupun harus berpikir keras).

itu jelas bukan Tuhan anda yang ngomong, tapi kesimpulan anda sendiri setelah Tuhan menyatakan Dia adalah kudus, mengapa tidak Tuhan tidak bisa menjadikan diri-Nya sendiri kudus sekaligus tidak kudus..?

karena sifat Najis itu bukan berasal dari Allah.

bersambung ntar sore/malam...
Kirim Komentar
True Faith

Total Topics: 0
Total Posts: 1218
09 Feb 10 - 9:10 am
sebelumnya menyatakan bahwa soal lengkap/cukup atau tidak, bukan menjadi masalah, lalu 'membanggakan' alkitab yang jauh lebih 'kaya', anda kelihatannya bermain kata-kata..

tak ada asap jika tak ada api.
apinya adalah ucapan netter2 muslim yang mengatakan Alkitab itu sudah palsu.

Apakah anda sudah pernah mencoba menjelaskan kepada Oma anda soal tuhan yang paradoks..?? Maha Kuasa sekaligus tidak Maha Kuasa..?? masing-masing oknum ada diluar oknum yang lain sekaligus didalam..??

jika saya katakan, Tuhan Maha Kuasa, kecuali berbuat dosa, karena itu bertentangan dengan sifat-Nya yang kudus, maka saya pikir beliau akan mengerti.

lalu sebagai perbandingan coba anda jelaskan konsep ketuhanan yang ada dalam ajaran Islam, bahwa Tuhan itu Ahad, tempat bergantung segala sesuatu, tidak beranak ataupun diperanakan, tidak ada sesuatupun yang menandingi Dia..

jika saya katakan, Tuhan Maha Kudus dan Maha Baik, tapi menciptakan dosa dan kejahatan, karena itu sesuai dengan sifat-Nya, maka saya pikir beliau akan bingung.
Kirim Komentar
True Faith

Total Topics: 0
Total Posts: 1218
09 Feb 10 - 9:10 am
bisa anda kasih contoh lain soal paradoks..?? saya belum mengerti..

"TriTunggal itu bisa dibedakan, tapi tidak bisa dipisahkan"

sekurang-kurangnya umat Islam tidak melihat eksistensi Tuhan mereka sebagai Tuhan yang paradoks..

saya sih melihatnya sebagai tuhan yang kontradiksi.
disebut Maha Kudus, tapi menciptakan dosa.

jadi anda mau mengatakan kalau Tuhan yang yang penuh empathy membutuhkan sesuatu diluar dirinya sendiri..?? apakah 3 pribadi Tuhan yang anda sebutkan masing-masing-masing mereka punya 'diri sendiri'..?? wah..makin bingung memahami trintas..

ya, benar. Mereka dipisahkan oleh Pribadi.
Bapa # Putra/Logos # Roh Kudus

bukan Bapa yang mati disalib.
bukan Roh Kudus yang dibaptis.

terkait soal empathy, apakah anda mau mengatakan bahwa 2 oknum Tuhan yang lain dalam trinitas merupakan objek dari yang lainnya..?? yang berada diluar diri oknum tapi berada dalam diri Tuhan, karena Tuhan itu satu..?? bagaimana menjelaskan bahwa diluar = didalam..?? apakah ini paradoks lagi..??

Esa dalam esesnsi, Tiga dalam Pribadi.

menurut bapak "manusia" itu jamak atau tunggal?
ada berapa manusia kah diseluruh bumi dari zaman Adam sampai manusia terakhir yang hidup?
Kirim Komentar
True Faith

Total Topics: 0
Total Posts: 1218
09 Feb 10 - 9:09 am
pak archa,

menurut anda urutan kejadian yang terjadi pada Tuhan anda yang anda katakan melakukan 'to need, to think, to feel, to do' terlepas dari 'past. present, future' nggak..?? silahkan anda jelaskan bagaimana caranya melepaskan 'to need, to think, to feel, to do' dari dimensi waktu..

Allah itu omnipresent pak... Ia tidak terbatas ruang-waktu, Ia diluar ruang-waktu, Ia melampaui ruang-waktu, Ia menciptakan ruang-waktu.

bahasa yang saya tulis itu bahasa ruang-waktu, bahasa manusia, terbatas.

perumpamaan diberikan untuk suatu hal yang ghaib dan diluar kemampuan manusia untuk menggambarkannya, gambaran surga dan neraka dijelaskan lewat perumpaan, peristiwa yang terjadi antara kehendak-Nya dengan terciptanya sesuatu tidak bisa dijangkau oleh kemampuan pikiran manusia.

hahahaha.... jangan2 72 bidadari aslinya jauh dari bayangan manusia selama ini... karena manusia melihat fisik (cantik, langsing) eh, ga taunya Allah SWT melihat hati. dapet deh yang gembrot2 ala preety ashmara

btw, kalau untuk suatu hal yang ghaib dan diluar kemampuan manusia (i.e. surga-neraka) untuk menggambarkannya Allah SWT HARUS memakai perumpamaan, maka kenapa dalam al quran penggambaran Allah SWT malah lebih jelas?

makanya saya tanya, mengapa dalam al quran penjelasan mengenai ciptaan lebih sulit (sampai2 harus pakai perumpamaan) dibandingkan penjelasan tentang Sang Pencipta??
Kirim Komentar
True Faith

Total Topics: 0
Total Posts: 1218
09 Feb 10 - 12:44 am
Sekali lagi Tf yang menyebutkan ini Najis atau itu najis adalah kita sendiri berdasarkan petunjuk dari-Nya.

yang bener yang mana? najis itu ditentukan siapa? kita atau Tuhan?

