Member : Log-In | Register   Forum Arsip 2002 - 2008   
  online :     



.: ALLAH; NAMA TUHAN.. :.
Author
Post   Bookmark and Share  
archa

18 Feb 06 - 12:27 pm Total Topics: 62
Total Posts: 5124
archa's avatar

Archives 
Komentar Forum lama dari 2002 s/d 2008 ada juga di halaman archives
Kata 'Allah' merupakan nama Tuhan yang paling populer. Apabila anda berkata :"Allah..", maka apa yang anda ucapkan itu telah mencakup semua nama-nama-Nya yang lain, sedangkan bila anda mengucapkan nama-nama-Nya yang lain misalnya : ar-Rahmaan, al-Malik dan sebagainya maka ia hanya menggambarkan sifat Rahman, atau sifat kepemilikan-Nya. Disisi lain, tidak satupun dapat dinamakan Allah, baik secara hakikat maupun secara majazi, sedangkan sifat-sifat-Nya yang lain secara umum dapat dikatakan bisa disandang oleh makhluk-makhluk-Nya. Bukankah kita dapat menamakan si Ali yang pengasih sebagai 'Rahiim', atau Ahmad yang berpengetahuan sebagai 'Aliim'. Secara tegas, Tuhan Yang Maha Esa itu sendiri yang menamakan dirinya Allah.

14. Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. (Thaahaa).

Innanii = sesungguhnya Aku, anaa = Aku, Allaahu = Allah, laa ilaaha = tidak ada tuhan, illaa = melainkan, ana = Aku.

Dia juga dalam Al-Qur'an yang bertanya :"hal ta'lamu lahuu samiyyaa..? (Surat Maryam ayat 19). Ayat ini, dipahami oleh pakar-pakar Al-Qur'an bermakna :"Apakah engkau mengetahui ada sesuatu yang bernama seperti nama ini..?" atau :"Apakah engkau mengetahui sesuatu yang berhak memperoleh keagungan dan kesempurnaan sebagaimana pemilik nama itu (Allah)?" atau bermakna :"Apakah engkau mengetahui ada nama yang lebih agung dari nama ini?", juga dapat berarti :"Apakah kamu mengetahui ada sesuatu yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?"

Total Reply 104 | Comment 4088 hits |  Beritahu Teman |  Print | Baca Seluruh Artikel  
faham

Total Topics: 0
Total Posts: 1323
10 Sep 09 - 10:28 am
Maaf pak, saya tidak bisa meladeni sekarang karena saya sekarang sedang jengkel, dan saya takut bahwa nanti kata-kata saya akan menyinggung bpk nantinya,....
mungkin lain waktu aja pak,.....


Nggak apa-apa pak... komentar saya ditujukan bagi pengunjung SM dan tidak dikhususkan buat anda..
saya tertarik karena pertanyaannya bagus

Buat pemirsa juga...
penjelasan lebih lanjut nih...
Ditakutkan, karena sudah ada kejadian... bahwa kalau beribadah diserahkan kepada manusia, maka bisa terjadi :

- menyerahkan "perawan"
- menganggap orang yang "dikurbankan" akan "menyelematkan"
- malah bikin sesaji/sembahyang kepada mahluk "rendah" (=hewan/tumbuhan yang peruntukannya untuk dimanfaatkan manusia)
- malah bikin sesaji/sembahyang dari hasil ciptaan tangannya sendiri
- dll
Kirim Komentar
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 772
10 Sep 09 - 9:57 am
Pak Faham,

Pada dasarnya kita tidak boleh mengamalkan atau mensyariatkan suatu amal ibadah kecuali ada dalilnya dari al-Qur'an dan as-Sunnah yang mensyariatkannya. Barangsiapa yang mensyariatkan sebuah ibadah tanpa dalil maka dia telah membuat perkara baru (bid'ah) dalam agama.

Jadi...
semua bentuk ibadah itu dilarang, kecuali ada dalil yang memerintahkannya. - semua bentuk mu'amalah itu boleh, kecuali ada dalil yang melarangnya

btw,
suatu yang lumrah bila ketika anak2 diajarin dan setelah dewasa malah ngajarin (atau jadi dosen)... tapi apakah ada manusia yang jadi Tuhan ?

Maaf pak, saya tidak bisa meladeni sekarang karena saya sekarang sedang jengkel, dan saya takut bahwa nanti kata-kata saya akan menyinggung bpk nantinya,....
mungkin lain waktu aja pak,.....
Kirim Komentar
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 772
10 Sep 09 - 9:54 am
Pak Archa,

Tapi penjesalan tersebut sama sekali tidak ada hubungannya dengan apa yang saya sampaikan tentang interaksi Al-Qur'an dengan budaya, dan sampai sekarang ini anda belum menyampaikan sanggahan anda, tapi cuma 'nyeletuk' soal Perang Paderi..

Lho bpk sendiri yang terlalu jauh dalam memahami postingan orang dan mau mengerti sendiri tapi ngak apalah lha wong ini rumah bpk dan bpk berhak untuk itu, tapi begitukah prilaku tuan rumah,....?
bagaimana saya bisa menyambpaikan saggahan ketika saya 'nyeletuk' soal perang trus bpk dalam posisi 'siaga',...?

saya menilai sangat mengecewakan hal ini datang dari 'master lulusan amerika'..

Anda mungkin yang memiliki level terlalu jauh tinggi dibandingkan dengan saya jadi saya memang tidak sepadan dengan anda dan untuk itu mungkin anda kecewa sehingga sedikit-sedikit anda menuduh saya begini, begitu,......
coba bandingkan dengan netter muslim yang lain yang walaupun lama saya diskusi di FB, kayaknya ngak ada tuh yang sentimentil seperti anda baik itu bro Orphan, Syahrir, dan yang lainnya. Saya jadi heran dengan anda apakah anda 'ketakutan' dengan saya,....?
Kirim Komentar
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 772
10 Sep 09 - 9:46 am
Pak Archa,

sorry kalau saya ngomong terang-terangan, apa yang anda singgung soal perang Paderi sebenarnya mirip dengan 'keluh-kesah' anda soal Majapahit yang dihancurkan oleh Demak. Kalau anda mau membahas soal tersebut, maka kita harus melihat secara adil tentang latar belakangnya, siapa pelakunya, bagaimana karakter kelompoknya, dan bagaimana proses penerimaan si pelaku sejarah tentang ajaran Islam.

Saya juga terus terang pak, jika saya ingin trus kenapa saya hanya diam pak,....?
banyak data yang saya miliki tapi untuk apa,....?
bagi saya sih mo Majapahit hancur kek, oleh siapa kek, trus untuk apa diributkan toh sudah hancur, trus jika diributkan apa akan kembali,...?, saya percaya itu terjadi atas karunia Tuhan pak jadi apa kuasa saya dalam melawan kuasa Tuhan,.....?

Kaum Paderi juga orang Minangkabau dan mereka menerima nilai-nilai Islam bukan dengan terpaksa lewat peperangan, tapi menemukan sendiri berkat interaksi mereka dengan kaum Wahabi di Arab Saudi. kalau kemudian terjadi bentrok dengan kaum adat, itu merupakan dinamika internal masyarakat Minangkabau sendiri. Tentu saja setiap individu yang menghadapi adanya nilai-nilai baru yang masuk, punya banyak keragaman sikap, sama saja dengan ketika Rasulullah mulai menyebarkan wahyu yang beliau terima di Makkah, ada yang menerima dengan cepat tanpa kesulitan, ada yang melalui peperangan, dst, dst.

lho salah saya dimana,....?
khan bpk yang bilang begitu maka saya balik mengomentari bahwa itu juga terjadi melalui proses akulturasi yang panjang, jadi sepertinya anda yang terlalu 'aneh' dalam menanggapi postingan saya, sedikit-sedikit udah curiga duluan,....
Kirim Komentar
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 772
10 Sep 09 - 9:39 am
Pak Archa,

Lalu apa hubungannya dengan perang Paderi..??, anda kelihatannya sudah mirip seperti 'provokator' model si bejo atau wongGKJ, cuma bedanya, mereka lebih terang-terangan, anda masih 'dibungkus' oleh 'citra Hindu' yang anda ciptakan dari awal anda masuk kesini, seolah-olah bersikap santun, minta pencerahan, mencari kebenaran..

