29 May 07 - 11:47 pm
Total Topics: 1
Total Posts: 0
Assalamu'alaikum wr wb
Saya adalah seorang muslim. Saya memiliki latar belakang pendidikan Ilmu Hukum. Saat ini saya adalah praktisi hukum junior di salah satu Kantor Hukum di Jakarta.
Saya memiliki ketertarikan terhadap sejarah dan perkembangan dunia Islam dan dunia pada umumnya yang dahulu saya peroleh secara "one way point of view".
Sejak saya menulis skipsi tentang hukum perang dan humaniter internasional, terutama mengupas tentang Agresi AS ke Irak tahun 2003, saya sering bersinggungan dengan penelitian sejarah hukum tentang perang dan hukum internasional itu sendiri.
Dari berbagai buku dan literatur yang saya gunakan untuk penelitian, entah mengapa saya ketika itu tertarik dengan sebuah buku Karen Armstrong, Perang Suci.
Dari situ saya mencoba mengkaitkan penelusuran sejarah perang dari segi "western point of view" dengan "islamic point of view".
Keterkejutan saya adalah hampir seluruh pembelajaran tentang hegemoni perang sebagai institusi negara dalam hukum perang dan humaniter internasional tidak bisa dipertanggung jawabkan dari sisi sejarah dan motif.
Saya terus menggali hingga saat ini untuk menemukan "the right point of view" tentang sesuatu yang "pernah" saya banggakan hingga saya memilih major Hukum Internasional, yaitu: Perdamaian bagi seluruh manusia.
Dari titik ini kemudian saya tertarik dengan fenomena perang Israel dan bangsa Arab (muslim), yang dalam opini saya adalah salah satu perang abadi. Saya kemudian mencari berbagai sumber literatur, buku, blog, homepage, website yang berkaitan dengan hal ini.
Sejak saat itu pula saya gandrung dengan teori konspirasi Yahudi terhadap dunia dan Islam.
Saya banyak menemukan hal-hal menakjubkan yang pada dasarnya "berbeda versi" dengan apa yang telah "diberitahukan" kepada saya melalui proses pendidikan dari SD hingga Universitas.
Terkadang hal ini seperti tamparan di muka untuk saya.
Beberapa informasi telah saya peroleh dari website Swaramuslim.com, dan saya berterima kasih.
Untuk alasan kahausan saya akan informasi kebenaran inilah saya hendak bergabung dengan forum swaramuslim.com.
saran aja, sebaiknya doa assalamu'alaikum jangan disingkat seperti itu, karena kalau orang yang tidak tahu menyangka itu bahasa inggris yang artinya : B**** atau pantat
Asss disensor. Pantat nggak disensor. Gimana sih admin-nya ini.
Jadi muslim nggak punya Uskup sendiri? Ya kalau gitu susah donk menentukan kiai mana yg sebenarnya
tidak ada jabatan/gelar dlm agama Islam, semua sama bagi Allah, yg membedakan hanya ketaqwaannya kpd Allah. Jadi, kyai itu bukan jabatan dlm Islam, tapi gelar dlm budaya jawa, dan yg mendapat gelar ini bukan hanya manusia, tapi juga hewan (misal: kerbau kraton solo bergelar Kyai slamet), dan benda mati (misal: keris)
Jadi muslim nggak punya Uskup sendiri? Ya kalau gitu susah donk menentukan mana kiai yg sebenarnya. Bukan ditahbiskan oleh Pesantren tertentu gitu to? Misalnya lulus dari pesantren tinggal mengucapkan kaul kekal.