Maka ketika Dia menjadi mahluk maka “mahluk yang merupakan jadi-jadian Dirinya itu” pastilah bukan Allah swt lagi. Mengapa? Karena kita mengatahui bahwa selain Dirinya yang tunggal tanpa kembaran atau apapun yang menyerupainya itu adalah mahluk.

makanya diawal (dgn big david) sudah saya katakan: ketika tuhan tidak sanggup mengangkat batu yang Ia ciptakan (sebelumnya), bahkan ketika batu itu tercipta, maka ia bukan Tuhan saat itu..

dengan kata lain, Tuhan tidak bisa menciptakan batu yang Ia tidak bisa angkat... kecuali Ia mengubah sifat2 ke-Ilahian-Nya, akibatnya, Ia tidak lagi menjadi Tuhan saat itu.

Kau lihat ayat di atas terlihat bahwa Allah melakukan segala sesuatu itu sesuai dengan Kehendak Allah swt, dan hasil dari yang kehendaki-Nya itu tidak bertentangan dengan sifat-sifatNya.

ismail, kita cari contoh yang mudah aja deh tentang sifat dulu baru kehendak, atau kehendak dulu baru sifat...

aku sudah kasih contoh: timbul sifat serakah dulu baru berniat korupsi..

kamu bisa kasih contoh kehendak dulu, baru sifat ga?
Kirim Komentar
True Faith

Total Topics: 0
Total Posts: 1218
08 Feb 10 - 9:30 pm
To Tf

kalau begitu, siapa pencipta kejahatan (evil)?
apakah evil sesuai dengan sifat2 Tuhan?
siapa pencipta hal2 najis?
apakah hal2 najis sesuai dengan sifat2 Tuhan?

Ya. Pasti Allah swt yang menciptakan semua itu.

logika sederhana:
Allah SWT menciptakan Kejahatan
Allah SWT menciptakan segala sesuatu sesuai dengan sifat-Nya
maka, salah satu sifat dari Allah SWT adalah jahat.

Allah SWT menciptakan hal2 najis
Allah SWT menciptakan segala sesuatu sesuai dengan sifat-Nya
maka, salah satu sifat dari Allah SWT adalah najis.

benar begitu?

Allah swt itu maha berkehendak. Kalau Dia ingin bekehendak menimpakan kejahatan pada suatu kaum atau pada seseorang maka tidak ada satu kekuatan apapun yang dapat menghalangi kehendak-Nya itu, kecuali kehendak-Nya sendiri yang ingin menimpahkan kebaikan pada kaum tersebut.

apa alasan Allah menimpakan kejahatan pada suatu kaum?
benci dosa2 mereka (Adil), benci kenajisan dari perbuatan mereka(kudus), dll? semua pasti berkaitan dengan sifat2 Allah...

masakan Ia menimpakan kejahatan kepada suatu kaum tanpa alasan?

next..
Kirim Komentar
True Faith

Total Topics: 0
Total Posts: 1218
08 Feb 10 - 9:29 pm
ismail,

Sebab begini TF. Mustahil atau tidak mustahil atau mungkin atau tidak mungkin semua itu adalah penilaian kita, selaku manusia terhadap Sang Pencipta. Mengapa kita harus memberikan penilaian itu? Jawabnya agar kita dapat dengan tepat dan pasti untuk menuntukan dan menyakini mana Tuhan Sang Maha pencipta yang sebenarnya. Dengan menggunakan salah satu caranya adalah mempertanyaakan tentang mustahil / tidak mustahil atau mungkin/ tidak mungkin yang ada sangkut pautnya dengan eksistensi Diri-Nya itu. Jadi penilaian itu diperlukan hanya untuk menentukan mana Tuhan yang sesunggunya.

entah apakah al quran pernah menuliskan bahwa Allah SWT tidak bisa berdosa, dll. Tapi dalam Alkitab jelas sekali dikatakan ada hal2 yang MUSTAHIL dilakukan oleh Allah:
Roma 9:14 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil!

Hebrews 6:18 That by two immutable things, in which it was impossible for God to lie, we might have a strong consolation, who have fled for refuge to lay hold upon the hope set before us:

Hebrews 6:18 supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita.

yaitu hal2 yang bertentangan dengan sifat2-Nya (Adil, Benar, dll)
Kirim Komentar
archa

Total Topics: 62
Total Posts: 5124
08 Feb 10 - 6:31 am
archa's avatar
soal raja midas :

anda tahu kisah raja Midas? ia bisa merubah apa saja yang ia sentuh menjadi emas.
namun, ia tidak bisa mengontrol "kuasanya".
akhirnya ia mati kelaparan, karena semua makanan yang ia sentuh berubah jadi emas.

Seharusnya kalau Midas Maha Kuasa, maka dia bisa menjadikan semua benda emas tersebut menjadi makanan, anda mencampur-adukkan antara 'kemampuan Midas merubah segalanya menjadi emas' dengan sifat Tuhan yang Maha Kuasa..

saya hanya ingin memberikan contoh bahwa "kuasa" yang sejati adalah: "kuasa" yang bisa dikuasai (baca:dibatasi) oleh si pemilik "kuasa" tersebut.


Saya hanya ingin memberi contoh, 'kuasa' yang sejati adalah 'kuasa' yang bisa dipergunakan sesuai kehendak si pemilik 'kuasa' tersebut, si midas kelaparan karena semuanya sudah menjadi emas..?? bikin saja emas tersebut bisa dimakan, si midas nggak bakalan kelaparan..

