
| |
|
|
.: SURGA; ANUGERAH TUHAN ATAU ‘UPAH’ DARI AMAL KEBAIKAN..?? :.
|
||||||
Author |
| |||||
|
archa
08 Nov 09 - 1:15 pm
Total Topics: 62
Total Posts: 5124 |
Pendapat umum yang diungkapkan netters Kristen tentang surga dan keselamatan dalam Islam adalah ibarat juragan pemilik angkot dengan sang sopir angkot, si sopir ditargetkan oleh si pemilik untuk mengusahakan kendaraan miliknya untuk mendapat jumlah uang tertentu, lalu si sopir memperoleh imbalan dari setoran yang dia berikan kepada sang juragan, bedanya mungkin kalau si pemilik angkot ikut mendapatkan bagian dari setoran tersebut, maka Tuhan akan mengembalikan semua ‘setoran’ hamba-Nya untuk kemanfaatan dan kenikmatan dari hamba itu sendiri. Makanya sering kita dengar tuduhan netters Kristen yang mengatakan bahwa umat Islam bertindak seperti robot, melakukan ibadah yang ‘kering’ dengan iman, yang penting mengisi hidup dengan semua aturan yang ditetapkan Tuhan, lalu tinggal menghitung-hitung apakah semua perbuatan tersebut sudah layak diganjar dengan surga. Tuhan, dalam pandangan seperti ini seolah-olah ‘tidak bisa berbuat lain’ dan harus memberikan imbalan sesuai apa yang Dia janjikan sendiri, karena kalau tidak, artinya Tuhan sudah menyalahi janji-Nya kepada kaum Muslim. Sebaliknya netters Kristen membanggakan diri mereka (terutama yang Protestan) dengan mengatakan bahwa surga semata-mata merupakan anugerah Tuhan dan semua perbuatan baik kita tidak akan mampu membuat kita masuk kesana, maka yang menentukan seorang Kristen mendapat keselamatan dan surga adalah karena iman, hati yang selalu dekat dengan Tuhan, mungkin juga melalui adanya roh kudus yang bersemayam didalam dada.
|
|||||
Total Topics: 0
Total Posts: 1016 20 Nov 09 - 5:27 pm
|
Koq jadi inget ayat ini ya?? Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. (Qs. 2 Al Baqarah 6) Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. (Qs. 28 Al Qashash 56) Dan supaya aku membacakan Al Quraan (kepada manusia). Maka barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya ia hanyalah mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya, dan barangsiapa yang sesat maka katakanlah: "Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan". (Qs. 27 An Naml 92) | |||||
Total Topics: 0
Total Posts: 772 20 Nov 09 - 9:54 am
|
Pak Archa, bahkan anda sendiri kelihatannya kebingungan menjawab 'serangan' jones, syahrir, dll' tentang kebenaran ajaran Hindu yang anda anut, kalau anda memilih untuk tetap 'dalam jalan Weda' Anda sudah memilih dengan penuh kesadaran untuk menyembah Tuhan dengan eksistensi-Nya yang berbeda, anda juga melakukan penyembahan kepada Tuhan tersebut juga dengan cara yang tidak diperintahkan oleh Allah, Tuhan yang dinyatakan dalam Al-Qur'an. Silahkan lanjutkan hidup anda, kami juga melanjutkan kehidupan kami. Kita masih bisa hidup berdampingan secara damai tanpa harus mengusik keyakinan orang lain, toh selama ini umat Hindu relatif hidup damai dengan tetangga Muslimnya di Indonesia. lalu nantinya kita akan menghadap Tuhan yang satu, anda menyangka akan menghadap Tuhan yang eksistensi-Nya sesuai dengan apa yang selama ini anda yakini, saya juga demikian, mari kita sama-sama menunggu saja : Mari kita sama-sama menunggu saat itu pak,.... | |||||
Total Topics: 62
Total Posts: 5124 20 Nov 09 - 5:04 am
|
[14:18] Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh. Itu bukan ucapan atau pendapat saya, kalimat tersebut sudah ada ribuan tahun sebelum saya lahir, jadi saya hanya menyampaikannya dengan cara copy paste, tidak dikurangi dan tidak ditambah-tambah.. Anda sudah memilih dengan penuh kesadaran untuk menyembah Tuhan dengan eksistensi-Nya yang berbeda, anda juga melakukan penyembahan kepada Tuhan tersebut juga dengan cara yang tidak diperintahkan oleh Allah, Tuhan yang dinyatakan dalam Al-Qur'an. Silahkan lanjutkan hidup anda, kami juga melanjutkan kehidupan kami. Kita masih bisa hidup berdampingan secara damai tanpa harus mengusik keyakinan orang lain, toh selama ini umat Hindu relatif hidup damai dengan tetangga Muslimnya di Indonesia. lalu nantinya kita akan menghadap Tuhan yang satu, anda menyangka akan menghadap Tuhan yang eksistensi-Nya sesuai dengan apa yang selama ini anda yakini, saya juga demikian, mari kita sama-sama menunggu saja : [11:121] Dan katakanlah kepada orang-orang yang tidak beriman: "Berbuatlah menurut kemampuanmu; sesungguhnya Kami-pun berbuat (pula)." [11:122] Dan tunggulah (akibat perbuatanmu); sesungguhnya kamipun menunggu (pula)." | |||||
Total Topics: 62
Total Posts: 5124 20 Nov 09 - 4:47 am
|
saya telah diberikan hidup dan mencari nafkah untuk keluarga saya aja (sifat ‘ar-rahmaan’ Tuhan, saya pake istilah Islam), saya sudah sangat beruntung dan bersyukur kepada Tuhan (mungkin Tuhan yang salah menurut bpk), ![]() Menurut Al-Qur'an, Allah menjamin kebahagiaan anda di dunia, anda mencari nafkah dengan jujur dan ikhlas untuk keluarga anda, maka anda akan memperoleh kebahagiaan dalam keluarga, anda suka menolong dan bersifat santun kepada sesama manusia, maka anda akan memperoleh kebahagiaan karena banyak teman yang juga suka menolong anda, anda sangat dermawan dan pemurah, maka anda akan diberikan-Nya kesejahteraan di dunia : [11:15] Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Untuk kehidupan akherat, tentunya anda akan menghadap Tuhan yang selama ini anda sembah dengan eksistensi-Nya yang sesuai dengan keyakinan anda, sebaliknya Allah sudah mengingatkan : [25:23] Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan1063, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan. 1063: Yang dimaksud dengan amal mereka disini ialah amal-amal mereka yang baik-baik yang mereka kerjakan di dunia Amal-amal itu tak dibalasi oleh Allah karena mereka tidak beriman. | |||||