Huh,....
anda terlalu keliru dalam menilai orang.

bung bcak, saya ini sudah 'bangkotan' di forum ini, banyak ketemu macam-macam manusia dan berdebat dengan mereka, makin banyak membuat postingan makin terbuka 'isi perut' kita, tidak bisa ditutup-tutupi..

Lho apa yang saya tutup-tutupi,....?
jika anda beranggapan bahwa saya ingin 'menyebarkan' Hindu disini?, ngak deh karena sering saya bilang bahwa untuk 'menjadi' Hindu perlu kedewasaan dan jika tidak maka akan bingung bin pusing khan sudah pernah saya katakan bahwa keikutan saya disini sih untuk murni diri saya sendiri karena pernah saya katakan dulu kepada Pak Jones bahwa saya sedang mencari air murni untuk diri saya sendiri dan saya tidak cukup hanya mendapatkan air sungai ataupun air dari pancuran walaupun itu juga sama-sama air.
Jadi apa dasar pak Archa mengatakan bahwa saya demikian,....?
apa bapak belum menemukan api yang bapak pake unutk memanggang,...?
dari postingan bpk sih kayaknya belum, trus untuk mematangkan jiwa bpk apa yang bpk pake?, apa api lilin, ato api dari korek api,....?
trus kapan matangnya pak,....?
Kirim Komentar
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 772
10 Sep 09 - 9:28 am
menurut saya, anak SD juga tahu kalau objek dari pendapat saya tentang wahyu dan budaya tersebut adalah, bla..bla..bla...

Saya kan hanya mengatakan bahwa satu arah itu bukannya salah tapi saya ingin mengatakan cara dalam mencapai Tuhan itu banyak dan itu terjadi juga atas karunia Tuhan lha wong apa sih susahnya jika Tuhan tidak berkenan kan bisa mematikan cara berpikir umatNya,....
apa anda akan katakan itu hanya godaan iblis dan untuk menguji umatNya,.....?
kayaknya yang beginian sih Tuhan yang senang 'bermain-main' dan senang menguji, klo bagi saya Tuhan beginian ngak deh,.....
dan jika hanya satu arah yang benar sepertinya itu hanya Tuhan yang terbatas, dan bukan Tuhan yang tak terbatas.
Kirim Komentar
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 772
10 Sep 09 - 9:21 am
lanjut,

nah jika anda cari teori ini di manapun ngak akan ketemu karena ini bukan milik umum dan hanya dapat anda temukan di 'tesis' saya dan itu telah lolos uji jadi cara yang saya gunakan dalam mencari hasil tsb tidaklah cuma satu jalan dan itu saya 'temukan' karena memang telah ada dan juga pasti atas restu Tuhan karena jika tidak maka tidak akan ketemu sampai kapanpun juga tapi tetap komponen dasarnya adalah konsep dasar yang terdapat dalam literatur. Kemudian jika teori saya ini berikan kepada 'anak SD' apakah mereka mudenk dengan teori saya ini,....?
Sama juga dengan halnya sekarang yang berkaitan dengan pekerjaan saya dimana dalam menggali lubang maka perlu pengetahuan dalam bahan mata bos, kekuatan lapisan (tanah), tipe lapisan (tanah), koefisien gesekan, luas bidang permukaan (tanah), putaran mata bor, dll. Jika melihat pada rumus dasar maka akan sangat banyak komponen yang diperlukan yang tidak hanya perlu unsur m.a doang tapi perlu unusr yang lain yang jika hanya memakai rumus dasar (anak SD) maka tidak akan muat (bisa) sehingga didapat 'gaya' berapa untuk dapat menggali, agar mata bor tidak patah dan juga luas bidang bor sesuai keinginan dan kejadian lumpur Lapindo tidak terjadi. Disini juga dapat diperhitungkan bagaimana rekahan yang terjadi, nah apakah dengan hanya mengandalkan rumus baku tsb akan bisa,.....?
Kirim Komentar
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 772
10 Sep 09 - 9:04 am
Pak Archa,

lagi-lagi contoh yang 'jauh panggang dari api', apa yang anda ceritakan tersebut tetap memperlihatkan bahwa semuanya selalu berasal dari guru, bukan dari si murid, metode pengajaran, referensi, konsep dasar, buku acuan, bahkan waktu pengajaran.

Sepertinya 'pemahaman' anda yang jauh api dari pemanggang-an, dalam menilai postingan orang,

Khan bukan si murid yang menentukan materi apa yang harus diajarkan, kapan waktu pengajaran, apa buku acuan, kalau itu yang terjadi, maka si murid bakalan membikin menurut maunya sendiri..

Pernahkah anda membuat teori (rumus) sendiri,....?
trus jika anda pernah, darimana anda punya ide untuk teori anda itu,...?
dan jika anda hanya 'menyalin' dari punya orang apakah anda bisa dikatakan memiliki 'tesis' sendiri,....?
sama juga dengan halnya 'anak SD' yang baru mendapatkan teori bahwa 2+2=4, tapi ketika dikatakan 2+2=2x2 maka anak tsb akan ngotot dengan mengatakan bahwa itu salah nah seperti itu juga dalam pola berpikir kemudian dimana setelah memasuki tahap pendidikan selanjutnya baru si anak ini akan mengerti bahwa itu adalah cara lain dalam mencapai hasil yang sama.

Sama juga pengalaman saya ketika mendapatkan teori di SMP yaitu tentang gaya, dimana rumus gaya adalah;
F=m.a, dengan m=massa dan a= arah kecepatan, (baik a maupun F dalam vektor)
http://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_(fisika)
http://id.wikipedia.org/wiki/Vektor_(spasial)
Tapi kemudian saya ketika di kuliah oleh para dosen di'arahkan' untuk mencari teori baru yang berhubungan dengan 'gaya' ini, dan kemudian saya menemukan cara lain yang memang tidak baku dipakai sebagai bahan pengajaran akan tetapi tetap mengacu pada konsep dasar dimana kemudian hasil 'gaya' ini saya cari melalui Hukum Kekekalan Energi, ataupun Hukum Relativitas Einstein, yang kemudian saya namakan teori Momentum Sudut (teori ini juga ditanyakan oleh pak Jones),

next,
Kirim Komentar
faham

Total Topics: 0
Total Posts: 1323
09 Sep 09 - 11:40 am
Untuk masalah ibadah kepada Tuhan, banyak ayat dan hadist yang menunjukan hal ini, di antaranya firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala:

Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang dzalim itu akan memperoleh adzab yang amat pedih.(QS. asy-Syuro:21)


Rosulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

"Barangsiapa yang melakukan amal perbuatan yang tidak ada contohnya dari kami (Nabi Muhammad SAW), maka amal perbuatan tersebut tertolak." (HR Muslim)


Pada dasarnya kita tidak boleh mengamalkan atau mensyariatkan suatu amal ibadah kecuali ada dalilnya dari al-Qur'an dan as-Sunnah yang mensyariatkannya. Barangsiapa yang mensyariatkan sebuah ibadah tanpa dalil maka dia telah membuat perkara baru (bid'ah) dalam agama.