Kirim Komentar
Ismail Marzuki

Total Topics: 0
Total Posts: 709
06 Feb 10 - 3:44 pm

to Tf
lalu, jika hanya sebuah perumpamaan, mengapa di ayat yang lain dikatakan "dalam 6 masa' ?
Oh ini rupanya yang sedikit membuatmu bertanya-tanya. Baiklah Kalau Begitu!
Dalam Al-qur’an ada sekitar 7 ayat (kalau saya nggak salah) yang mencantumkan kata enam masa. Satu diantaranya adalah ini
38. Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan.(O.S.50:38)
Kembali lagi kita “konsep” kehendak-Nya. Diawal-awal sudah disejalaskan bahwa Apabila Allah swt Menghendaki sesuatu maka Dia hanya berkata kepada yang dikehendaki-Nya itu “ KUN (Jadi!)” maka jadilah yang dikehendaki-Nya itu. Termasuk dalam surat Qaaf ayat 38 tersebut dinformasikan bahwa Allah Swt “menghendaki” penciptaan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya dalam enam masa. Enam masa ini terjadi karena Kehendaknya dan bukan karena sifat-Nya. Kembali ke kita sebagai manusia. Setalah kita teliti dengan berlandaskan pada sifat-sifatNya itu, ternyata kehendak Allah Swt yang menghendaki penciptaan langit dan bumi dst itu dengan enam masa, maka hasil bersesuai dengan sifat-sifatnya. Mau bukti? kau lihat dan amati hasil segala sesuatu yang telah diciptakanNya dalam enam masa ini, di langit dan bumi dan diantara keduanya, maka akan kau dapati hasil ciptaan-Nya yang enam masa ini akan bersesuaian denga sifat-SifatNya.
Mungkin yang menjadi pertanyaanya adalah mengapa Dia menghendaki selama enam masa? Mengapa tidak dengan “ces pleng” langsung jadi dengan sebuah proses yang teramat cepat atau tanpa proses sama sekali? Harusnya pertanyaan ini yang kau usung biar lebih jelas dan paham lagi kita. Atau pertanyaan yang lebih hebat lagi dari : Allah menghendaki dirinya menjadi mahluk, seperti misalnya siapakah yang menciptakan Allah swt itu. Iya kan?

Kirim Komentar
Ismail Marzuki

Total Topics: 0
Total Posts: 709
06 Feb 10 - 3:43 pm
To Tf
berarti apa yang tertulis dalam al quran ttg penciptaan tidak sama dengan kenyataan dari penciptaan yang sebenarnya dong... karena di informasikan dalam sebuah perumpamaan (karena keterbatasan manusia)..

Apanya yang tidak sama dengan kenyataan Tf? Baca dan pahami ayat-Nya ini
82. Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia.(Q.S. 36:82)
Aku rasa ayat itu tidak perlu kita tafsirkan lagi karena pernyataan-Nya itu adalah informasi bagi kita bahwa apabila Dia menghendaki sesuatu apapun bentuknya maka Dia hanyalah berkata kepada yang dikehendaki-Nya (kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia) "Jadilah!" maka terjadilah terjadilah apa yang Dia kehendaki itu. Dan hasil dari yang dikehendaki-Nya itu apa bila kita selaku manusia meneliti dari segi sifat-sifat-Nya maka pastilah bersesuaian dengan sifat-sifat-Nya

Kirim Komentar
archa

Total Topics: 62
Total Posts: 5124
06 Feb 10 - 6:21 am
archa's avatar
terkait diskusi anda dengan Ismali :

karena Allah baik (sifat), maka Ia tidak (berkehendak) menciptakan kejahatan.
karena Allah itu kudus (sifat), maka Ia tidak (berkehendak) menciptakan hal2 yang najis semacam dosa.

sifat mendahului kehendak.


Mengapa Tuhan tidak bisa dikatakan kehendak-Nya mendahului sifat-Nya..?? mengapa tidak bisa Kuasa-Nya mendahului sifat-Nya..?? apakah Tuhan tidak bisa berkehendak dan berkuasa untuk menentukan sifat-Nya sendiri..?? apakah Tuhan anda diciptakan sehingga dia 'tidak berdaya' dalam ikatan sifat-sifat yang harus dimilikinya..?? kalau Tuhan menginformasikan sifat yang telah ditetapkan-Nya dalam kerangka hubungan Dia dengan makhluk, apakah itu artinya Dia tidak punya sifat yang lain yang tidak diinformasikan-Nya kepada makhluk..??

Sekali lagi, anda sudah terperangkap mengulangi kelakuan yang sama seperti orang-orang yang disebutkan dalam tulisan 'Tuhan Filsafat'..

Apakah ini merupakan bukti bahwa sebenarnya eksistensi Tuhan yang terdapat dalam alkitab merupakan 'karangan' manusia..??

Kirim Komentar
archa

Total Topics: 62
Total Posts: 5124
06 Feb 10 - 6:10 am
archa's avatar
Bung TF,

kalau anda menyatakan bahwa satu Tuhan 3 pribadi untuk memenuhi ketergantungan keberadaan sifatnya yang pengasih dan penyayang, lalu buat apa Tuhan anda menciptakan makhluk dan menyatakan dirinya adalah pengasih dan penyayang..??
Kirim Komentar
archa

Total Topics: 62
Total Posts: 5124
06 Feb 10 - 5:57 am
archa's avatar
berbeda dengan Chronos (kronology), dalam Kairos*:
Sifat2 Allah --> Hikmat Allah --> Kehendak Allah --> Firman Allah --> pernyataan Kuasa-Nya
semuanya terjadi serentak dalam kekekalan.