Total Topics: 0
Total Posts: 772 19 Nov 09 - 10:01 am
|
lho..khan sudah..!!?? sudah ada Al-Qur'an, sudah dijelaskan lewat forum ini, bahkan anda sendiri kelihatannya kebingungan menjawab 'serangan' jones, syahrir, dll' tentang kebenaran ajaran Hindu yang anda anut, kalau anda memilih untuk tetap 'dalam jalan Weda', itu khan keputusan anda sendiri, koq bisa-bisanya anda menyalahkan Tuhan atas keputusan yang anda bikin sendiri..?? ![]() saya cuman bertanya pak dan bukannya menyalahkan,..... saya telah diberikan hidup dan mencari nafkah untuk keluarga saya aja (sifat ‘ar-rahmaan’ Tuhan, saya pake istilah Islam), saya sudah sangat beruntung dan bersyukur kepada Tuhan (mungkin Tuhan yang salah menurut bpk), saya sih tidak ingin menuntut lebih pak apalagi menyalahkan Tuhan jika nanti saya memang 'mempunyai' satu jatah di neraka,.... | |||||
Total Topics: 62
Total Posts: 5124 19 Nov 09 - 9:47 am
|
Begini pak, Tuhan itu berkuasa atas segala hal termasuk saya, nah apakah anda setuju dengan ini???Jika iya maka Tuhan 'berkewajiban' menolong saya dengan merubah arah pola pikir saya sehingga saya menjadi mualaf ![]() lho..khan sudah..!!?? sudah ada Al-Qur'an, sudah dijelaskan lewat forum ini, bahkan anda sendiri kelihatannya kebingungan menjawab 'serangan' jones, syahrir, dll' tentang kebenaran ajaran Hindu yang anda anut, kalau anda memilih untuk tetap 'dalam jalan Weda', itu khan keputusan anda sendiri, koq bisa-bisanya anda menyalahkan Tuhan atas keputusan yang anda bikin sendiri..?? | |||||
Total Topics: 0
Total Posts: 772 19 Nov 09 - 9:42 am
|
Pak Archa, yang di bold kurang tepat, ini yang cocok buat anda : ![]() Yap memang cocok dengan saya yang terkenal dengan badelnya minta ampun bahkan Tuhan sendiri tau akan hal ini pak..... Bro Holy, Ya kita kembalikan lagi sekarang... Misal contoh kasus: Sebuah Makhluk diciptakan Allah ketika masih dalam kandungan sudah ditetapkan memiliki "nasib" yg ditentukan oleh Allah beragama Non Islam dan memiliki ciri2 lainnya yg kelak akan dibawanya ketika lahir didunia.....bla..bla... ![]() Sekarang kembali ke nasib makhluk tersebut .... bla ... bla ... bla .... maka ketika hari kebangkitan dan perhitungan dia akan memperoleh azab dari Allah dan menjadi "kayu bakar". ![]() Namun harus di ingat lagi juga, ketika makhluk ini Lahir dan dewasa di dunia ini, Allah juga memberikan bekal padanya berupa pengetahuan, peringatan, petunjuk, serta keperluan seluruh hidupnya (Sebagai bukti Maha Pengasihnya)..... ![]() Dari penejelasan saya diatas rasanya udah cukup! yang membuat makhluk tersebut menjadi kayu bakar atau tidak!!! adalah makhluk itu sendiri... "Izin Allah" hanya mengarahkan nasib makhluk tsb. sesuai pilihan yg dia pilih kejalan takdir dia berikutnya... jadi kayu bakar atau tidak? ![]() Baik ngak usah diteruskan deh bro, karena saya rasa akan jadi 'debat kusir' yang tidak berkesudahan,..... | |||||
Total Topics: 0
Total Posts: 772 19 Nov 09 - 9:34 am
|
Pak Archa, sudah tau kalau menurut ajaran Islam anda ini menyembah Tuhan yang salah, ternyata anda 'betah' untuk itu dan tidak mau merubahnya padahal anda punya kesempatan untuk memperbaiki diri, koq bisa-bisanya anda menyatakan bahwa itu sudah menjadi takdir anda..?? ![]() Begini pak, Tuhan itu berkuasa atas segala hal termasuk saya, nah apakah anda setuju dengan ini??? Jika iya maka Tuhan 'berkewajiban' menolong saya dengan merubah arah pola pikir saya sehingga saya menjadi mualaf (ini berarti Tuhan sayang kepada saya) sedangkan jika sesuai dengan komentar bpk, itu tidak dilakukan oleh Tuhan dan Tuhan 'hanya' menonton jadi Tuhan 'mengijinkan' saya agar tersesat...... Jika tidak berarti Tuhan tidak berkuasa kepada saya..... Pemahaman ini menimbulkan celah untuk dipertanyakan (maaf saya tidak berharap ini kemudian menjadi anggapan bpk bahwa saya sedang mempertunjukkan "kepintaran berpikir" saya). Eh ini OOT dikit, saya sangat tertarik dengan nick bpk yaitu Archa apakah nick ini adalah sebuah singkatan dari Ardha Chandra yang artinya adalah bulan sabit jika benar, ini khan bahasa Sansekerta, saya tertarik apakah bapak ini seorang mualaf yang sebelumnya adalah Hindu??? jika tidak kenapa bapak tertarik memakai bhs. Sansekerta??? maaf pak saya cuman tertarik doank, ngak direspons juga ngak pa..pa.... | |||||
Total Topics: 0
Total Posts: 1016 19 Nov 09 - 12:50 am
|