Jadi...
semua bentuk ibadah itu dilarang, kecuali ada dalil yang memerintahkannya. - semua bentuk mu'amalah itu boleh, kecuali ada dalil yang melarangnya

btw,
suatu yang lumrah bila ketika anak2 diajarin dan setelah dewasa malah ngajarin (atau jadi dosen)... tapi apakah ada manusia yang jadi Tuhan ?

Kirim Komentar
archa

Total Topics: 62
Total Posts: 5124
09 Sep 09 - 11:29 am
archa's avatar
sorry kalau saya ngomong terang-terangan, apa yang anda singgung soal perang Paderi sebenarnya mirip dengan 'keluh-kesah' anda soal Majapahit yang dihancurkan oleh Demak. Kalau anda mau membahas soal tersebut, maka kita harus melihat secara adil tentang latar belakangnya, siapa pelakunya, bagaimana karakter kelompoknya, dan bagaimana proses penerimaan si pelaku sejarah tentang ajaran Islam. Kaum Paderi juga orang Minangkabau dan mereka menerima nilai-nilai Islam bukan dengan terpaksa lewat peperangan, tapi menemukan sendiri berkat interaksi mereka dengan kaum Wahabi di Arab Saudi. kalau kemudian terjadi bentrok dengan kaum adat, itu merupakan dinamika internal masyarakat Minangkabau sendiri. Tentu saja setiap individu yang menghadapi adanya nilai-nilai baru yang masuk, punya banyak keragaman sikap, sama saja dengan ketika Rasulullah mulai menyebarkan wahyu yang beliau terima di Makkah, ada yang menerima dengan cepat tanpa kesulitan, ada yang melalui peperangan, dst, dst.

Tapi penjesalan tersebut sama sekali tidak ada hubungannya dengan apa yang saya sampaikan tentang interaksi Al-Qur'an dengan budaya, dan sampai sekarang ini anda belum menyampaikan sanggahan anda, tapi cuma 'nyeletuk' soal Perang Paderi..

saya menilai sangat mengecewakan hal ini datang dari 'master lulusan amerika'..

Kirim Komentar
archa

Total Topics: 62
Total Posts: 5124
09 Sep 09 - 11:18 am
archa's avatar
Dari yang saya garisbawahi tsb apakah itu hanya konsep atau telah menjadi suatu 'tindakan',....?
Jika hanya konsep trus dasar bpk apa sehingga bpk 'berani' nulis seperti itu,...?
jika menurut saya itu adalah 'hasil' dimana budaya Minang dipengaruhi dengan cara satu arah oleh Islam (Qur'an) sehingga memberikan hasil seperti yang anda tulis (dalam hal ini adalah tindakan) dan Qur'an 'tidak tercemar' oleh budaya Minangkabau,....


menurut saya, anak SD juga tahu kalau objek dari pendapat saya tentang wahyu dan budaya tersebut adalah : wahyu (al-Qur'an) dan budaya itu sendiri, bukan si pelakunya. pengaruh-mempengaruhi yang saya sebutkan adalah tentang 'isi' dari budaya dan isi Al-Qur'an. Jadi kalau saya sebut 'satu arah' maksudnya : nilai Al-Qur'an mempengaruhi budaya, dan tidak terjadi sebaliknya karena Al-Qur'annya tetap sama, persis seperti yang dipunyai oleh orang Arab, Turki, Mesir, India, Pakistan, Eropah, Amerika, Indonesia, China, dst, dst..

Lalu apa hubungannya dengan perang Paderi..??, anda kelihatannya sudah mirip seperti 'provokator' model si bejo atau wongGKJ, cuma bedanya, mereka lebih terang-terangan, anda masih 'dibungkus' oleh 'citra Hindu' yang anda ciptakan dari awal anda masuk kesini, seolah-olah bersikap santun, minta pencerahan, mencari kebenaran..

bung bcak, saya ini sudah 'bangkotan' di forum ini, banyak ketemu macam-macam manusia dan berdebat dengan mereka, makin banyak membuat postingan makin terbuka 'isi perut' kita, tidak bisa ditutup-tutupi..

Kirim Komentar
archa

Total Topics: 62
Total Posts: 5124
09 Sep 09 - 11:10 am
archa's avatar
Bagaimana klo pandangan ini diperluas,...?
Dari yang saya garis-bawahi mengindikasikan pemahaman yang 'agak' sempit, saya pake contoh;
ketika seorang anak mulai belajar 'sesuatu' di SD maka sang guru akan mengajarkan dengan level yang sesuai dengan 'kemampuan' anak tsb dimana diberikan cara-cara untuk menyelesaikan soal/permasalahan, bla..bla..bla..


lagi-lagi contoh yang 'jauh panggang dari api', apa yang anda ceritakan tersebut tetap memperlihatkan bahwa semuanya selalu berasal dari guru, bukan dari si murid, metode pengajaran, referensi, konsep dasar, buku acuan, bahkan waktu pengajaran.

Khan bukan si murid yang menentukan materi apa yang harus diajarkan, kapan waktu pengajaran, apa buku acuan, kalau itu yang terjadi, maka si murid bakalan membikin menurut maunya sendiri..

Kirim Komentar
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 772
09 Sep 09 - 10:15 am
lanjut,

jika menurut saya itu adalah 'hasil' dimana budaya Minang dipengaruhi dengan cara satu arah oleh Islam (Qur'an) sehingga memberikan hasil seperti yang anda tulis (dalam hal ini adalah tindakan) dan Qur'an 'tidak tercemar' oleh budaya Minangkabau,....
coba deh bpk telaah ulang apa yang bpk tulis tsb,....

nah jika memang itu masih dalam konsep, ini berarti saya yang lagi-lagi keliru dalam memahami apa yang bpk tulis,...
Kirim Komentar
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 772
09 Sep 09 - 10:13 am
Pak Archa,

tapi terus-terang saya masih penasaran apa sebenarnya motivasi anda 'nyeletuk' soal Perang Paderi, padahal ketika saya menjelaskan soal soal hubungan antara Wahyu dengan budaya, itu konteksnya dalam tingkatan konsepsi, lalu koq bisa anda punya pikiran ada hubungannya dengan perang segala ([/u]konteksnya : tindakan[/u])

hum,......
mungkin saya yang terlalu jauh dalam memahami apa yang anda tulis,
jadi coba kita telaah ulang apa yang anda tulis tsb:

Kalau anda 'curiga' bahwa agama Islam merupakan agama budaya yang memang banyak bersumber dari budaya setempat karena sama-sama berbahasa Arab, silahkan anda teliti bagaimana ajaran Islam yang berbahasa Arab 'mewarnai' budaya Minangkabau yang bukan berbahasa Arab. Ketika ajaran Islam belum sampai ke ranah Minang, budaya masyarakat setempat bersumberkan kepada 'belajar dari alam', mereka punya nilai-nilai sendiri tentang perkawinan, kesukuan, politik, dst, dst. lalu ketika Islam masuk ke masyarakat Minangkabau, ajaran tersebut mewarnai budaya Minang DENGAN CARA SATU ARAH, budaya Minang menjadi budaya yang dilandasi nilai-nilai Islam sehingga muncul 'hukum dasar' = budaya bersandikan syara' = aturan, dan syara' bersandikan kitabullah = kitab Allah = Al-Qur'an. Istilah-istilah budayanya tetap ada namun 'isi'nya sudah berubah menjadi nilai-nilai Islam. Sebaliknya budaya Minangkabau TIDAK MERUBAH SEDIKITPUN apa yang terdapat dalam Al-Qur'an, Al-Qur'annya sama saja dengan Al-Qur'an yang dipakai oleh orang Arab, tidak berumab jumlah ayat maupun isinya..