* waktu-Nya Tuhan, waktu dalam kekekalan.
]http://en.wikipedia.org/wiki/Kairos


Sorry, mungkin bahasa Inggeris saya terbatas, darl link yang anda sampaikan saya tidak menemukan rumus sifat-hikmat-kehendak-firman-kuasa yang merupakan 'cronos' terdapat dalam kairos. Apa anda mau mengatakan bahwa kalau kita bicara soal eksistensi Tuhan, maka cronos terdapat dalam kairos..?? paradoks lagi..??
Kirim Komentar
archa

Total Topics: 62
Total Posts: 5124
06 Feb 10 - 5:50 am
archa's avatar
ini salah satu contoh "kekayaan Alkitab" yang tidak pernah ada dalam al quran:
The "hidden" Trinity in Gematria
]http://www.biblewheel.com/GR/GR_Unity_Shield.asp


tolong anda jelaskan bagaimana pemahaman anda sendiri terhadap tulisan tersebut, nanti tanggapan saya akan saya lakukan terhadap pemahaman anda, bukan dari tulisan yang anda sodorkan..

Kirim Komentar
archa

Total Topics: 62
Total Posts: 5124
06 Feb 10 - 5:47 am
archa's avatar
saya hanya ingin memberikan contoh bahwa "kuasa" yang sejati adalah: "kuasa" yang bisa dikuasai (baca:dibatasi) oleh si pemilik "kuasa" tersebut.


yaa..ini paradoks namanya, Maha Kuasa membuat oknumnya menjadi tidak Maha Kuasa, sama seperti pernyataan :

Epimenides si orang Kreta mengatakan bahwa semua orang Kreta adalah pembohong

maka kebenaran Tuhan anda sama dengan kebenaran relatif yang ditemukan dari pernyataan Epimedes, ini sekedar 'hint' buat anda untuk mendalami soal istilah paradoks, bahwa paradoks ada karena kebenaran yang terjadi melalui proses berpikir manusia adalah kebenaran relatif. Anda sebenarnya sudah tenggelam kepada kesalahan yang sama yang dilakukan para filsuf ketika mereka berusaha memikirkan tentang eksistensi Tuhan seperti yang terdapat dalam tulisan Bp. Hamid Fahmi Zarkasyi, soal Tuhan Filsafat..

hikmat itu "pikiran" Allah.


makin kacau penjelasannya mas, sebelumnya anda bilang bahwa 'tidak Maha Kuasanya' Tuhan muncul dari ke-MahaKuasa-Nya, jadi istilahnya Tuhan anda itu 'tidak bisa tidak' punya Kuasa yang terikat. Sekarang anda bilang itu datang dari 'pikiran' Tuhan, kalau datang dari hikmat Tuhan, maka tentu saja Tuhan anda tersebut bisa menentukan sendiri dan dengan caranya sendiri apakah dia mau menjadikan dirinya punya Kuasa yang tidak terbatas atau tidak...

Saya tidak bisa membayangkan kalau soal ini anda sampaikan kepada Oma anda..

Kirim Komentar
archa

Total Topics: 62
Total Posts: 5124
06 Feb 10 - 5:31 am
archa's avatar
Saya bertanya :

Yang bilang tidak bisa itu siapa..?? Tuhan anda atau anda sendiri..?? dimana Tuhan anda menginformasikan bahwa 'keMahaKuasaan-Nya membuat Tuhan anda tidak berkuasa menjadikan dirinya tidak kekal dan tidak kudus'


anda menjawab :

Tuhan saya.


lalu menyodorkan ayat alkitab :

John 17:17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.
Leviticus 19:2 "Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus.


ayat tersebut diartikan bahwa Tuhan menyatakan kepada manusia, agar manusia mempunyai pengetahuan bahwa DALAM HUBUNGAN ANTARA TUHAN DENGAN MANUSIA, Tuhan adalah kudus. Lalu anda menyatakan :

maka Allah tidak bisa tidak kudus.
bukan begitu pak. bukan 'Kudus sekaligus Tidak Kudus',
tetapi 'kudus, sehingga tidak bisa tidak kudus'.


itu jelas bukan Tuhan anda yang ngomong, tapi kesimpulan anda sendiri setelah Tuhan menyatakan Dia adalah kudus, mengapa tidak Tuhan tidak bisa menjadikan diri-Nya sendiri kudus sekaligus tidak kudus..? sebagaimana Tuhan anda nyatakan Maha Kuasa sekaligus tidak Maha Kuasa. mengapa anda tidak menyimpulkan juga bahwa 'Tuhan yang Maha Kuasa, maka tidak bisa tidak Maha Kuasa'..?? apa ini standard ganda lagi..??

Kirim Komentar
archa

Total Topics: 62
Total Posts: 5124
06 Feb 10 - 5:19 am
archa's avatar
anda kelihatanya kurang kontrol dalam menjelaskan argmentasi anda :

kalau masalah "cukup", bagi saya itu relatif... contohnya oma saya. Beliau ga perlu susah2 mendalami doktrin2 kristen untuk bisa beriman.
dan bukan itu yang sebenarnya saya permasalahkan.


bertentangan dengan pernyataan anda selanjutnya :

yang saya permasalahkan itu seringnya kalian men-cap Alkitab adalah tulisan karangan palsu, dll. padahal kenyataannya, Alkitab jauh lebih kaya dalam hal informasi tentang Allah dibandingkan al quran.


sebelumnya menyatakan bahwa soal lengkap/cukup atau tidak, bukan menjadi masalah, lalu 'membanggakan' alkitab yang jauh lebih 'kaya', anda kelihatannya bermain kata-kata..

Apakah anda sudah pernah mencoba menjelaskan kepada Oma anda soal tuhan yang paradoks..?? Maha Kuasa sekaligus tidak Maha Kuasa..?? masing-masing oknum ada diluar oknum yang lain sekaligus didalam..?? lalu sebagai perbandingan coba anda jelaskan konsep ketuhanan yang ada dalam ajaran Islam, bahwa Tuhan itu Ahad, tempat bergantung segala sesuatu, tidak beranak ataupun diperanakan, tidak ada sesuatupun yang menandingi Dia..