Namun harus di ingat lagi juga, ketika makhluk ini Lahir dan dewasa di dunia ini, Allah juga memberikan bekal padanya berupa pengetahuan, peringatan, petunjuk, serta keperluan seluruh hidupnya (Sebagai bukti Maha Pengasihnya) ini semua akan membawa kebebasan bagi makhluk tersebut menetukan nasibnya sendiri untuk meniti "alur takdir" yg Allah udah tetapkan di dunia ini, sebagai bentuk "Ujian" dia di dunia, yg mana akan dia pertanggung jawabkan di akherat kelak. Masalah Takdir sudah saya jelaskan di thread2 lain bahwa sifatnya tetap, dan saya perjelas dengan keterangan di bawah sebelumnya, yaitu saya ibaratkan rel kereta Api yg banyak cabang. Sedang Nasib, saya perjelas adalah ibarat Lokomotifnya... Kemana tujuan lokomotif ini akan dibawa melewati rel? otomatis tergantung oleh Masinis dan wewenang izin yg punya rel. Dari sini sangat jelas yg menentukan nasib seseorang adalah makhuk itu sendiri dan izin Allah! ( ayat nya udah ada dibawah ditulis bang Archa). Dari kasus diatas, petunjuk Allah sudah diberikan dan diturunkan pula di dunia ini berupa Kitab2, Nabi2 serta Rasul2nya... Otomatis sekarang tergantung makhluk tersebut! mau mengikuti petunjuk atau mengolok-olok petunjuk yg diberikan Allah tersebut (ayat2nya dah di tulis banyak dibawah oleh Bang Archa juga!) Pertanyaan bro bcak: pertanyaan saya adalah apakah memang Tuhan (jika dalam Islam) menciptakan mahlukNya sebagai kayu bakar (pengandaian) di neraka??? ![]() Dari penejelasan saya diatas rasanya udah cukup! yang membuat makhluk tersebut menjadi kayu bakar atau tidak!!! adalah makhluk itu sendiri... "Izin Allah" hanya mengarahkan nasib makhluk tsb. sesuai pilihan yg dia pilih kejalan takdir dia berikutnya... jadi kayu bakar atau tidak? | |||||
Total Topics: 0
Total Posts: 1016 19 Nov 09 - 12:38 am
|
pertanyaan saya adalah apakah memang Tuhan (jika dalam Islam) menciptakan mahlukNya sebagai kayu bakar (pengandaian) di neraka??? ![]() Ya kita kembalikan lagi sekarang... Misal contoh kasus: Sebuah Makhluk diciptakan Allah ketika masih dalam kandungan sudah ditetapkan memiliki "nasib" yg ditentukan oleh Allah beragama Non Islam dan memiliki ciri2 lainnya yg kelak akan dibawanya ketika lahir didunia... Ketika makhluk tersebut di lahirkan di dunia, dia sudah dalam ketentuan "takdir" Allah dengan membawa nasibnya. Takdir ini gampangnya saya ibaratkan seperti rel kereta api degan banyak cabang dan persimpangan... dan Jiwa makhluk beserta nasibnya tersebut adalah Lokomotifnya. Sekarang kembali ke nasib makhluk tersebut.... Sebelumnya Allah telah menetapkan nasib makhluk tersebut! ketika dia nanti lahir di dunia, dia bakal berada dalam keluarga non Islam dan tentu saja agamanya bakal non Islam juga mudahnya. Secara logika pula, Allah hanya meridhoi Agama Islam, tidak akan menerima agama lain selain Islam disisiNya dan tentu saja jika bayi tersebut dewasa dan hingga meninggal tetap berpegang teguh dalam agama yg salah ini, maka ketika hari kebangkitan dan perhitungan dia akan memperoleh azab dari Allah dan menjadi "kayu bakar". next... | |||||
Total Topics: 0
Total Posts: 1016 19 Nov 09 - 12:33 am
|
Bro Bcak nah dari tulisan bro Holy diatas khan menyebutkan bahwa Tuhan itu mengetahui dan menentukan nasib dan takdir seseorang apakah masuk neraka atau masuk surga,...... ![]() Dibebarapa diskusi sudah saya sebutkan juga ketika diskusi sama Wong atau lainnya yg menetukan dan membuat Takdir Itu Allah, sedangkan Nasib itu selain ditangan Allah, manusia juga ada peran untuk merubahnya. (ayatnya dah ditulisa bang Archa dibawah) next... | |||||
Total Topics: 62
Total Posts: 5124 18 Nov 09 - 2:55 pm
|
yang di bold kurang tepat, ini yang cocok buat anda : [35:37] Dan mereka berteriak di dalam neraka itu : "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan". Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan ? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. | |||||
Total Topics: 62
Total Posts: 5124 18 Nov 09 - 2:53 pm
|
saya memang di'tentukan' dan di'takdir'kan untuk masuk neraka nih,... ![]() kha sudah disampaikan ayatnya : Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. sudah tau kalau menurut ajaran Islam anda ini menyembah Tuhan yang salah, ternyata anda 'betah' untuk itu dan tidak mau merubahnya padahal anda punya kesempatan untuk memperbaiki diri, koq bisa-bisanya anda menyatakan bahwa itu sudah menjadi takdir anda..?? saya harus mempersiapkan banyak 'bekal' nih biar nyaman disana perlu bawa kulkas, ac, biar adem..... ![]() [18:56] Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul hanyalah sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan; tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyap kan yang hak, dan mereka menganggap ayat-ayat kami dan peringatan-peringatan terhadap mereka sebagai olok-olokan. [35:37] Dan mereka berteriak di dalam neraka itu : "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan". Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan ? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. | |||||
Total Topics: 0
Total Posts: 772 18 Nov 09 - 10:36 am
|
Pak Archa, Mosok sudah dijelaskan Allah dengan terang benderang begini, anda masih mau menggugat Allah karena sudah ditakdirkan masuk neraka..?? ![]() wah,..... saya memang di'tentukan' dan di'takdir'kan untuk masuk neraka nih,... saya harus mempersiapkan banyak 'bekal' nih biar nyaman disana perlu bawa kulkas, ac, biar adem..... Saran saya, kalau memang anda mau mencari keselamatan untuk diri anda sendiri, maka anda tentunya harus rajin membolak-balik tulisan dan postingan dengan tujuan memang untuk kepentingan anda sendiri. Lain soal kalau anda memang cuma mau mempertontonkan 'ketajaman berpikir' anda lalu nyinyir mengulang-ulang pertanyaan yang sama, itu juga berpulang kepada anda sendiri juga. ![]() saya hanya tertarik dengan apa yang bpk tulis dan juga dikaitkan dengan penjelasan bro Holy, apa itu mengulang pertanyaan??? apa menurut bpk saya lagi mempertontonkan 'ketajaman berpikir'??? ngomong