Dari yang saya garisbawahi tsb apakah itu hanya konsep atau telah menjadi suatu 'tindakan',....?
Jika hanya konsep trus dasar bpk apa sehingga bpk 'berani' nulis seperti itu,...?

next,
Kirim Komentar
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 772
09 Sep 09 - 10:00 am
lanjut,

nah disini kemudian diberikan buku penunjang (referensi) baik itu buku catatan, perkataan guru yang memberikan aturan-aturan dasar yang akan mengakibatkan cara mencari jawaban dari soal itu tidaklah hanya satu dan bahkan banyak (mungkin sampai tak berhingga) tergantung dari masing-masing individu, tapi semua cara tersebut tidak akan pernah lepas dari 'konsep' dasar yang bersumber dari 'buku acuan'.

Justru kalau cara berhubungan dengan Tuhan diserahkan kepada kreasi manusia, maka hal tersebut membuat Tuhan menjadi terbatas, karena 'ikut' aturan yang dibikin manusia...

So, siapa yang 'lebih' membuat Tuhan menjadi 'terlihat' terbatas,...?

kira-kira logis nggak penjelasan tersebut..??

nah,......
kira-kira logis juga ngak contoh dari saya,....?
Kirim Komentar
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 772
09 Sep 09 - 9:55 am
Pak Archa,

rupanya yang anda maksud 'tuhan tidak terbatas' adalah : tuhan menyerahkan kepada manusia bagaimana cara berhubungan dengan-Nya, lalu apapun yang dilakukan manusia akan bisa 'diterima' Tuhan, karena tuhan memang tidak terbatas. Padahal kreasi manusia untuk berhubungan dengan Tuhan bisa macam-macam, entah mana yang diperkenankan Tuhan dan mana yang sebenarnya malah merendahkan Tuhan..

Coba diuji ya pak mana yang 'kira-kira' mendekatilah,.....

Yang saya maksud dengan Tuhan tidak terbatas bukan dalam konteks itu, tapi : apapun yang dipikirkan manusia tentang Tuhan, tidak akan sanggup untuk 'mengungkapkan' Tuhan. Satunya jalan untuk itu hanyalah Tuhan sendiri yang menginformasikan siapa diri-Nya, bagaimana cara berhubungan dengan-Nya, apa yang harus kita lakukan (saya istilahkan dengan protokoler tadi). Hal tersebut tidak mebuat Tuhan jadi terbatas, karena semua datang dari Tuhan sendiri, bukan manusia yang bikin aturan.

Bagaimana klo pandangan ini diperluas,...?
Dari yang saya garis-bawahi mengindikasikan pemahaman yang 'agak' sempit, saya pake contoh;
ketika seorang anak mulai belajar 'sesuatu' di SD maka sang guru akan mengajarkan dengan level yang sesuai dengan 'kemampuan' anak tsb dimana diberikan cara-cara untuk menyelesaikan soal/permasalahan, dan ketika si anak coba dibantah oleh seseorang (untuk satu kasus) dengan cara yang sedikit berbeda maka si anak akan membantah habis-habisan karena cara tsb memang hanya itu yang dipahami dan diajarkan oleh guru, tapi....
ketika menginjak universitas atau bahkan sekarang tingkat SMU pun telah diajarkan memahami kasus (soal) dan mencari pemecahan dengan cara sendiri dan tidak lagi dengan tuntunan 'khusus' atau cara tertentu doank tapi si siswa diberikan cara penyelesaian yang menurut siswa sendiri dapat dicapai.

next,
Kirim Komentar
archa

Total Topics: 62
Total Posts: 5124
07 Sep 09 - 1:33 pm
archa's avatar
tapi terus-terang saya masih penasaran apa sebenarnya motivasi anda 'nyeletuk' soal Perang Paderi, padahal ketika saya menjelaskan soal soal hubungan antara Wahyu dengan budaya, itu konteksnya dalam tingkatan konsepsi, lalu koq bisa anda punya pikiran ada hubungannya dengan perang segala (konteksnya : tindakan)
Kirim Komentar
archa

Total Topics: 62
Total Posts: 5124
07 Sep 09 - 1:29 pm
archa's avatar
tapi saya sudah 'menangkap' bahwa pandangan saya yang menganut Hindu akan berbeda dengan ajaran Islam dimana dalam Hindu sebuah aturan tidaklah Tuhan sendiri menentukan dalam artian bahwa cara 'mencapai' Tuhan tidaklah 'cuma' satu tapi banyak (malah sampai 'tidak dapat dipikirkan') dan itu semua bukanlah mengada-ada karena toh pengetahuan ataupun apa yang dipikirkan oleh manusia dalam menuju kepadaNya adalah karena 'kehendak' Tuhan, jika Tuhan tidak berkehendak trus kenapa bisa memiliki bayangan akan cara yang digunakan dalam menuju kepadaNya, yang jika telah digariskan kok sepertinya Tuhan itu bukannya 'tak terbatas' tapi kok malah seperti 'terbatas',


rupanya yang anda maksud 'tuhan tidak terbatas' adalah : tuhan menyerahkan kepada manusia bagaimana cara berhubungan dengan-Nya, lalu apapun yang dilakukan manusia akan bisa 'diterima' Tuhan, karena tuhan memang tidak terbatas. Padahal kreasi manusia untuk berhubungan dengan Tuhan bisa macam-macam, entah mana yang diperkenankan Tuhan dan mana yang sebenarnya malah merendahkan Tuhan..

Yang saya maksud dengan Tuhan tidak terbatas bukan dalam konteks itu, tapi : apapun yang dipikirkan manusia tentang Tuhan, tidak akan sanggup untuk 'mengungkapkan' Tuhan. Satunya jalan untuk itu hanyalah Tuhan sendiri yang menginformasikan siapa diri-Nya, bagaimana cara berhubungan dengan-Nya, apa yang harus kita lakukan (saya istilahkan dengan protokoler tadi). Hal tersebut tidak mebuat Tuhan jadi terbatas, karena semua datang dari Tuhan sendiri, bukan manusia yang bikin aturan.

Justru kalau cara berhubungan dengan Tuhan diserahkan kepada kreasi manusia, maka hal tersebut membuat Tuhan menjadi terbatas, karena 'ikut' aturan yang dibikin manusia...

kira-kira logis nggak penjelasan tersebut..??

Kirim Komentar
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 772
07 Sep 09 - 8:59 am
lanjut,

jadi hentikan 'dulu' diskusi tentang sejarah manusia di thread ini,...

bla..bla..bla, yang saya katakan adalah : mengada-adakan aturan, dulu sudah pernah dijelaskan koq dengan perumpamaan kalau kita menghadap seorang raja, aturan protokoler yang harus kita ikuti tentu saja sesuai apa yang ditentukan oleh si Raja, bukan aturan yang kita bikin sendiri. Sama saja dengan menyembah Tuhan, aturan penyembahan tentu saja sesuai apa yang ditentukan oleh Tuhan sendiri, bukan kita yang ngarang, masih ingat soal cerita main golf..??