Pemahaman Tuhan paradoks bisa didapat Oma anda kalau dia 'tidak mau mikir' karena makin dipikirkan makin bingung, sebaliknya pemahaman Allah dalam ajaran Islam bisa didapat kalau dia 'tidak perlu mikir', buat apa memikirkan sesuatu yang sudah diterima oleh akal dengan gampang..??

Kirim Komentar
archa

Total Topics: 62
Total Posts: 5124
06 Feb 10 - 5:08 am
archa's avatar
dalam kristen, Allah TriTunggal saling mengasihi satu-sama-lain dalam kekekalan, sebelum ada ciptaan.

itu sebabnya saya menanyakan term "maha pengasih dan penyayang"...
sebelum ada segala sesuatu, HANYA ada Allah SWT saja, siapa yang dikasihi dan disayangi-Nya??? apa Ia sudah Maha pengasih sebelum ada objek kasih? kepada siapa/apa Ia memberikan kasih-Nya??


terkait soal empathy, apakah anda mau mengatakan bahwa 2 oknum Tuhan yang lain dalam trinitas merupakan objek dari yang lainnya..?? yang berada diluar diri oknum tapi berada dalam diri Tuhan, karena Tuhan itu satu..?? bagaimana menjelaskan bahwa diluar = didalam..?? apakah ini paradoks lagi..??

TriTunggal adalah satu Allah dalam 3 Pribadi yang berbeda.
Yang Tak Terjangkau Akal Pikiran itu Allah Bapa, Ia hanya bisa dikenal didalam Firman-Nya (Yesus Kristus/Anak Allah), dan wujud-Nya itu Roh (Kudus).
dengan kata lain, Satu dalam Tiga.[/qupte]

tiga yang tidak satu karena masing-masing berdiri sendiri supaya punya empathy, saling membutuhkan, saling menjadikan objek bagi yang lainnya, diluar tapi didalam

mudheng pak?


seharusnya anda malu menanyakan hal ini sama saya, mengapa anda tidak menanyakan diri anda sendiri..??

Kirim Komentar
archa

Total Topics: 62
Total Posts: 5124
06 Feb 10 - 4:36 am
archa's avatar
hehe... ga usah melebar ke majas pak. majas itu kan gaya bahasa.
kita pakai arti kata dasar aja deh...
pernyataan yg seolah-olah bertentangan (berlawanan) dng pendapat umum atau kebenaran, tetapi kenyataannya mengandung kebenaran; bersifat paradoks.


bisa anda kasih contoh lain soal paradoks..?? saya belum mengerti..

ya itulah kenyataan yang ada... hal2 yang tidak terdapat dalam "kitab nomor wahid, nu paling jempolan, al quran", ternyata terdapat dalam "kitab palsu" Alkitab.
kenyataannya, mana nu paling jempolan.


[4:82] Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an ? Kalau kiranya Al Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.


sekurang-kurangnya umat Islam tidak melihat eksistensi Tuhan mereka sebagai Tuhan yang paradoks..

karena emphaty membutuhkan sesuatu diluar dirinya sendiri.


jadi anda manu mengatakan kalau Tuhan yang yang penuh empathy membutuhkan sesuatu diluar dirinya sendiri..?? apakah 3 pribadi Tuhan yang anda sebutkan masing-masing-masing mereka punya 'diri sendiri'..?? wah..makin bingung memahami trintas..


Kirim Komentar
archa

Total Topics: 62
Total Posts: 5124
06 Feb 10 - 4:25 am
archa's avatar
ya iya lah... Tuhan gitu loh... emang di dalam kekekalan ada past, present, future?


menurut anda urutan kejadian yang terjadi pada Tuhan anda yang anda katakan melakukan 'to need, to think, to feel, to do' terlepas dari 'past. present, future' nggak..?? silahkan anda jelaskan bagaimana caranya melepaskan 'to need, to think, to feel, to do' dari dimensi waktu..

berarti apa yang tertulis dalam al quran ttg penciptaan tidak sama dengan kenyataan dari penciptaan yang sebenarnya dong... karena di informasikan dalam sebuah perumpamaan (karena keterbatasan manusia)..


perumpamaan diberikan untuk suatu hal yang ghaib dan diluar kemampuan manusia untuk menggambarkannya, gambaran surga dan neraka dijelaskan lewat perumpaan, peristiwa yang terjadi antara kehendak-Nya dengan terciptanya sesuatu tidak bisa dijangkau oleh kemampuan pikiran manusia.

lalu, jika hanya sebuah perumpamaan, mengapa di ayat yang lain dikatakan "dalam 6 masa' ?
apakah "6 masa / six days" juga sebuah perumpamaan?
tampaknya, dalam islam, Sang Pencipta lebih mudah diterima otak daripada proses penciptaan yang dilakukan-Nya..


Kita sedang bicara soal apa yang terjadi 'dalam diri Tuhan' bukan..?? bahwa Dia tidak perlu 'bersusah-payah' untuk merealisasikan kehendak-Nya, kalau anda mengkaitkan dengan proses yang terjadi pada alam semesta, itu tidak nyambung karena proses tersebut bukan terjadi pada diri Tuhan, tapi terjadi pada makhluk ciptaan-Nya. Sama saja kalau anda bertanya :"Kalau memang Tuhan menciptakan manusia cuma ibarat ngomong 'kun', lalu koq ada proses kehamilan..??, 'proses' terjadi pada makhluk ciptaan.