sama bro Syahrir aja saya kewalahan apalagi mempertontonkan sesuatu yang pasti saya kalah, jangan ngaco deh pak..... Sebagai pemeluk Islam, kami sama sekali tidak 'ditarget' untuk membawa orang lain berpindah agama, anda mau menyelamatkan diri anda sendiri, tidak ada urusannya dengan kami, anda tetap dengan keyakinan anda dan tetap mengulang-ulang pertanyaan sampai mati, itu juga tidak ada kaitannya dengan keselamatan kami.. ![]() Ok deh pak, saya cuman tertarik doank kenapa Tuhan itu menciptakan manusia dengan 'pilihan bebas' seperti itu dimana akhirnya ada yang 'bandel' seperti saya dan menjadi kayu bakar di neraka padahal bro Holy menjelaskan bahwa Tuhan itu tau dan menentukan jalan hidup manusia...... Terima kasih pak atas penjelasannya...... dan bro Holy maaf obrolan ini ditutup aja karena si pemilik thread udah marah-marah dikiranya saya mungkin mau mengkonvert anda (saya harap bro Holy tidak memiliki pikiran demikian)... ![]() | |||||
Total Topics: 62
Total Posts: 5124 18 Nov 09 - 10:11 am
|
Wah pakarnya udah turun,..... Terima kasih pak udah mau ngobrol santai dengan saya,..... Jika bpk udah selesai baru saya akan mengomentarinya, padahal tadi hampir masuk komen saya... ![]() saya sih cuma mengulang kembali tulisan saya tersebut dan beberapa postingan yang lalu, baik dari saya sendiri maupun rekan-rekan Muslim yang lain seperti holyghost, syahrir, Ujang, dll Saran saya, kalau memang anda mau mencari keselamatan untuk diri anda sendiri, maka anda tentunya harus rajin membolak-balik tulisan dan postingan dengan tujuan memang untuk kepentingan anda sendiri. Lain soal kalau anda memang cuma mau mempertontonkan 'ketajaman berpikir' anda lalu nyinyir mengulang-ulang pertanyaan yang sama, itu juga berpulang kepada anda sendiri juga. Sebagai pemeluk Islam, kami sama sekali tidak 'ditarget' untuk membawa orang lain berpindah agama, anda mau menyelamatkan diri anda sendiri, tidak ada urusannya dengan kami, anda tetap dengan keyakinan anda dan tetap mengulang-ulang pertanyaan sampai mati, itu juga tidak ada kaitannya dengan keselamatan kami.. | |||||
Total Topics: 62
Total Posts: 5124 18 Nov 09 - 10:01 am
|
[13:11] Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. Mosok sudah dijelaskan Allah dengan terang benderang begini, anda masih mau menggugat Allah karena sudah ditakdirkan masuk neraka..?? | |||||
Total Topics: 62
Total Posts: 5124 18 Nov 09 - 9:59 am
|
Apakah anda 'berharap' bisa mendapatkan keselamatan sesuai ajaran Islam padahal anda mengikuti ajaran Hindu..?? hanya karena ajaran Hindu menyatakan bahwa Tuhan itu cuma satu dan bisa saja dinyatakan melalui eksistensi yang bermacam-macam..??? padahal Al-Qur'an jelas menyatakan : [4:117] Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah berhala, dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah syaitan yang durhaka, [5:104] Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul". Mereka menjawab: "Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya". Dan apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk ?. Jadi selain Al-Qur'an menyatakan bahwa Allah menyesatkan ORANG YANG TELAH MEMILIH SENDIRI untuk tersesat, Allah juga menyampaikan : [8:53] (Siksaan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu ni'mat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu merubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. | |||||
Total Topics: 0
Total Posts: 772 18 Nov 09 - 9:58 am
|
||||||
Total Topics: 62
Total Posts: 5124 18 Nov 09 - 9:50 am
|
Kalau masih belum jelas, saya kasih contoh kasus diri anda sendiri terkait dengan konsep keselamatan dan takdir dalam ajaran Islam : anda tentu sudah mengetahui bahwa ajaran Islam sangat mengharamkan kemusyrikan, penyembahan eksistensi Allah dalam cara diluar apa yang diajarkan dalam Al-Qur'an, termasuk model Tuhan yang ada dalam ajaran Hindu. Sebagai seorang Hindu yang tidak mengimani Allah yang dinyatakan dalam Al-Qur'an, anda tetntu saja masih menerima anugerah Tuhan dalam sifat 'ar-rahmaan'-Nya, anda masih mendapatkan udara untuk bernafas, kalau anda kerja keras maka rejeki akan anda peroleh, air, tumbuh-tumbuhan, dst, dst. Namun anda tidak akan menerima anugerah Allah dalam sifat 'ar-rahiim'-Nya, yaitu keselamatan dan surga, dan ini tidak bisa anda lemparkan kesalahan kepada Tuhan lalu mengatakan mengapa Tuhan memberikan takdir anda untuk tidak masuk surga. Apakah anda selama ini sudah meminta ampun kepada Allah atas dosa dan kesalahan yang anda perbuat..?? kalaupun anda sudah pernah meminta ampun, maka itu anda lakukan kepada Tuhan yang lain. Apakah anda sudah mengimani dan berbuat baik berdasarkan keimanan kepada Allah, tentu saja tidak pernah karena sebagai penganut Hindu anda beriman dan berbuat baik atas iman kepada Tuhan yang lain. Lalu koq anda mau menuntut Tuhannya umat Islam mau memasukkan anda ke surga..?? Semuanya terserah anda khan..?? karena semua manusia sudah dibekali kehendak bebas untuk memilih, lalu Allah juga sudah memberikan petunjuk berupa Al-Qur'an dan contoh-contoh yang dilakukan oleh Rasulullah, anda tetap memilih mengikuti Weda dan ajaran Hindu jelas atas pilihan anda sendiri.. | |||||
Total Topics: 62
Total Posts: 5124 18 Nov 09 - 9:40 am
|