Saya rasa diskusi di thread ini sudah cukup karena jika dilanjutkan akan seperti sebuah 'debat kusir' yang tidak berkesudahan,.....
tapi saya sudah 'menangkap' bahwa pandangan saya yang menganut Hindu akan berbeda dengan ajaran Islam dimana dalam Hindu sebuah aturan tidaklah Tuhan sendiri menentukan dalam artian bahwa cara 'mencapai' Tuhan tidaklah 'cuma' satu tapi banyak (malah sampai 'tidak dapat dipikirkan') dan itu semua bukanlah mengada-ada karena toh pengetahuan ataupun apa yang dipikirkan oleh manusia dalam menuju kepadaNya adalah karena 'kehendak' Tuhan, jika Tuhan tidak berkehendak trus kenapa bisa memiliki bayangan akan cara yang digunakan dalam menuju kepadaNya, yang jika telah digariskan kok sepertinya Tuhan itu bukannya 'tak terbatas' tapi kok malah seperti 'terbatas',
jadi pemahaman saya memang berbeda dan ini tidak usah diteruskan,....

sama juga dengan halnya nama Tuhan dimana dalam Hindu sih menyebutkan,
"Mereka menyebutnya Indra, Mitra, Varuna,
Agni atau burung matahari surga Garutmat.
Para Maharsi menyebut banyak nama untuk yang Satu itu;
mereka bicara tentang Agni, Yama, Matarishvan."
RV I, 164, 46.

dan itu akan berbeda pemahaman dengan anda karena jika menurut anda maka Tuhan memang telah mengenalkan namaNya kepada umatNya yang sepertinya ini lagi-lagi mengindikasikan bahwa Tuhan itu memang 'terbatas',.....
Kirim Komentar
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 772
07 Sep 09 - 8:41 am
Pak Archa,

ya..iya lah.., saya menyampaikan konsep Hindu dan teori Darwin punya kesamaan DALAM PROSES EVOLUSINYA, dan link yang saya sampaikan menginformasikan bahwa teori Darwin (artinya juga termasuk konsep evolusi Hindu) merupakan ajaran yang tidak ada bukti. Ee..anda malah mengajukan pertanyaan yang seolah-olah menempatkan saya sebagai pendukung teori Darwin dan anda sendiri pihak yang menentangnya...

apa nggak ngawur namanya..??

wah,.....
saya yang terlalu serius menanggapi ini,
Dalam hal ini saya tidak tahu persis, apakah Darwin menjiplak ajaran Hindu atau sebaliknya, ajaran Hindu yang 'mencocokkan diri' dengan teori Darwin..
jadi saya yang keliru dan terlalu sangat jauh dalam memahami postingan anda,......

Jadi berbeda dengan ajaran Hindu yang menyatakan bahwa manusia yang ada sekarang ber-evolusi dari makhluk yang tidak punya daging, tulang, pendengaran, penglihatan. dst..

Soal ayat yang menyatakan umur nabi Nuh 950 tahun tersebut (mengenai redaksi yang menyebutkan 1000 tahun kurang 50 tahun juga menjadi perdebatan para ulama, kemungkinan ada 'sinyal' yang diberikan Allah tentang hal tersebut) menunjukkan bahwa kurun waktu antara Adam dengan Nuh memang bisa terjadi dalam jangka waktu yang lama, sehingga membuka kemungkinan adanya penyebaran manusia ke seluruh dunia..

Ini kita lanjutkan dalam threads yang lain yang membahas masalah ini secara serius karena pendapat pak Faham benar juga,
wah masalah Adam ini bisa melenceng kemana-mana nih... jadi saya hentikan disini saja, karena :

telah diketemukan mahkluk (khususnya binatang/tumbuhan) raksasa...
terus, apakah Adam hidup sejaman dengan binatang/tumbuhan raksasa tsb ??
dll.. dll...


sepertinya ini perlu pembahasan khusus, semoga ada yang membahas masalah ini nih... menarik juga...


next,
Kirim Komentar
faham

Total Topics: 0
Total Posts: 1323
04 Sep 09 - 4:50 pm
sdr. archa

iya saya salah, bukan Adam tapi Hawa... terima kasih atas koreksinya

Kirim Komentar
archa

Total Topics: 62
Total Posts: 5124
04 Sep 09 - 4:47 pm
archa's avatar
Setahu saya bukan kuburan nabi Adam, tapi di Jeddah terdapat suatu kuburan yang panjangnya sekitar 250 m dan diduga kuburan Siti Hawa, namun ini belum dibuktikan secara ilmiah.

Temuan yang bisa didapat sampai sekarang, misalnya mummy Fir'aun yang sejaman dengan nabi Musa, tingginya sama saja dengan manusia yang ada saat ini..

Kirim Komentar
faham

Total Topics: 0
Total Posts: 1323
04 Sep 09 - 4:47 pm
wah masalah Adam ini bisa melenceng kemana-mana nih... jadi saya hentikan disini saja, karena :

telah diketemukan mahkluk (khususnya binatang/tumbuhan) raksasa...
terus, apakah Adam hidup sejaman dengan binatang/tumbuhan raksasa tsb ??
dll.. dll...


sepertinya ini perlu pembahasan khusus, semoga ada yang membahas masalah ini nih... menarik juga...
Kirim Komentar
faham

Total Topics: 0
Total Posts: 1323
04 Sep 09 - 3:19 pm
Sdr. Archa

Kalau nggak salah (soalnya saya belum ke sana), bahwa di Mekkah ada kuburan Nabi Adam (?) dan panjang "gundukan" tanahnya puluhan meter....
Apakah kuburan itu di buat jaman Nabi Muhammad SAW, atau gimana ?

Apakah itu benar sesuai tingginya nabi Adam atau cuma rekaan belaka ? (kalau nggak salah p.archa sudah pergi haji kan ? mungkin sudah melihat tempat tersebut ?)


Kalau masalah manusia sudah sempurna semenjak Adam, saya sih setuju saja (dan teori darwin menurut saya adalah kebohongan).
Cuma ganjalannya, benar nggak sih bahwa mahluk dahulu berbentuk raksasa ? apalagi dikaitkan dengan kuburan Adam di Mekkah....

Mudah-mudahan sdr. archa ada pengetahuan tentang hal tersebut...

sebelumnya, terimakasih atas penjelasannya


Kirim Komentar
faham

Total Topics: 0
Total Posts: 1323
04 Sep 09 - 3:19 pm
Sdr. Archa

Kalau nggak salah (soalnya saya belum ke sana), bahwa di Mekkah ada kuburan Nabi Adam (?) dan panjang "gundukan" tanahnya puluhan meter....
Apakah kuburan itu di buat jaman Nabi Muhammad SAW, atau gimana ?

Apakah itu benar sesuai tingginya nabi Adam atau cuma rekaan belaka ? (kalau nggak salah p.archa sudah pergi haji kan ? mungkin sudah melihat tempat tersebut ?)


Kalau masalah manusia sudah sempurna semenjak Adam, saya sih setuju saja (dan teori darwin menurut saya adalah kebohongan).
Cuma ganjalannya, benar nggak sih bahwa mahluk dahulu berbentuk raksasa ? apalagi dikaitkan dengan kuburan Adam di Mekkah....

Mudah-mudahan sdr. archa ada pengetahuan tentang hal tersebut...

terimakasih atas penjelsan sebelumnya


Kirim Komentar
archa

Total Topics: 62
Total Posts: 5124
04 Sep 09 - 1:08 pm
archa's avatar
Pernyataan tentang penciptaan Adam yang sudah mempunyai bentuk tubuh yang sempurna juga disampaikan dalam ayat ini :

[7:11] Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam", maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.


Jadi sekali lagi saya tidak menemukan informasi tentang tinggi, berat, dll..
Kirim Komentar
archa

Total Topics: 62
Total Posts: 5124
04 Sep 09 - 1:05 pm
archa's avatar
Jadi berbeda dengan ajaran Hindu yang menyatakan bahwa manusia yang ada sekarang ber-evolusi dari makhluk yang tidak punya daging, tulang, pendengaran, penglihatan. dst..