1. Bagaimana proses seorang muslim bisa menjadi kiyai?
2. Bagaimana ritual tahbisannya?
3. Apakah ada semacam "Uskup Islam" yang mentahbiskan seorang muslim menjadi seorang kiyai?
4. Bagaimana seorang kiyai bisa menjadi "Uskup Islam"?
Dalam keadaan sekarang, seseorang dikatakan Ulama (dalam istilah umum yang artinya orang yang ahli dalam ilmu agama Islam), disebabkan oleh masyarakat ‘menganggap’ orang itu Ulama, berdasarkan penilaian subjektifnya. Kita tidak punya semacam ‘badan sertifikasi’ Ulama, yang berhak menentukan apakah seseorang berhak disebut Ulama atau tidak. Juga tidak ada ketentuan siapa saja orang yang berhak untuk menetapkan orang lain sebagai Ulama. Bisa saja, seseorang yang sering muncul di televisi ataupun naik panggung untuk berdakwah, lama kelamaan dia akan digolongkan sebagai Ulama. Bisa juga seseorang yang punya pondok pesantren (sekalipun misalnya warisan dari orang-tuanya) akan digolongkan sebagai Ulama oleh para santrinya. Bisa juga terjadi seseorang yang ‘dinobatkan’ sebagai Ulama oleh sekelompok orang, tapi tidak dianggap Ulama oleh kelompok yang lain. Maka semua atribut Ulama yang dilekatkan pada seseorang sampai saat ini hanya sebatas ‘apa yang mampu kita lihat’ saja. Apakah orang yang kita anggap Ulama dimata kita juga merupakan Ulama dimata Allah..?? Kelihatannya sulit untuk memastikan karena tidak seorangpun punya kemampuan untuk menyelami hati orang lain, sehingga dia bisa mampu melihat orang lain tersebut memang takut dan tunduk kepada Allah berdasarkan ilmu yang dia miliki.
BP4 yang lahir pada tanggal 3 Januari 1960, adalah lembaga semi resmi ... Secara vertikal, BP4 memiliki kepengurusan dari pusat sampai dengan kecamatan. ...
Sekarang Islam sudah mengikuti Gereja Katolik menyelenggarakan kursus pernikahan. Ini akan meminimalisir perceraian kaum muslim di Indonesia. Tahun 2009 ada 200.000 kasus perceraian Islami.
Setahu saya lembaga untuk "perselisihan keluarga" sudah dari dulu ada namanya BP4 (kepanjangannya lupa) dan Perceraian dalam islam dibolehkan kok....
Kalau boleh tahu, umat kristen baik katolik & protestan secara statisktik yang cerai (tapi malu-malu) lebih banyak atau lebih sedikit ya....
terus kalau di barat sana, statistiknya gimana ya....
hahaha.... ssssttttt "malu ah... aku ngungkapinnya" (jangan nanya itu dong....)
Sekarang Islam sudah mengikuti Gereja Katolik menyelenggarakan kursus pernikahan. Ini akan meminimalisir perceraian kaum muslim di Indonesia. Tahun 2009 ada 200.000 kasus perceraian Islami.
kalau lihat data harus proporsional, dilihat dari persentase jumlah penduduknya, jelas saja nggak bakalan klop kalau jumlah perceraian di Indonesia mau dibandingkan antara Muslim yang mayoritas dengan katolik yang hanya segelintir. Ini data yang lebih lengkap :
ranking negara yang mayoritas Islam hanya menduduki peringkat ke-28, yaitu Arab Saudi, sedangkan Indonesia malah urutan ke-41. Bisa dilihat nggak posisi negara yang mayoritas bukan Islam..??
Aink kan muslim. Kok assalamualaikumnya disensor juga?
Jadi kalau saya bilang "Assalamualaikum", orang Islam nggak boleh jawab? Apa ada ayat atau hadis yg ngajarin kayak gitu?
jawaban :
NB :
saran aja, sebaiknya doa assalamu'alaikum jangan disingkat seperti itu, karena kalau orang yang tidak tahu menyangka itu bahasa inggris yang artinya : B**** atau pantat
Sekarang Islam sudah mengikuti Gereja Katolik menyelenggarakan kursus pernikahan. Ini akan meminimalisir perceraian kaum muslim di Indonesia. Tahun 2009 ada 200.000 kasus perceraian Islami.
Kok kiyai PBNU Jawa Timur dan kiyai MUI Jawa Timur nggak mengetahui adanya KH Achmad Munib???