Dosa seseorang bisa diampuni Allah, kalau memang orang tersebut SUDAH MEMINTA AMPUN kepada Allah. Tidak mungkin Allah begitu saja mengampuni dosa tanpa adanya permintaan ampun. Seseorang mau meminta ampun kepada Allah kalau dia MENGIMANI bahwa Allah memang Tuhan yang punya kuasa untuk memberi ampun, mana mungkin anda meminta ampun kepada sesuatu yang tidak anda yakini sebagai pihak yang punya kuasa untuk memberi ampun..?? Maka kaitan antara ‘iman dan amal kebaikan’ dengan anugerah surga bisa terlihat jelas disini, ketika Allah menyatakan :[2:82] Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya, maksudnya adalah : segala perbuatan baik kita yang didasari oleh iman kepada Allah, membuat Allah mengampuni dosa-dosa kita dan menjadikan kita termasuk orang yang disayang oleh Allah, berdasarkan hal tersebutlah kemudian Allah mencurahkan anugerah-Nya kepada kita berupa surga atau keselamatan. Jadi yang dimaksud anugerah disini adalah sesuatu yang terkait dengan syarat-syarat tertentu, yaitu iman dan amal kebaikan, tidak ada kedua hal tersebut maka anugerah juga tidak akan diberikan, Wah sorry nih, terpaksa tulisannya saya bold dan ukuran lebih besar, mungkin ini bisa membantu anda untuk mengambil kesimpulan secara akurat, karena saya pastikan anda tidak akan bertanya 'apakah memang Tuhan (jika dalam Islam) menciptakan mahlukNya sebagai kayu bakar (pengandaian) di neraka??' | |||||
Total Topics: 62
Total Posts: 5124 18 Nov 09 - 9:35 am
|
bcak Dasar pijakan saya adalah tulisan pak Archa di thread ini, dst, dstnah yang bagi saya ataupun non Muslim lain jika sampai 'mati' tidak menjadi seorang mualaf khan sudah pasti akan jadi 'kayu bakar' di neraka (jika dilihat dari sudut pandang Islam) dan ini abadi, trus Tuhan sudah mengetahui, menentukan, dan menetapkan hal ini jadi Tuhan (dalam Islam) itu memang menciptakan manusia dengan dua 'bagian' yang terpisah yaitu satu dengan kebahadian abadi sedangkan yang lain dengan penderitaan abadi. ![]() kalau tidak salah, kita bisa mengambil kesimpulan yang tepat mengenai tulisan/pikiran orang lain, kalau kita sudah mengutipnya secara lengkap dan bukan sepotong-sepotong, menurut saya sih biasanya begitu, silahkan anda baca kembali baik-baik tulisan saya tersebut.. Surga adalah anugerah Allah yang kekal yang diberikan kepada hamba-Nya yang sudah memenuhi syarat. Semua manusia menerima anugerah dari sifat ‘rahmaan’ Allah, namun tidak semua manusia menerima anugerah yang didasari sifat ‘rahiim’-Nya. perasaan saya sudah menulis panjang lebar, bahwa yang dimaksud sudah memenuhi syarat itu terkait dengan sifat Allah yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang, | |||||
Total Topics: 0
Total Posts: 772 18 Nov 09 - 9:03 am
|
Kang Ujang, Mas Cak, di masyarakat kita dulu ada kepercayaan bahwa gerhana terjadi karena ada raksasa yang mencoba menelan bulan /matahari...Saya yakin bahwa zaman dahulu hal ini dipercaya sebagai kebenaran yang pasti (sesuatu yang benar-benar terjadi)... Tapi ternyata kemudian apa yang dianggap kebenaran ini hanyalah imajinasi manusia, bukan sesuatu yang sesuai dengan kenyataan... Sebab kenyataan yang benar-benar terjadi adalah gerhana itu hanyalah fenomena alam biasa yang diakibatkan garis-garis edar Matahari, Bulan dan Bumi... Itulah yang saya maksud bahwa kebenaran itu harus dan akan sesuai dengan kenyataan... ![]() Ooooo,.... mengerti kang, eh kang Ujang lagi ada diskusi serius nih dengan Sdr. Zadok..... saya ikut baca aja deh,..... | |||||
Total Topics: 0
Total Posts: 772 18 Nov 09 - 8:57 am
|
lanjutan, nah yang bagi saya ataupun non Muslim lain jika sampai 'mati' tidak menjadi seorang mualaf khan sudah pasti akan jadi 'kayu bakar' di neraka (jika dilihat dari sudut pandang Islam) dan ini abadi, trus Tuhan sudah mengetahui, menentukan, dan menetapkan hal ini jadi Tuhan (dalam Islam) itu memang menciptakan manusia dengan dua 'bagian' yang terpisah yaitu satu dengan kebahadian abadi sedangkan yang lain dengan penderitaan abadi. Tentang freewill dalam Islam saya setuju karena memang kita yang menentukan arah kehidupan kita sendiri tapi di hasil akhirnya saya sedikit berbeda yaitu ketika kita salah dalam menentukan pilihan maka bagi saya Tuhan yang Maha Pemaaf dan Maha Penyayang akan memberikan kesempatan kedua dalam memperbaiki kesalahan dan mungkin tidak ada yang namanya hukuman atau penderitaan abadi. Hal ini bagi saya terlihat 'membingungkan' karena kenapa sampai Tuhan menciptakan manusia agar menjadi menghuni neraka??? Eh bro, ini hanya sebuah obrolan ringan aja, sambil menum kopi dengan ditemani alunan musik plus ditambah roti...... mantap nian,.... kita bicara dalam sudut pandang aja ya bro dan bukan saling menyalahkan atau mempengaruhi,..... | |||||
Total Topics: 0
Total Posts: 772 18 Nov 09 - 8:37 am
|