Kirim Komentar
Ismail Marzuki

Total Topics: 0
Total Posts: 709
06 Feb 10 - 2:31 am
Jadi TF
Kau lihat ayat di atas terlihat bahwa Allah melakukan segala sesuatu itu sesuai dengan Kehendak Allah swt, dan hasil dari yang kehendaki-Nya itu tidak bertentangan dengan sifat-sifatNya. Kalau boleh saya katakan Kehendak-Nya itu sangat-sangat indefenden tanpa terikat oleh sifat-sifat-Nya. Justru hasil apapun yang dikehendakinya itu bersesuai dengan sifat-Nya. Kita selaku manusia tidak bisa menilai apa yang akan dikehendaki-Nya terhadap sesuatu. tetapi kita bisa menilai dengan cara salah satunya melihat dari sifat-sifat-Nya itu. Makanya ketika kau sodorkan Pertanyaan Mungkinkah Allah berkehendak mejadi mahluk? Maka dapat kita lihat apakah hasil dari apa yang Kehendak-Nya itu sesuai dengan sifat-Nya? Ternyata setelah kita amati hasilnya adalah tidak sesuai dengan sifat-sifat-Nya itu. Dan karena itu juga kita memberikan penilaian bahwa hal itu adalah Mustahil bagi Allah swt untuk menjadi mahluk atau apapun yang mengindikasikan bahwa Dia telah menjelma menjadi mahluk atau Dia masuk kedalam roh mahluk ataupun juga nyelawat ke dalam tubuh mahluk dsb. Itu adalah masuk dalam kategori kemustahilan bagi Allah swt. Ingat penilaian ini dilakukan oleh kita sagai manusia (subjek) mencoba menilai berdasarkan sifat-sifat-Nya yang telah diinformasikan kepada kita (objek yang dinilai ). Untuk kepentingan menentukan Mana Tuhan yang sebenarnya.

Kirim Komentar
Ismail Marzuki

Total Topics: 0
Total Posts: 709
06 Feb 10 - 2:31 am
To Tf.
[color=red 32. Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai. (Q.S.14:17)
17. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam." Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi kesemuanya?." Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. [/color] (Q.S.5:17)

Kirim Komentar
Ismail Marzuki

Total Topics: 0
Total Posts: 709
06 Feb 10 - 2:30 am
To Tf
Jangan Pula kau katakan atau kau tanyakan bahwa Allah swt itu Tidak maha kuasa untuk menjadi mahluk ya.
lha, kenapa tidak boleh? kenyataannya emang begitu toh...
ini tulisan (jawaban) kamu kan:

Sengaja saya masukan Kalimat itu karena saya tahu kau pasti akan mempertnyaakannya. Hehehe dan ternyata benar. Dan untuk jawabannya sudah saya jawab tadi.

Kirim Komentar
Ismail Marzuki

Total Topics: 0
Total Posts: 709
06 Feb 10 - 2:30 am
To Tf
kalau begitu, siapa pencipta kejahatan (evil)?
apakah evil sesuai dengan sifat2 Tuhan?
siapa pencipta hal2 najis?
apakah hal2 najis sesuai dengan sifat2 Tuhan?

Ya. Pasti Allah swt yang menciptakan semua itu.
apakah evil sesuai dengan sifat2 Tuhan?

Allah swt itu maha berkehendak. Kalau Dia ingin bekehendak menimpakan kejahatan pada suatu kaum atau pada seseorang maka tidak ada satu kekuatan apapun yang dapat menghalangi kehendak-Nya itu, kecuali kehendak-Nya sendiri yang ingin menimpahkan kebaikan pada kaum tersebut.
apakah hal2 najis sesuai dengan sifat2 Tuhan?

Sekali lagi Tf yang menyebutkan ini Najis atau itu najis adalah kita sendiri berdasarkan petunjuk dari-Nya. Bagi kami kaum muslimin Air Liur Anjing itu salah satu dari najis. Tapi Najis bagi kami belum tentu najis bagi kalian. Atau feces kita ini merupaka kotoran bagi kita semua tetapi bagi anjing atau tanaman atau bagi lalat atau ulat apakah itu termasuk kotoran bagi mereka? Jadi hal semcam itu tidak pantas dan tidak cocok bila kita kaitkan dengan sifat apalagi Sifat Allah swt karena yang dinajiskan itu pada intinya bukan sifatnya tapi bendanya.

Kirim Komentar
Ismail Marzuki

Total Topics: 0
Total Posts: 709
06 Feb 10 - 2:29 am
To tf
Namun pada hakekatnya Allah swt. Tidak ada yang mustahil. Sekarang muncul pertanyaan mungkinkah / mustahilkah Dia berkehendak menjadikan Dirinya menjadi Mahluk? Kan begitu yang anda maksudkan?. Untuk pertanyaan ini dapat saya jawab dengan mepertanyaakan untuk apa atau atas alasan apa Allah swt menghendaki Dirinya menjadi mahluk? Bukankah semua mahluk ciptaan-Nya itu telah Dia ketahui dengan jelas dan rinci tanpa satupan yang luput daripada-Nya. Dan andaikan Dia “menghendaki dirinya menjadi mahluk” sesuai pernyataanmu itu. Maka ketika Dia menjadi mahluk maka “ mahluk yang merupakan jadi-jadian Dirinya itu” pastilah bukan Allah swt lagi. Mengapa? Karena kita mengatahui bahwa selain Dirinya yang tunggal tanpa kembaran atau apapun yang menyerupainya itu adalah mahluk. Lantas pertanyaannya adalah bagaimakah kita harus menyebutkan tentang kondisi-kondisi yang saya umpamakan tadi itu? Saya pikir selain dari kata mustahil atau tidak mungkin or that’s imposible rasanya tidak adak kata yang benar-benar pas untuk menggambarkan kondisi itu. Selain dari kata ” mustahil atau tidak mungkin or that’s imposible “ hal itu dilakukan oleh-Nya.

Kirim Komentar
Ismail Marzuki

Total Topics: 0
Total Posts: 709
06 Feb 10 - 2:29 am
To Tf sory ni agak panjang sedikit ya.
Dari postingan anda diatas jelas pernyataan anda itu termasuk hal yang mustahil bagi Allah swt sang pencipta berkehendak untuk menjadi mahluk?