Soal ayat yang menyatakan umur nabi Nuh 950 tahun tersebut (mengenai redaksi yang menyebutkan 1000 tahun kurang 50 tahun juga menjadi perdebatan para ulama, kemungkinan ada 'sinyal' yang diberikan Allah tentang hal tersebut) menunjukkan bahwa kurun waktu antara Adam dengan Nuh memang bisa terjadi dalam jangka waktu yang lama, sehingga membuka kemungkinan adanya penyebaran manusia ke seluruh dunia..

Kirim Komentar
archa

Total Topics: 62
Total Posts: 5124
04 Sep 09 - 12:56 pm
archa's avatar
mas faham

menurut anda, apakah benar Adam saat itu berbentuk Raksasa (tinggi & besar ?) dan berusia ratusan tahun ? ref. AQ 29:14

Saya sendiri menganalogikan, sebagaimana tumbuhan beringin yang hidup di tanah yang subur dan yang tumbuh di batu (karang), jadi yang tumbuh di tanah yang subur bisa tumbuh puluhan meter tapi yang tumbuh di batu karang tingginya hanya beberapa puluh sentimeter.
Apakah analoginya bisa seperti itu ?[/qquote]

[29:14] Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim.


Saya sendiri tidak menemukan ayat Al-Qur'an yang menjelaskan ciri-ciri fisik (tinggi, berat, dll) dari manusia terdahulu, Al-Qur'an hanya menjelaskan bahwa sejak pertama manusia diciptakan Allah, sudah dalam bentuknya yang sempurna dan sebaik-baiknya :

[38:72] Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya".

[95:4] sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya .


Beberapa ayat lain menjelaskan bahwa yang dimaksud bentuk yang sempurna dan sebaik-baiknya antara lain :

[32:9] Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.


bersambung



Kirim Komentar
archa

Total Topics: 62
Total Posts: 5124
04 Sep 09 - 12:46 pm
archa's avatar
hehehehehhhhh,...
ngak nyambung yach,.....?


ya..iya lah.., saya menyampaikan konsep Hindu dan teori Darwin punya kesamaan DALAM PROSES EVOLUSINYA, dan link yang saya sampaikan menginformasikan bahwa teori Darwin (artinya juga termasuk konsep evolusi Hindu) merupakan ajaran yang tidak ada bukti. Ee..anda malah mengajukan pertanyaan yang seolah-olah menempatkan saya sebagai pendukung teori Darwin dan anda sendiri pihak yang menentangnya...

apa nggak ngawur namanya..??
Kirim Komentar
archa

Total Topics: 62
Total Posts: 5124
04 Sep 09 - 11:36 am
archa's avatar
Jika memang hanya dari Adam dan Hawa jelas tidak mungkin pak, trus jika dari mutasi atau 'kejadian luar biasa' pun jelas tidak kecuali memang ada Adam1, Adam2, atau bisa juga hadirnya manusia 'tipe baru' dan kemudian melahirkan keturunannya nah ujung-ujungnya kan 'manusia generasi pertama (atau Adam), dst.


ini malah merupakan bantahan terhadap asal-usul manusia menurut ajaran Hindu sendiri, proses apa yang bisa meng-evolusi manusia, berubah dari makhuk transparan, lalu berubah menjadi makhluk punya indera pendengaran, indera perasaan, makhluk Lamiria yang tidak memerlukan makanan, lalu ber-evolusi menjadi manusia seperti sekarang ini..??
Kirim Komentar
faham

Total Topics: 0
Total Posts: 1323
04 Sep 09 - 11:23 am
Sdr. archa

Maaf menggangnu, mau nanya dikit (sebelum jum'atan nih)

masih terkait Adam,
menurut anda, apakah benar Adam saat itu berbentuk Raksasa (tinggi & besar ?) dan berusia ratusan tahun ? ref. AQ 29:14

Saya sendiri menganalogikan, sebagaimana tumbuhan beringin yang hidup di tanah yang subur dan yang tumbuh di batu (karang), jadi yang tumbuh di tanah yang subur bisa tumbuh puluhan meter tapi yang tumbuh di batu karang tingginya hanya beberapa puluh sentimeter.
Apakah analoginya bisa seperti itu ?


Kirim Komentar
archa

Total Topics: 62
Total Posts: 5124
04 Sep 09 - 11:00 am
archa's avatar
lagi-lagi sepertinya anda dalam 'mode' defensif nih, apa kita sedang main game Winning Eleven atau sedang apa pak,....?
apa itu memang ciri khas 'gaya Islam' pak,....?
please donk ah, jangan sedikit-sedikit 'mode' curiga begitu donk pak, bilang 'baik-baik' kek eh ini khan sudah keluar jalur dan......
saya jadi heran jika sebut kata perang, pembunuhan, kekerasan, langsung deh masuk 'mode' 'curiga',.....


Kalau mau anda lanjutkan soal perang Paderi, silahkan dijelaskan apa hubungan 'celetukan' anda tersebut dengan penjelasan saya soal agama samawi dengan proses budaya, kelihatannya sampai sekarang anda tidak menanggapi inti masalahnya..

Kirim Komentar
archa

Total Topics: 62
Total Posts: 5124
04 Sep 09 - 10:54 am
archa's avatar
Dari yang saya garis bawahi, apakah dari ketika di alam 'sono' Adam dan Hawa telah mendapatkan badan seperti itu atau hanya masih berupa ruh saja,....?
jika masih berupa ruh trus kenapa selanjutnya setelah makan 'buah kuldi' maka Adam dan Hawa merasa malu,....?


Adam diciptakan berbentuk manusia seperti yang ada sekarang, punya badan dan ditiupkan roh..

Jika memang telah di alam 'sono' didesain memiliki badan seperti manusia seperti sekarang trus bagaimana penjelasan dengan ayat [7:172] dimana ruh telah tercipta terlebih dahulu khan otomatis telah memiliki 'baju' trus bagaimana dengan proses kelahiran,.....?


Proses penciptaan Adam tidak sama dengan proses kelahiran, Adam diciptakan dari ketiadaan, proses kelahiran terjadi pada manusia anak keturunan Adam..

Kirim Komentar
archa

Total Topics: 62
Total Posts: 5124
04 Sep 09 - 10:45 am
archa's avatar
tolong dijelaskan tentang "sulbi" ini dulu pak,.....
apa sih maksudnya itu,....?


sulbi itu 'tulang punggung' yang merupakan bagian dari proses reproduksi manusia, dan ini tidak ada hubungannya dengan soal roh yang sedang kita diskusikan, lihat ayatnya :

ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka


merupakan dua kalimat yang dihubungkan oleh kata 'dan', maka kalimat 'ketika Tuhan mengeluarkan dari sulbi merupakan keterangan tentang 'waktu' dalam suatu proses reproduksi, pada waktu tersebut Allah mengambil kesdaksian terhadap jiwa, artinya jiwa tersebut sudah diciptakan terlebih dahulu..

Sekarang apa kelanjuitan pertanyaan anda soal 'percikan roh' dalam soal ini..??

Kirim Komentar
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 772
04 Sep 09 - 10:44 am
Pak Archa,

anda kelihatannya punya problem untuk mensingkronkan antara pertanyaan dengan jawaban, atau memang tidak membaca dengan baik postingan lawan diskusi. Penyataan saya soal 'berbagai kebetulan' merupaka kutipan dari link yang saya berikan dan link tersebut berdasarkan pernyataan dari teori Darwin sendiri. Sekarang anda malah repot menyampaikan bantahan untuk itu.

lagi-lagi nggak nyambung dengan postingan yang saya berikan, padahal sudah saya tulis dengan jelas :

hehehehehhhhh,...
ngak nyambung yach,.....?
ya..ya..ya...ya..., maaf deh,.....
Kirim Komentar
archa

Total Topics: 62
Total Posts: 5124
04 Sep 09 - 10:39 am
archa's avatar
Jika memang hanya dari Adam dan Hawa jelas tidak mungkin pak, trus jika dari mutasi atau 'kejadian luar biasa' pun jelas tidak kecuali memang ada Adam1, Adam2, atau bisa juga hadirnya manusia 'tipe baru' dan kemudian melahirkan keturunannya nah ujung-ujungnya kan 'manusia generasi pertama (atau Adam), dst.