1. Bagaimana proses seorang muslim bisa menjadi kiyai?
2. Bagaimana ritual tahbisannya?
3. Apakah ada semacam "Uskup Islam" yang mentahbiskan seorang muslim menjadi seorang kiyai?
4. Bagaimana seorang kiyai bisa menjadi "Uskup Islam"?
KH Achmad Munib, tokoh ulama di Desa Beluk Kenek, Ambunten, Sumenep, Madura berdakwah ANTI PANCASILA. Apakah Swaramuslim juga anti-Pancasila?
Maaf cuma tanya doank kok.
Kemaren di Radio Elshinta Surabaya, salah seorang kiyai PBNU Jawa Timur bilang KH Achmad Munib tidak terdaftar dalam daftar kiyai NU di Jawa timur. Gimana itu? MUI Jawa Timur juga menyatakan bahwa kiai tersebut tidak dikenal. Aneh.
Baru tau kau rupanya. bukannya kami keterlaluan. Tapi kami memang tidak boleh menerima salam yang seperti itu dari yang non muslim. Tapi kalau kata selain yang kau tulis kami jawab dengan senang hati. Harap Maklum ini salah satu bentuk dari pengamalan aqidah kami.
kalau mau belajar tentang Islam & Kristen, saya sih merekomendasikan sdr. archa (maaf pak archa), menurut saya beliau ilmunya luas baik ajaran islam maupun kristologi...
kalau mau ke arah filsafat, sepertinya sdr. syahrir atau ujang adnan lebih menguasai...
silahkan kontak mereka, maaf buat temen-temen yang disebut namanya...
NB :
saran aja, sebaiknya doa assalamu'alaikum jangan disingkat seperti itu, karena kalau orang yang tidak tahu menyangka itu bahasa inggris yang artinya : B**** atau pantat
menurut saya selama manusia hidup, mereka hanyalah menunggu pannggilan Allah untuk kembali ke rumahnya, namun sikap dan perilakunya sajalah yg berbeda-beda. dan saya sangat menyadari akan hal itu....
Assalamu'alaikum wr wb
salam kenal
maaf, rasanya tidak tepat kalau hidup di dunia ini "hanya menunggu", kalau kita kaji alQur'an justru Allah telah menetapkan kita dengan berbagai KEWAJIBAN baik itu PERINTAH maupun LARANGAN...
jadi jangan biarkan hidup kita "hanya menunggu" panggilan-Nya (dijemput ajal)....
mungkin sekarang jamanya berdebat n berdiskusi ttg swt hal,entah itu salah / benar.nah dsini udah jelas donk, qta sedang berdiskusi ttg swt kbnaran yai ttg adanya Tuhan semesta alam.
sebenarnya apa sih yg dilakukan manusia selama hidup di muka bumi?
menurut saya selama manusia hidup, mereka hanyalah menunggu pannggilan Allah untuk kembali ke rumahnya, namun sikap dan perilakunya sajalah yg berbeda-beda. dan saya sangat menyadari akan hal itu....
salam, temaaaaan..., bicaralah dengan logis, pikiran jernih, dan seperti yang kamu sering bilang "open your heart", (if you still have one),...saya baca "sangkalan" anda kepada sahabat kita faham dan yang lain kok seperti memaksakan, bukan mengajak berpikir atau merenung, padahal selalu saja "kamu orang" selalu mengatakan "open... your mind, open... you heart", MbOK yO di lakukanlah oleh dirimu sendiri...
Saat ini ada10guests
dan 0members browsing forum diskusi
Online Now
:
Hits : 3315545
Hak cipta
dilindungi oleh Allohu Subhanahu wa Ta'ala TIDAK DILARANG KERAS mengcopy, memperbanyak, mengedarkan
untuk kemaslahatan ummat syukur Alhamdulillah sumber dari forum-swaramuslim.net
dicantumkan
Questions & suggestion or problems regarding
this web site should be directed to
webmaster