Ya jelas sekali itu mustahil bagi Allah swt. Sebab begini TF. Mustahil atau tidak mustahil atau mungkin atau tidak mungkin semua itu adalah penilaian kita, selaku manusia terhadap Sang Pencipta. Mengapa kita harus memberikan penilaian itu? Jawabnya agar kita dapat dengan tepat dan pasti untuk menuntukan dan menyakini mana Tuhan Sang Maha pencipta yang sebenarnya. Dengan menggunakan salah satu caranya adalah mempertanyaakan tentang mustahil / tidak mustahil atau mungkin/ tidak mungkin yang ada sangkut pautnya dengan eksistensi Diri-Nya itu. Jadi penilaian itu diperlukan hanya untuk menentukan mana Tuhan yang sesunggunya.
Next

Kirim Komentar
True Faith

Total Topics: 0
Total Posts: 1218
06 Feb 10 - 1:25 am
mengapa anda tidak bisa menjadikan 'bahasa paradoks' untuk menyatakan Tuhan anda itu 'Kudus sekaligus Tidak Kudus', bukankah menjadikan dirinya sendiri untuk 'kudus sekaligus tidak kudus' juga merupakan bentuk keMaha Kuasaan-Nya..??

bukan begitu pak. bukan 'Kudus sekaligus Tidak Kudus',
tetapi 'kudus, sehingga tidak bisa tidak kudus'.

Seharusnya kalau Midas Maha Kuasa, maka dia bisa menjadikan semua benda emas tersebut menjadi makanan, anda mencampur-adukkan antara 'kemampuan Midas merubah segalanya menjadi emas' dengan sifat Tuhan yang Maha Kuasa..

saya hanya ingin memberikan contoh bahwa "kuasa" yang sejati adalah: "kuasa" yang bisa dikuasai (baca:dibatasi) oleh si pemilik "kuasa" tersebut.

makin nggak ngerti saya.., tadinya anda bilang keMahaKuasaan Tuhan yang mengontrol keMahaKuasaan-Nya, apa hubungannya dengan hikmat..??

hikmat itu "pikiran" Allah.

berbeda dengan Chronos (kronology), dalam Kairos*:
Sifat2 Allah --> Hikmat Allah --> Kehendak Allah --> Firman Allah --> pernyataan Kuasa-Nya
semuanya terjadi serentak dalam kekekalan.

* waktu-Nya Tuhan, waktu dalam kekekalan.
http://en.wikipedia.org/wiki/Kairos
In the New Testament kairos means "the appointed time in the purpose of God", the time when God acts (e.g. Mark 1.15, the kairos is fulfilled). It differs from the more usual word for time which is chronos (kronos).

Kirim Komentar
True Faith

Total Topics: 0
Total Posts: 1218
06 Feb 10 - 1:25 am
Informasi 'yang tidak selengkap alkitab' dan pengenalan tentang Tuhan yang 'tidak sesempurna' ajaran Kristen sudah cukup menghasilkan kaum Muslim yang beriman berdasarkan kemampuan intelektualnya, keimanan yang mampu diterima akal pikiran.

kalau masalah "cukup", bagi saya itu relatif... contohnya oma saya. Beliau ga perlu susah2 mendalami doktrin2 kristen untuk bisa beriman.

dan bukan itu yang sebenarnya saya permasalahkan.

yang saya permasalahkan itu seringnya kalian men-cap Alkitab adalah tulisan karangan palsu, dll. padahal kenyataannya, Alkitab jauh lebih kaya dalam hal informasi tentang Allah dibandingkan al quran.

ini salah satu contoh "kekayaan Alkitab" yang tidak pernah ada dalam al quran:
The "hidden" Trinity in Gematria
http://www.biblewheel.com/GR/GR_Unity_Shield.asp

Yang bilang tidak bisa itu siapa..?? Tuhan anda atau anda sendiri..??

Tuhan saya.

dimana Tuhan anda menginformasikan bahwa 'keMahaKuasaan-Nya membuat Tuhan anda tidak berkuasa menjadikan dirinya tidak kekal dan tidak kudus'

pertama2 baca dulu ini:
John 17:17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.


maka, jika Ia berkata:
Leviticus 19:2 "Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus.


maka Allah tidak bisa tidak kudus.
Kirim Komentar
True Faith

Total Topics: 0
Total Posts: 1218
06 Feb 10 - 1:25 am
di ayat itu jelas disebutkan "Allah adalah kasih" bukan "Allah menciptakan kasih dan memberinya kepada ciptaan". so, selama Allah ada, selama itu juga kasih itu ada; dari kekal sampai kekal.
namun, kasih bukanlah kasih jika tidak memiliki objek yang dikasihi.

dalam kristen, Allah TriTunggal saling mengasihi satu-sama-lain dalam kekekalan, sebelum ada ciptaan.

itu sebabnya saya menanyakan term "maha pengasih dan penyayang"...
sebelum ada segala sesuatu, HANYA ada Allah SWT saja, siapa yang dikasihi dan disayangi-Nya??? apa Ia sudah Maha pengasih sebelum ada objek kasih? kepada siapa/apa Ia memberikan kasih-Nya??

Pertanyaan berikut :"Bukankah kondisi Tuhan dengan 3 pribadi yang saling mengasihi dan menyayangi tersebut otomatis menghilangkan sifatnya yang satu..?? kata 'saling' itu hanya terjadi kepada 2 pihak yang terpisah, sama juga kalau dikatakan antara 3 pribadi Tuhan tersebut terdapat 'kerjasama', kata 'kerjasama' otomatis menghilangkan sifat-Nya yang satu, kecuali kalau anda menyatakan bahwa Tuhan anda adalah suatu 'kesatuan', maka 'kesatuan' tidak sama dengan 'satu'.

saya ambil contoh TriTunggal vs Trimurti:

Trimurti adalah satu Tuhan yang tak terjangkau akal pikiran yang menyatakan diri-Nya dalam 3 wujud dewa utama; Brahma, Syiwa, dan Wishnu (total ada 4 Pribadi disana: Yang Tak Terjangkau Akal Pikiran, Brahma, Syiwa, Wishnu).
dengan kata lain, Satu menjadi Tiga.