Jika mutasi sih dibantah oleh link yang anda berikan,


lagi-lagi nggak nyambung dengan postingan yang saya berikan, padahal sudah saya tulis dengan jelas :

temuan ilmiah diarahkan untuk mengungkapkan bagaimana prosesnya ras manusia yang bermacam-macam ini bisa berkembang dari 2 orang Adam dan Hawa,


tidak ada manusia type baru, apalagi urusannya dengan mutasi gen, manusianya tetap mempunyai desain yang sama, namun berkembang menjadi banyak ras..itu yang harus diungkapkan oleh ilmu pengetahuan..

Kirim Komentar
archa

Total Topics: 62
Total Posts: 5124
04 Sep 09 - 10:35 am
archa's avatar
Apakah ini menunjukkan bahwa penjelasan dalam Qur'an sangatlah 'minim',...?


tergantung apa yang dimaksud dengan 'minim', Al-Qur'an adalah kitab petunjuk bagi manusia dalam rangka penghambaan dirinya kepada Tuhan, maka semua informasi dalam Al-Qur'an memang ditujukan untuk itu. Maka kategori 'minim' disini kalau petunjuk tersebut tidak berhasil memberikan arahan bagi manusia dalam konteks hubungan penghambaan tersebut.

Tapi ini menjadi penjelasan yang sangat mendetail dari Veda,..


buat apa detail dan lengkap kalau isinya ngawur dan tidak bisa dibuktikan..?? tetangga anda yang Kristen juga membanggakan kitabnya sangat lengkap, namun sampai sekarang ribut di internal mereka sendiri, bahkan yang menyangkut soal yang mendasar misalnya soal apa nama Tuhan..
Kirim Komentar
archa

Total Topics: 62
Total Posts: 5124
04 Sep 09 - 10:27 am
archa's avatar
anda kayaknya kurang memahami akan teori Darwin tapi anda jadikan dasar bahwa ajaran Hindu cocok dengan itu,
bagaimana klo kita uji;
Coba dihitung probabilitas terbentuknya molekul protein secara "kebetulan" sebagai berikut:


anda kelihatannya punya problem untuk mensingkronkan antara pertanyaan dengan jawaban, atau memang tidak membaca dengan baik postingan lawan diskusi. Penyataan saya soal 'berbagai kebetulan' merupaka kutipan dari link yang saya berikan dan link tersebut berdasarkan pernyataan dari teori Darwin sendiri. Sekarang anda malah repot menyampaikan bantahan untuk itu.

Saya khan sudah menyatakan, bahwa memang konsep asal-usul manusia menurut Hindu punya perbedaan :

perbedaannya mungkin cuma soal hubungannya dengan Tuhan, kalau Hindu jelas mengkaitkan dengan kreasi Tuhan, sebaliknya teori Darwin mengatakan perkembangan makhluk hidup terjadi karena 'berbagai kebetulan',


yang sama adalah prosesnya, yaitu melalui evolusi. kalau memang anda mengatakan konsep Hindu lebih mendekati ilmiah, silahkan berikan buktinya, mana itu temuan arkeologis adanya makhluk transparan, mana temuan arkeologis tentang makhluk yang beum punya indera pendengaran, dst, dst. yang anda samp[aikan malah temuan arkeologis tentang manusia utuh seperti yang ada sekarang ini..


Kirim Komentar
archa

Total Topics: 62
Total Posts: 5124
04 Sep 09 - 10:20 am
archa's avatar
Pada tahun 1938 Broom mem-peroleh beberapa biji gigi dari daerah pertanian Kromdraai dan juga beberapa kepingan tengkorak. Dia terus merekonstruksi semua fossil tersebut. Tengkorak yang ter-rekonstruksi itu memiliki gigi dan rahang lebih besar dari yang ditemukan di Sterkfontein. Broom menamainya Paranthropus Robustus. Lapisan tanah Kromdraai tempat fossil ditemukan diperkirakan berumur 1 – 1,2 juta tahun. Di lokasi yang sama itu pula Broom menemukan potongan tulang lengan bagian atas dan bawah. Tentang fossil ini, Broom berkata;

“Seandainya ini semua ditemukan di tempat terpencil, mungkin semua akhli anatomi akan berkata bahwa fossil ini pasti tulang-tulang manusia”
“Bentuknya serupa benar dengan rahang homi nid modern (manusia) dibandingkan dengan rahang Telanthropus Capensis”


ini malah tidak cocok dengan penjelasan anda soal manusia Lamiria :

generasi ketiga masih tidak memerlukan makanan seperti kita sekarang Ia mengambil material kedalam tubuhnya mirip seperti ber-osmosis. Ketika energi vital mereka habis, mereka tertidur dan kemudian menghilang. Itulah kematian bagi mereka. Permulaan tinggi tubuh mereka mecapai 60 kaki namun di generasi berikutnya berkurang menjadi 25 kaki.

Dari penjelasan anda, tidak satupun yang merupakan bukti soal cerita Hindu yang menyangkut asal-usul manusia..



Kirim Komentar
archa

Total Topics: 62
Total Posts: 5124
04 Sep 09 - 10:15 am
archa's avatar
coba cek lagi apa yang saya tulis di,
http://forum-swaramuslim.net/threads.php?id=4314_1080_15_0_
nih ada temuan yang berkorelasi dengan itu,


sudah saya cek :

Mahluk-mahluk tersebut masih halus, tembus cahaya berisi cairan tanpa tulang, rambut kulitRas akar manusia muncul disekitar 150 juta tahun. Beranak pinak hingga masing-masing menghasilkan 7 kelompok sub ras...Tinggi tubuh mereka adalah ratusan kaki, indera yang dikembangkan mereka adalah indera pendengaran.

Generasi akar ras ke 2 merupakan kelanjutan dari kelompok akar generasi pertama, Indra yang dikembangkan pada generasi kedua ini adalah indera perasa.


mana bukti arkeologis tentang makhluk yang anda sebutkan ini..?? link yang anda sampaikan 'jauh panggang dari api' yang karena itu penjelasan temuan arkeologis tentang makhluk yang diduga memiliki anatomi mirip manusia, kalau toh memang merupakan manusia purba, itu malah tidak menyimpang dari penjelasan asal-usul Al-Qur'ab bahwa sejak semula manusia memang diciptakan seperti apa yang ada sekarang..

bersambung..