Bro Holy, Alur tentunya jalan takdir seseorang... ketika dia melewati fungsi If Then atau OR... pilihan mana yg dia pilih ketika melewati persimpangan tersebut? akan menetukan jalan berikutnya... ![]() Saya paham bro akan ini, jadi ini yang namanya 'kehendak bebas' dalam Islam...... Masihkah ada bingung bro becak???Yg saya tulis dari penjelasan saya sebelum2nya adalah adanya korelasi atara "penentuan nasib" seseorang oleh Allah, dengan alur jalan Takdir yg bakal dilaluinya yg sudah tertulis/ terseknario dalam Lauhmahfudz hingga manusia tersebut berakhir masuk neraka atau surga... ![]() Dasar pijakan saya adalah tulisan pak Archa di thread ini, Kata ‘ar-rahmaan’ mengandung unsur ‘kesempurnaan namun bersifat sementara’. Sebaliknya kalau dikatakan Allah menganugerahi kita karena sifatnya yang ‘ar-rahiim’, maka anugerah tersebut menunjukkan kepada ‘kesinambungan dan kemantapan’. Surga adalah anugerah Allah yang kekal yang diberikan kepada hamba-Nya yang sudah memenuhi syarat. Semua manusia menerima anugerah dari sifat ‘rahmaan’ Allah, namun tidak semua manusia menerima anugerah yang didasari sifat ‘rahiim’-Nya. Ini saya sepakat dalam hal bahwa Tuhan itu satu yang menciptakan alam semesta ini, tapi kemudian Tuhan menciptakan mahlukNya 'menjadi' dua bagian yaitu satu sebagai penghuni surga dan yang lain sebagai penghuni neraka, nah dari tulisan bro Holy diatas khan menyebutkan bahwa Tuhan itu mengetahui dan menentukan nasib dan takdir seseorang apakah masuk neraka atau masuk surga,...... pertanyaan saya adalah apakah memang Tuhan (jika dalam Islam) menciptakan mahlukNya sebagai kayu bakar (pengandaian) di neraka??? lanjut, | |||||
Total Topics: 0
Total Posts: 772 18 Nov 09 - 8:24 am
|
Kang Ujang postingan anda di thread sebelah saya pindah kesini aja ya,..... Mas cak, baik-baik saja mas...Hehehe, jadi malu saya... kesannya saya itu siapa gitu... sampe nggak nyangka segala... ![]() jangan malu-malu kang, kayak ketemu dengan pacar ato calon istri aja,..... Saya mah gimana baiknya aja... Kalo koment dikit-dikit mah bisa... Tapi masih jauh sama Pa Archa, Pa Jones dll mah... ![]() Saya sebetulnya senang dengan yang begini kang, klo sama Pak Archa ataupun malah Pak Jones, saya yang kelimpungan memahami dan mungkin dalam menjawab karena mereka berdua "ilmunya" udah jauh diatas sana...... | |||||
Total Topics: 0
Total Posts: 750 17 Nov 09 - 11:43 pm
|
jadi sebaknya di pahami dulu oleh yang akan berdiskusi, bahwa surga menurut islam dan surga menurut alkitab, bukan hal yg bisa di perbandingkan. Karena pengertian nya adalah amat jauh berbeda. (zadok) ![]() Jadi... bisa nggak gambarkan bagaimana keadaan permukaan surga dan keadaan penduduknya kelak menurut agama Kristen ?... 10:25 Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah." (zadok) ![]() Waduh... ini artinya semua orang kaya (beruang) akan masuk neraka... Sebab seekor unta masuk ke lobang jarum itu, sampe kiamat pun tidak akan mungkin... Kecuali diakalin dengan bikin jarum gede yang lubangnya berdiameter 2 meteran... ![]() Tapi apa bisa gitu yang hukum Tuhan diakalin ?... ![]() | |||||
Total Topics: 0
Total Posts: 20 17 Nov 09 - 11:12 pm
|
||||||
Total Topics: 0
Total Posts: 20 17 Nov 09 - 11:10 pm
|
bagian ini lebih jelas, menunjukkan bahwa KERAJAAN SORGA/KERAJAAN ALLAH menurut alkitab, bukanlah imbalan untuk amal baik yg menunggu setelah kematian manusia sebagaimana di ajarkan islam : 10:23 Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah." 10:24 Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi: "Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah. 10:25 Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah." | |||||
Total Topics: 0
Total Posts: 20 17 Nov 09 - 11:07 pm
|
||||||
Total Topics: 0
Total Posts: 20 17 Nov 09 - 11:04 pm
|
satu lagi ttg kerajaan sorga menurut alkitab : 19:13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. 19:14 Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga." | |||||
Total Topics: 0
Total Posts: 20 17 Nov 09 - 11:02 pm
|
||||||
Total Topics: 0
Total Posts: 20 17 Nov 09 - 10:56 pm
|
lalu menurut Lukas : 17:20 Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: "Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, 17:21 juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu." | |||||
Total Topics: 0
Total Posts: 20 17 Nov 09 - 10:49 pm
|
lanjutan .. 13:36 Maka Yesuspun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu." 13:37 Ia menjawab, kata-Nya: "Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; 13:38 ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat. 13:39 Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat. 13:40 Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. 13:41 Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. 13:42 Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. 13:43 Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!" 13:44 "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. 13:45 Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. 13:46 Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu." 13:47 "Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. 13:48 Setelah penuh, pukat itupun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang. 13:49 Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, 13:50 lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi | |||||
Total Topics: 0
Total Posts: 20 17 Nov 09 - 10:48 pm
|
maaf, kalo saya sih melihatnya sebenarnya tidak bisa di bandingkan antara pengertian sorga nya islam dengan sorga nya alkitab. Setau saya, sorganya islam adalah dimana menunggu kenikmatan bagi umat islam yg "layak masuk sorga" sesudah meninggal dunia. Ada kenikmatan2 yang diberikan bidadari disana. Sedang "sorga" atau tepatnya KERAJAAN SORGA nya alkitab, adalah seperti ini : 13:31 Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. 13:32 Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya." 13:33 Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya." 13:34 Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka, 13:35 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: "Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan." igi. ..bersambung | |||||