TriTunggal adalah satu Allah dalam 3 Pribadi yang berbeda.
Yang Tak Terjangkau Akal Pikiran itu Allah Bapa, Ia hanya bisa dikenal didalam Firman-Nya (Yesus Kristus/Anak Allah), dan wujud-Nya itu Roh (Kudus).
dengan kata lain, Satu dalam Tiga.

mudheng pak?
Kirim Komentar
True Faith

Total Topics: 0
Total Posts: 1218
06 Feb 10 - 1:21 am
Tujuan penciptaan makhluk menurut Al-Qur'an adalah untuk mengabdi/menyembah Allah, maka kondisi tersebut ada ketika makhluk sudah tercipta, maka informasi tentang Tuhan yang diberikan adalah untuk mendukung pengabdian/penyembahan tersebut..

kalau saya perbandingkan;
al quran adalah informasi tentang Tuhan yang diberikan-Nya untuk mendukung pengabdian/penyembahan manusia.

Alkitab adalah informasi tentang Tuhan yang diberikan-Nya untuk mendukung pengabdian/penyembahan manusia + rahasia2 Ilahi.

Psalm 119:130 Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang B****.


Pertanyaannya :"Mengapa untuk menyatakan diri-Nya punya empathy (kebetulan anda menyampaikan referensinya yang berbahasa Inggeris) Tuhan harus mempunyai 3 pribadi..?? darimana anda bisa mengabil kesimpulan kalau Tuhan tersebut sendiri maka Dia tidak memiliki empathy..??

karena emphaty membutuhkan sesuatu diluar dirinya sendiri.

dari kemampuan bahasa Inggeris saya yang terbatas, istilah empathy yang anda sampaikan melulu berkaitan dengan kondisi psikhologis manusia/makhluk, darimana anda bisa menyimpulkan bahwa kalau kondisi tersebut terjadi pada manusia maka hal tersebut juga berlaku buat Tuhan..??

Ya. karena Allah Alkitab adalah Allah yang hidup. Bukan Allah yang mati.
Allah Alkitab adalah Allah yang mempunyai perasaan dan kasih sayang.
kasih-Nya ada dari kekal sampai kekal. TIDAK berawal dan tidak berakhir.

1 John 4:16 Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.

Kirim Komentar
True Faith

Total Topics: 0
Total Posts: 1218
06 Feb 10 - 1:19 am
dari dulu anda selalu bersandarkan kepada istilah ini, saya sudah mencari-cari apa maksudnya bahasa paradoks :

pa·ra·doks n pernyataan yg seolah-olah bertentangan (berlawanan) dng pendapat umum atau kebenaran, tetapi kenyataannya mengandung kebenaran; bersifat paradoks

ada lagi penjelasan yang lebih lengkap soal majas/gaya bahasa paradoks ini berikut dengan contoh-contohnya :

hehe... ga usah melebar ke majas pak. majas itu kan gaya bahasa.
kita pakai arti kata dasar aja deh...

Atau anda punya penjelasan yang lebih lengkap tentang apa yang anda maksud dengan bahasa paradoks ini sehingga anda menggolongkan kalimat 'Tuhan Maha Kuasa sekaligus tidak Maha Kuasa'

pernyataan yg seolah-olah bertentangan (berlawanan) dng pendapat umum atau kebenaran, tetapi kenyataannya mengandung kebenaran; bersifat paradoks.

ilmu tafsir Al-Qur'an terkait dengan segala informasi yang disampaikan, bukan menafsirkan hal-hal yang tidak disampaikan..

begitu pula dengan eksegese, ilmu tafsir Alkitab. semua bersumber dari Alkitab.

Saya sendiri tidak berniat untuk menjawab 'apakah Allah sudah ar-Rahman dan ar-Rahiim sebelum ada makhluk' karena sama sekali tidak ada perlunya saya mengetahui bagaimana eksistensi Allah ketika makhluk (termasuk saya sendiri) belum tercipta, buat apa..?? dan Tuhanpun ternyata tidak memberikan informasi tersebut.

ya itulah kenyataan yang ada... hal2 yang tidak terdapat dalam "kitab nomor wahid, nu paling jempolan, al quran", ternyata terdapat dalam "kitab palsu" Alkitab.

kenyataannya, mana nu paling jempolan...
Kirim Komentar
 
Arsip Komentar Topik ini NEXT page/Older Reply
 1  2  3  4  5  6 




FORUM STATISTIK
Statistik Member : 
Pending: 53 Active: 14375 Moderator: 14 Total: 14744
Statistik Post :  Saat ini ada 1044 topik dan 35396 komentar.
Last 15 minutes  :  Ada 17 active users dalam 15 menit terakhir
Current Users :  Saat ini ada 6 guests  dan 0 members browsing forum diskusi
Online Now :    
Hits : 3315461


Hak cipta dilindungi oleh Allohu Subhanahu wa Ta'ala
TIDAK DILARANG KERAS mengcopy, memperbanyak, mengedarkan
untuk kemaslahatan ummat syukur Alhamdulillah sumber dari forum-swaramuslim.net dicantumkan

Questions & suggestion or problems regarding this web site should be directed to webmaster

Copyright © December  2008 , forum-swaramuslim.net - All right reserved

best viewed with IE Resoluton 800 X 600