Kirim Komentar
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 772
04 Sep 09 - 9:34 am
Pak Archa,

nah sekarang para pembaca bisa memberikan penilaian 'mana yang lebih 'mendekati' ke temuan ilmiah', kalau dalam ajaran Islam, temuan ilmiah diarahkan untuk mengungkapkan bagaimana prosesnya ras manusia yang bermacam-macam ini bisa berkembang dari 2 orang Adam dan Hawa, sedangkan temuan ilmiah (dalam arti bukti arkeologis) harus mengungkapkan bagaimana caranya makhluk hidup yang ada sekarang ini berkembang melalui evolusi mulai dari makhluk transparan yang tidak punya daging dan darah, lalu berevolusi mulai memiliki indera pendengar, indera perasa, menjadi makhluk atlantis, dst, dst..

nah juga,.....
sekarang biar pembaca menilai yang mana sebetulnya lebih mendekati ke temuan ilmiah karena jika memang penegtahuan Tuhan pastilah Maha Mengetahui,.....

apa ini ada hubungannya dengan topik yang kita bahas soal agama samawi dan agama budaya..?? atau anda kembali sedang mempraktekkan 'gaya Hindu' anda untuk menyatakan penyerapan ajaran Islam di Minangkabau dilakukan dengan kekerasan..?? bicarakan saja dengan terus-terang, saya siap meladeni anda koq..

satu lagi juga,.....
lagi-lagi sepertinya anda dalam 'mode' defensif nih, apa kita sedang main game Winning Eleven atau sedang apa pak,....?
apa itu memang ciri khas 'gaya Islam' pak,....?
please donk ah, jangan sedikit-sedikit 'mode' curiga begitu donk pak, bilang 'baik-baik' kek eh ini khan sudah keluar jalur dan......
saya jadi heran jika sebut kata perang, pembunuhan, kekerasan, langsung deh masuk 'mode' 'curiga',.....
relax pak sekali-kali,......
Kirim Komentar
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 772
04 Sep 09 - 9:25 am
Pak Archa,

Menurut ayat ini, roh memang sudah tercipta terlebih dahulu :

dasar ayat yang anda gunakan,
[7:172] Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",

tolong dijelaskan tentang "sulbi" ini dulu pak,.....
apa sih maksudnya itu,....?

sejak Adam dan Hawa 'turun' ke bumi, maka dimulailah sejarah peradaban manusia sehingga berkembang-biak sampai sekarang. Dari informasi Al-Qur'an kita bisa menyimpulkan juga bahwa desain manusia sejak awal sudah seperti sekarang ini, punya indera, punya anggota tubuh, dll.

Dari yang saya garis bawahi, apakah dari ketika di alam 'sono' Adam dan Hawa telah mendapatkan badan seperti itu atau hanya masih berupa ruh saja,....?
jika masih berupa ruh trus kenapa selanjutnya setelah makan 'buah kuldi' maka Adam dan Hawa merasa malu,....?
Jika memang telah di alam 'sono' didesain memiliki badan seperti manusia seperti sekarang trus bagaimana penjelasan dengan ayat [7:172] dimana ruh telah tercipta terlebih dahulu khan otomatis telah memiliki 'baju' trus bagaimana dengan proses kelahiran,.....?
apak ketika 'baju' di alam 'sono' ditanggalkan dulu untuk kemudian ruh ini ditiupkan kedalam rahim manusia,....?
Kirim Komentar
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 772
04 Sep 09 - 9:12 am
lanjut,

Jika mutasi sih dibantah oleh link yang anda berikan,
Mutasi diartikan sebagai kerusakan atau penggantian yang terjadi pada molekul DNA, yang ditemukan dalam inti sel dari setiap makhluk hidup dan memuat seluruh informasi genetik darinya. Kerusakan atau penggantian ini diakibatkan oleh pengaruh-pengaruh luar seperti radiasi atau reaksi kimiawi. Setiap mutasi adalah sebuah "kecelakaan", dan merusak atau mengubah kedudukan nukleotida-nukleotida penyusun DNA. Hampir selalu, mereka menyebabkan kerusakan dan perubahan yang sedemikian besar sehingga sel tidak bisa memperbaikinya.

Ahli genetika evolusionis, Gordon Taylor, akhirnya menulis:
Adalah sebuah kenyataan menarik, tetapi tidak sering disebutkan bahwa, meskipun para ahli genetika telah mengembangbiakkan lalat buah selama 60 tahun atau lebih di laboratorium-laboratorium seluruh dunia—lalat yang menghasilkan keturunan baru setiap sebelas hari—mereka belum pernah melihat munculnya satu spesies baru atau bahkan satu enzim baru. 21

http://www.harunyahya.com/indo/buku/menyanggah03.htm

nah,....
apa dasar bapak dalam menulis,
.....dalam jangka waktu jutaan tahun, semuanya bisa terjadi bukan..??
Kirim Komentar
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 772
04 Sep 09 - 9:10 am
Pak Archa,

bahkan dari link yang anda sebutkan juga 'meragukan' apa yang anda tulis,

Kalau anda berdasarkan tulisan yang digaris-bawahi, itu adalah fakta ilmiah yang ada, dan sudah saya jelaskan kemungkinan bagaimana manusia pada kurun waktu tersebut sudah tersebar :

Sedangkan dalam Al-Qur'an ceritanya mengindikasikan bahwa perkembangan manusia tidak hanya bersumber melalui anak keturunan nabi Nuh saja, karena banjir besar yang terjadi ditafsirkan hanya ada pada wilayah kaum nabi Nuh saja, sedangkan ditempat lain ada kehidupan manusia dan binatang yang tidak terkena banjir tersebut. Lalu kurun waktu antara Adam dan Nuh juga tidak disebutkan, bisa ribuan tahun dan bisa juga jutaan tahun,

dalam jangka waktu jutaan tahun, semuanya bisa terjadi bukan..??

Jika memang hanya dari Adam dan Hawa jelas tidak mungkin pak, trus jika dari mutasi atau 'kejadian luar biasa' pun jelas tidak kecuali memang ada Adam1, Adam2, atau bisa juga hadirnya manusia 'tipe baru' dan kemudian melahirkan keturunannya nah ujung-ujungnya kan 'manusia generasi pertama (atau Adam), dst.

next,
Kirim Komentar
bcak

Total Topics: 0
Total Posts: 772
04 Sep 09 - 9:00 am
mulai dari makhluk transparan, lalu berevolusi memiliki indera pendengar, lalu indera perasa, lalu berkembang-biak secara hermaprodit, menjadi manusia Lemurian, Atlantis, dst, dst yang semuanya digambarkan terjadi di dunia. Namun prosesnya bercampur-aduk antara yang terjadi di dunia dengan yang ada di alam 'sono' yang pasti tidak bakalan bisa diungkapkan secara ilmiah melalui temuan arkeologis

Apakah ini menunjukkan bahwa penjelasan dalam Qur'an sangatlah 'minim',...?
Tapi ini menjadi penjelasan yang sangat mendetail dari Veda,...
dan apakah ketika bapak sedang belajar akan sesuatu tidakkah itu merupakan proses 'evolusi' otak dalam berpikir,.....?

Dalam hal ini saya tidak tahu persis, apakah Darwin menjiplak ajaran Hindu atau sebaliknya, ajaran Hindu yang 'mencocokkan diri' dengan teori Darwin..

bisakah teori Darwin yang bpk. pake dengan ajaran Hindu dapat menjelaskan ini......?,


Kirim Komentar
 
Arsip Komentar Topik ini NEXT page/Older Reply
 1  2  3 




FORUM STATISTIK
Statistik Member : 
Pending: 53 Active: 14375 Moderator: 14 Total: 14744
Statistik Post :  Saat ini ada 1044 topik dan 35396 komentar.
Last 15 minutes  :  Ada 17 active users dalam 15 menit terakhir
Current Users :  Saat ini ada 6 guests  dan 0 members browsing forum diskusi
Online Now :    
Hits : 3315459


Hak cipta dilindungi oleh Allohu Subhanahu wa Ta'ala
TIDAK DILARANG KERAS mengcopy, memperbanyak, mengedarkan
untuk kemaslahatan ummat syukur Alhamdulillah sumber dari forum-swaramuslim.net dicantumkan

Questions & suggestion or problems regarding this web site should be directed to webmaster

Copyright © December  2008 , forum-swaramuslim.net - All right reserved

best viewed with IE Resoluton 800 X 600