Total Topics: 0
Total Posts: 750 17 Nov 09 - 1:42 pm
|
mungkin kang Ujang bisa memperjelas lagi yang saya underline karena pengertian "yang benar adalah yang sesuai dengan kenyataan" masih sangat rancu bagi saya dan mungkin bisa menjadi bahan obrolan ringan, (bcak) ![]() Mas Cak, di masyarakat kita dulu ada kepercayaan bahwa gerhana terjadi karena ada raksasa yang mencoba menelan bulan /matahari... Saya yakin bahwa zaman dahulu hal ini dipercaya sebagai kebenaran yang pasti (sesuatu yang benar-benar terjadi)... Tapi ternyata kemudian apa yang dianggap kebenaran ini hanyalah imajinasi manusia, bukan sesuatu yang sesuai dengan kenyataan... Sebab kenyataan yang benar-benar terjadi adalah gerhana itu hanyalah fenomena alam biasa yang diakibatkan garis-garis edar Matahari, Bulan dan Bumi... Itulah yang saya maksud bahwa kebenaran itu harus dan akan sesuai dengan kenyataan... | |||||
Total Topics: 0
Total Posts: 1016 17 Nov 09 - 11:50 am
|
Masihkah ada bingung bro becak??? Yg saya tulis dari penjelasan saya sebelum2nya adalah adanya korelasi atara "penentuan nasib" seseorang oleh Allah, dengan alur jalan Takdir yg bakal dilaluinya yg sudah tertulis/ terseknario dalam Lauhmahfudz hingga manusia tersebut berakhir masuk neraka atau surga... | |||||
Total Topics: 0
Total Posts: 1016 17 Nov 09 - 11:18 am
|
dipenjelasan pertama disebutkan bahwa "Lauh Mahfudz" itu semuanya sudah terprogram dan takkan pernah berubah tapi dipenjelasan kedua kok bisa disebutkan "Lauh Mahfudz" tidak menentukan secara langsung tapi ada "alurnya", nah "alurnya" ini bagaimana? ![]() Alur tentunya jalan takdir seseorang... ketika dia melewati fungsi If Then atau OR... pilihan mana yg dia pilih ketika melewati persimpangan tersebut? akan menetukan jalan berikutnya... | |||||
Total Topics: 0
Total Posts: 772 17 Nov 09 - 11:12 am
|
@Bro Bcak Apa yg di bingungkan dari penjelasan saya? ![]() Ini lho bro Holy, Untuk singkatnya, Takdir "saya memahaminya" adalah "skenario tetap" atau takkan berubah! seperti dalam pemrograman komputer disebut Diagram Alur yg sudah tertulis menjadi sebuah listing program yg sudah jadi dan di compile! yg mana dalam hal ini mirip sekali dengan scenario "Lauh Mahfudz". Informasi "program" dalam Lauh Mahfudz berisi tentang smua aturan tentang alam dan isinya, sebab dan akibatnya! seperti halnya dalam listing program komputer ada fungsi2 "IF, Then, OR, Else" Dll. terprogram juga dalam Lauh Mahfudz. [/u]dan itu takkan berubah sampai sang penciptanya sendiri menghentikan prosesnya[/u]! trus penjelasan bro Holy yang lain, Lauh Mahfudz tidak menentukan secara langsung masuk neraka, tapi dilihat dari "alurnya"! maka Orang2 musrik itu akan masuk neraka! Alasanya jelasnya karena janji Allah yang telah "diprogram" juga dalam Lauh Mahfudz terhadap kaum musrik dan kafir adalah dimasukkan neraka, dan bisa dilihat ayat kelanjutnya. Allah berfirman: "Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu.... (Qs. 7:38) dipenjelasan pertama disebutkan bahwa "Lauh Mahfudz" itu semuanya sudah terprogram dan takkan pernah berubah tapi dipenjelasan kedua kok bisa disebutkan "Lauh Mahfudz" tidak menentukan secara langsung tapi ada "alurnya", nah "alurnya" ini bagaimana? maklum kagak ngerti yang program-program beginian..... | |||||
Total Topics: 0
Total Posts: 1016 17 Nov 09 - 11:03 am
|
||||||
Total Topics: 0
Total Posts: 772 17 Nov 09 - 10:51 am
|
Kang Ujang, saya tertarik dengan komentar anda di thread sebelah, Nah kalo hal yang bertentangan itu tidak mungkin sama benarnya... Tentunya hanya satu yang benar... Manakah yang benar itu ?... Yang benar itu adalah yang sesuai dengan kenyataan... mungkin kang Ujang bisa memperjelas lagi yang saya underline karena pengertian "yang benar adalah yang sesuai dengan kenyataan" masih sangat rancu bagi saya dan mungkin bisa menjadi bahan obrolan ringan,..... | |||||
Total Topics: 0
Total Posts: 772 17 Nov 09 - 10:46 am
|
lanjutan, Saya jadi tertarik bertanya, apakah Tuhan sudah merencanakan semua ini yang mana yang terpilih menerima dua sifat tsb dan yang mana hanya menerima hanya satu saja (‘ar-rahmaan’)??? Pada awal manusia diciptakan, Tuhan telah menggariskan riwayatnya itu ketika "ditiupkan" ruh ke dalam sulbi (koreksi jika salah) dan ini telah bpk sebutkan di diskusi kita yang lalu, jadi sudah ditentukan yang mana akan "menjadi" penghuni surga yang kekal dan yang mana "menjadi" penghuni neraka yang kekal, Mungkin bisa diperjelas lagi, karena apa memang Tuhan menciptakan semuanya berpasangan (dalam hal ini) agar ada penghuni neraka dan ada penghuni surga???? Disini saya melihat bahwa dalam jangka waktu kurang lebih 90 tahun hidup manusia akan "dibalas" dengan surga abadi maupun neraka abadi dimana semua ini telah "ditentukan" oleh Tuhan jadi pemahaman saya Tuhan itu 'memang' menciptakan mahlukNya untuk menderita yang abadi dan senang yang abadi. tapi ada juga penjelasan lain dari bang Holy yang buat saya bingung.... di, Lauh Mahfudz tidak menentukan secara langsung masuk neraka, tapi dilihat dari "alurnya"! maka Orang2 musrik itu akan masuk neraka! Alasanya jelasnya karena janji Allah yang telah "diprogram" juga dalam Lauh Mahfudz terhadap kaum musrik dan kafir adalah dimasukkan neraka, dan bisa dilihat ayat kelanjutnya. Allah berfirman: "Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu.... (Qs. 7:38) http://forum-swaramuslim.net/threads.php?id=43657_90_24_0 mungkin perlu diperjelas lagi..... | |||||
Total Topics: 0
Total Posts: 772 17 Nov 09 - 10:43 am
|
lanjutan, penjelsan pak Archa tsb diperjelas lagi oleh bang Holy, Untuk singkatnya, Takdir "saya memahaminya" adalah "skenario tetap" atau takkan berubah! seperti dalam pemrograman komputer disebut Diagram Alur yg sudah tertulis menjadi sebuah listing program yg sudah jadi dan di compile! yg mana dalam hal ini mirip sekali dengan scenario "Lauh Mahfudz". Informasi "program" dalam Lauh Mahfudz berisi tentang smua aturan tentang alam dan isinya, sebab dan akibatnya! seperti halnya dalam listing program komputer ada fungsi2 "IF, Then, OR, Else" Dll. terprogram juga dalam Lauh Mahfudz. dan itu takkan berubah sampai sang penciptanya sendiri menghentikan prosesnya! Sedangkan "Nasib" saya memahaminya adalah "rule" karakter yg ditentukan langsung sendiri oleh Allah, untuk dimasukkan kedalam "scenario tetap" program tadi. Ibarat sebuah game komputer ada karakter2 tertentu memiliki kemampuan kuat, lemah, baik, jahat, kaya, miskin dll. serta cirikhas tertentu dengan sekehendak Allah. Inilah yg saya maksud rule itu! Rule ini bisa berubah kapan pun sekehendak Allah! "Rule" ini menurut Hadist mulai dimasukkan ketika bayi dalam kandungan sekirat umur 40hari. ...Allah mengutus malaikat untuk meniupkan roh ke dalamnya dan diperintahkan untuk menulis empat perkara yaitu: menentukan rezekinya, ajalnya, amalnya serta apakah ia sebagai orang yang sengsara ataukah orang yang bahagia. nah kang Ujang, makanya saya bertanya, lanjut, | |||||
Total Topics: 0
Total Posts: 772 17 Nov 09 - 10:29 am
|
Kang Ujang, Kita ngobrol santai disini yang kang.... dan jangan yang serius ya, biar diskusi dengan netter Kristen aja yang serius.... Ikut komentar dikit yah...Mas Bcak... Kalo menurut saya masalah ini hanyalah masalah kemampuan ilmu "Mengetahui Sebelum Terjadi"... Kalo mas bcak percaya bahwa ada orang-orang sakti yang "weruh sedurunge winarah"... Apalagi ini Tuhan Sang Maha Pencipta, tentunya sangat maha jitu "PenerawanganNya"... ![]() maaf kang bukan ini pokok pertanyaan saya,.... Masalah bagaimana itu ditentukan... Nah ini baru masuk kepada masalah Takdir, yang seperti Pa Archa bilang sudah dibahas pada arsip-arsip yang lama... ![]() saya akan coba bandingkan pendapatnya dan jika berkenan mungkin bisa diperjelas lagi, saya ambil dari thread sebelah yang dikatakan oleh bang Holy, Kemampuan berfikir manusia yg diberikan oleh Tuhan!, Secara ga langsung Tuhan juga memberikan batasan2 kemampuan seperti apa? yg mampu dipikirkan manusia. Dengan kehendak Tuhan pula,.....dst.. Paling sederhana kemampuan manusia melihat... Jika Tuhan "tidak mengizinkan" manusia tersebut melihat, maka manusia tersebut tidak bisa melihat apapun!....dst.. trus dari thread 17 tahun memberikan banyak penjelasan dari pak Archa, Allah telah menciptakan manusia dengan mengihamkan kepadanya kebaikan dan keburukan, lalu ditetapkan syariat (aturan) bagi manusia dalam menjalani kehidupan di dunia, bagi yang mematuhi dikatakan telah berbuat kebaikan, yang melanggar dikategorikan berbuat kejahatan. Potensi kebaikan dan kejahatan sudah ada dalam diri, Iblis bertugas menggoda agar semua aturan Allah tersebut dihadapi dengan potensi keburukan manusia sehingga manusia dikatakan melanggar. lanjut, | |||||
Total Topics: 0
Total Posts: 772 17 Nov 09 - 10:12 am
|
Pak Archa, bung bcak,anda tidak perlu repot2 menunggu tanggapan saya, apa yang anda tanyakan ini terkait soal takdir dan sudah banyak didiskusikan disini. kalau tidak salah anda juga pernah menanyakannya dalam diskusi dengan netters muslim lain. jadi saran saya, silahkan dibolak balik lagi arsip yang sudah ada... ![]() Terima kasih udah mau merespons pak,..... saya memang dulu udah membaca di thread yang dirujuk oleh bang Holy yaitu di .: Untuk 17 Tahun Ke Atas :. tapi saya masih kurang mengerti jadi saya tertarik ingin bertanya lagi, jika bapak "malas" menemani saya ngobrol tidak apa-apa pak,.... maaf saya memakai thread bpk untuk ngobrol santai dengan kang Ujang dan saya harap bpk tidak keberatan,.... | |||||
Total Topics: 0
Total Posts: 750 14 Nov 09 - 4:12 pm
|
Pada awal manusia diciptakan, Tuhan telah menggariskan riwayatnya itu ketika "ditiupkan" ruh ke dalam sulbi (koreksi jika salah) dan ini telah bpk sebutkan di diskusi kita yang lalu,jadi sudah ditentukan yang mana akan "menjadi" penghuni surga yang kekal dan yang mana "menjadi" penghuni neraka yang kekal, (bcak) ![]() Ikut komentar dikit yah... Mas Bcak... Kalo menurut saya masalah ini hanyalah masalah kemampuan ilmu "Mengetahui Sebelum Terjadi"... Kalo mas bcak percaya bahwa ada orang-orang sakti yang "weruh sedurunge winarah"... Apalagi ini Tuhan Sang Maha Pencipta, tentunya sangat maha jitu "PenerawanganNya"... Masalah bagaimana itu ditentukan... Nah ini baru masuk kepada masalah Takdir, yang seperti Pa Archa bilang sudah dibahas pada arsip-arsip yang lama... | |||||
|
|||
FORUM STATISTIK |
||||||||||||||||||||
|
Hits : 3315539 | |||||||||||||||||||

|
|
|
|
|
|
Questions & suggestion or problems regarding this web site should be directed to webmaster Copyright © December 2008 , forum-swaramuslim.net - All right reserved best viewed with IE Resoluton 800 X 600 |